Pada Februari lalu, aktor peraih nominasi Oscar itu membuat kehebohan besar setelah mengatakan dirinya pernah berjalan-jalan di tempat umum, mencari 'pria kulit hitam brengsek' untuk dibunuh setelah penyerangan yang terjadi pada kawannya itu.
Menurut Neeson, hal itu sudah terjadi bertahun-tahun lalu dan pada akhirnya, dia pun tak melakukan apa-apa. Namun masyarakat yang telah terpancing, terus-menerus mengungkit hal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
a menyatakan, kalimatnya itu 'tidak merefleksikan, dalam cara apapun, perasaan seungguhnya ataupun dirinya sendiri'.
"Saya kehilangan point-nya dan telah menyakiti banyak orang," katanya.
Neeson mengakhiri ucapan permohonan maafnya dengan, "Saya minta maaf, secara mendalam."
Sebelumnya, Neeson telah berulang kali menjelaskan bahwa dirinya bukan seorang rasis. "Saya tidak rasis, kejadian itu sudah 40 tahun lalu. Saya tumbuh di Irlandia Utara. Tempat segala masalah. Tahun '60-an, '70-an, '80-an. Ada perang terjadi di Irlandia Utara," katanya.
"Saya punya banyak kenalan yang terlibat dalam masalah. Kefanatikan. Seorang Katolik dibunuh, hari berikutnya seorang Protestan yang tewas. Saya tumbuh dikelilingi oleh itu semua, tetapi saya tak pernah mengelilingiya," lanjutnya.
Bagaimanapun, dinyatakan bahwa Neeson telah dikeluarkan dari daftar prospektus milik Universitas Belfast di Queen setelah pernyataan yang mengejutkan itu keluar. (rea)