George RR Martin Tak Rela Akhiri 'Game of Thrones'

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 18:40 WIB
George RR Martin Tak Rela Akhiri 'Game of Thrones' George RR Martin mengangkat salah satu penghargaan yang didapatnya berkat 'Game of Thrones'. (REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembuat serial populer 'Game of ThronesGeorge RR Martin mengakui dirinya ragu untuk mengakhiri cerita fantasi yang merupakan adaptasi dari novel A Song of Ice and Fire.

Dua tahun antisipasi dan penantian, GoT akhirnya memasuki musim final pada 14 April mendatang, musim kedelapan di mana akan diputuskan siapa yang mengambil Iron Throne.

Namun Martin kemudian mengungkapkan, dirinya berpikir untuk 'menyisakan' cerita di semesta Westeros jika episode terakhir ditayangkan kelak.


"Menurut saya seharusnya kita belum masuk musim terakhir. Tetapi di sinilah kita sekarang," kata Martin saat premier GoT di New York, minggu lalu, dilansir dari NME


"Rasanya seperti saya baru memulai minggu lalu. Apakah benar-benar lebih lama dari itu? Waktu berlalu cepat sekali, semua jadi berbayang. Tapi ini amat menarik," lanjut pria yang dikenal dengan cambangnya tersebut.

"Saya tahu ini adalah akhir, tetapi belum benar-benar berakhir bagi saya. Saya masih meneruskan menulis bukunya. Kami mengetahui ada lima sekuel lain sedang dalam pengembangan," kata Martin.

Ia menambahkan, dirinya berpikir untuk tetap 'tinggal' di Westeros ketika semua orang lain sudah pergi.

GoT disebut akan memiliki akhir yang dramatis, namun penggemar mulai berharap adanya prekuel yang tayang pada tahun depan. Sejauh ini, John Simm dan Naomi Watts dirumorkan akan mengisi peran-peran penting.


"Kami belum memulai syuting, tetapi sudah hampir. Prekuel ini mempunyai sutradara yang keren dan para pemeran luar biasa. Saya masih terus mengikuti perkembangan [prekuel]. Saya menyilangkan jari," kata Martin.

"[Prekuel] ini sangat berbeda. Pastinya amat berbeda. Latarnya ribuan tahun lalu. Kau akan melihat era Westeros yang sangat berbeda. Tidak ada naga, tidak ada iron Throne, tidak ada King's Landing," ujar pria yang pernah masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di Majalah Time tersebut.

[Gambas:Video CNN] (rea)