Notre Dame, Permata Peradaban yang Dilalap Kebakaran

Associated Press, CNN Indonesia | Selasa, 16/04/2019 15:42 WIB
Notre Dame, Permata Peradaban yang Dilalap Kebakaran Katedral Notre Dame bukan hanya saksi sejarah, namun ia adalah permata peradaban budaya Barat hingga bagian keimanan Katolik. (Pixabay/Ronile)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gereja Katedral Notre Dame yang mengalami kebakaran pada Senin (15/4) bukan hanya sekadar tempat peribadatan, atau pun saksi Perang Dunia I dan II, namun bangunan berarsitektur gothic tersebut adalah ikon permata arsitektur dan budaya peradaban Barat.

Bangunan yang dibangun pada 1163-1345 tersebut berdiri menjulang dan disebut ahli seni sebagai "salah satu monumen terbaik bagi peradaban terbaik." Sehingga, ketika kabar kebakaran hebat melanda Notre Dame pada Senin (15/4), para pemerhati seni dan budaya ikut berduka bersama masyarakat Paris juga Prancis.

"[Hasil] peradaban amatlah rapuh," kata Barbara Drake Boehm, kurator senior dari Museum Abad Pertengahan Metropolitan Museum of Art, New York.


"[Notre Dame] monumen batu raksasa yang luar biasa dan telah ada sejak 1163. Monumen ini mengalami begitu banyak cobaan," lanjutnya dengan suara bergetar saat mesti menjelaskan pentingnya Notre Dame dalam kebudayaan umat manusia.


"Ini bukan hanya sekadar relik, bukan sepotong kaca, keseluruhannya," katanya mencoba menggambarkan peran penting dari katedral tersebut.

"Notre Dame jiwa sejati dari Paris, namun ini bukan hanya untuk orang Prancis. Untuk seluruh umat manusia, ini satu dari monumen terbaik untuk peradaban terbaik," lanjutnya.

Boehm mengatakan hal tersebut sesaat setelah pihak Dinas Kebakaran Paris mengonfirmasi berhasil menyelamatkan struktur Notre Dame, termasuk dua menara ikonisnya. Sebagian besar dari atap gereja itu hancur total.

Katedral Notre Dame difoto pada 1911.Katedral Notre Dame difoto pada 1911. (AP Photo)

Penyebab kebakaran masih belum diketahui, namun media lokal mengutip pihak pemadam kebakaran bahwa sumber insiden diduga terkait dengan proyek renovasi gereja tersebut.

Beberapa waktu terakhir, Notre Dame memang dalam proyek renovasi menara bernilai US$6,8 juta atau Rp95 miliar yang menggunakan 250 ton timah.

Pihak otoritas Paris yang tengah melakukan investigasi kejadian ini mengatakan insiden tersebut dianggap sebagai kecelakaan.

Konstruksi bangunan yang dalam bahasa Inggris bermakna "Putri Kami" mulai dibangun pada abad ke-12 Masehi dan memakan waktu pembangunan hingga nyaris 200 tahun setelahnya.


Notre Dame juga pernah rusak dan terabaikan oleh manusia selama masa Revolusi Prancis pada 1789-1799. Namun masyarakat kembali perhatian terhadap si Putri setelah novel Victor Hugo, The Hunchback of Notre-Dame, rilis pada 1831.

Perhatian tersebut memunculkan restorasi terhadap Notre Dame yang berjalan hingga dua dekade. Sejumlah hal diperbaiki, termasuk dinding lengkung melayang yang menjadi ikon katedral dan merekonstruksi menara utama.

Notre Dame juga menjadi saksi bisu atas pengangkatan Napoleon Bonaparte sebagai Kaisar Prancis pada 1804, ketika pendahulunya memilih gereja lain. Bukan hanya untuk pengangkatan, Bonaparte memilih Notre Dame sebagai lokasi pernikahannya pada 1810.

Katedral Notre Dame difoto pada 1987.Katedral Notre Dame difoto pada 1987. (AP Photo/Lionel Cironneau)

Para ahli seni menilai Notre Dame merupakan perpaduan lembut nilai estetika dari berbagai abad.

"Semuanya bercampur bersama dengan amat harmonis," kata Nancy Wu, peneliti di Museum Abad Pertengahan Metropolitan Museum of Art dan ahli arsitektur abad pertengahan.

Dia mengatakan terpukau pada kehalusan struktur, dan tiga jendela kaca patri mawar ikonis bangunan itu, serta ukiran elegan yang menghiasi bangunan.

"Ada banyak detail yang mengingatkan kita pada renda yang rumit," kata Wu. "Meskipun, Notre Dame adalah bangunan dari batu keras yang dingin,"


Selain dari masalah struktur bangunan, para ahli mengkhawatirkan nasib banyak mahakarya seni dan artefak di dalam bangunan tersebut. Salah satunya, adalah mahkota duri yang jarang ditampilkan ke publik.

Walikota Paris, Anne Hidalgo mengatakan melalui unggahan di Twitter bahwa mahkota duri dan jubah tunik Santo Louis yang menjadi bagian dalam koleksi artefak diketahui selamat dari kemusnahan kebakaran.



"Katedral ini memiliki sejumlah elemen yang bukan hanya terkenal, namun juga memiliki pengaruh secara religi," kata Julio Bermudez, profesor di sekolah arsitektur dan perencanaan di Catholic University, Washington DC.

Menara Notra Dame ludes terbakar.Menara Notra Dame ludes terbakar, Senin (15/4). (REUTERS/Benoit Tessier)


"Satu yang pasti adalah mahkota duri, jemaat percaya bahwa ini adalah mahkota yang dipakaikan kepada Yesus di kepalanya. Ini tersimpan dalam tempat yang amat aman. Tapi kalian tahu bahwa api kebakaran itu amat destruktif," lanjutnya.

Bukan hanya itu, Bermudez juga menyayangkan kerusakan jendela kaca patri Notre Dame yang disebutnya indah tak tergantikan itu akibat kebakaran.

[Gambas:Instagram]

Namun seiring dengan usia yang telah melebihi delapan abad, Notre Dame terbukti kuat bertahan mengalami berbagai pengalaman destruktif. Salah satunya ketika mengalami pencurian patung-patung kepala para Raja Judea saat Revolusi Prancis.

Pada 1977, pekerja bangunan di Paris menemukan 21 patung kepada yang diketahui berasal dari abad ke-13. Patung yang diketahui merupakan koleksi bernama para Raja Judea itu rupanya dicuri dari Notre Dame oleh pemberontak yang salah menduga patung itu merupakan penggambaran anggota kerajaan.

Posisi Notre Dame dalam kepercayaan Katolik ditegaskan oleh Kardinal Timothy Dolan dari Keuskupan New York. Dia yang mengaku mengirimkan doa untuk Notre Dame menyebut bangunan tersebut "kedua terpenting setelah Basilika Santo Petrus [Vatikan] dalam hal kemampuan gereja untuk mengangkat kembali pikiran dan hati umat kembali ke Tuhan,"

"Untuk warga Prancis, Tuhanku, untuk dunia, Katedral Notre Dame mewakilkan apa yang paling terkenal, yang paling membangkitkan semangat, dan yang paling menginspirasi dari karya manusia," kata Dolan.

[Gambas:Video CNN] (end)