Keluarga Mendiang John Singleton Berebut Warisan Rp501 M

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 17:24 WIB
Keluarga Mendiang John Singleton Berebut Warisan Rp501 M Keluarga mendiang sutradara Joihn Singleton dilaporkan pecah karena berebut warisan senilai Rp501 miliar dalam dokumen wasiat yang 'ketinggalan zaman'. (Robyn BECK / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keluarga mendiang sutradara John Singleton dikabarkan kini sedang tak akur, semua karena masalah harta warisan sang sineas yang meninggal dunia pada 28 April lalu.

Menurut media TMZ yang dikutip Aceshowbiz, wasiat berupa warisan telah didaftarkan oleh ibu dari Singleton, Sheila Ward pada Jumat lalu.

Akan tetapi, dokumen tersebut dibuat pada 1993 dan belum diperbaharui hingga sang sutradara meninggal karena stroke pada akhir April lalu.


Wasiat tersebut hanya tercantum seorang ahli waris, yaitu anak pertama Singleton. Sedangkan enam anak lainnya lahir setelah wasiat tersebut dibuat.


Karena dokumen lawas tersebut, maka dilaporkan seluruh harta Singleton yang diprediksi mencapai US$35 juta atau Rp501 miliar hanya jatuh kepada anak pertama.

Kondisi ini kemudian disebut membuat suasana keluarga tersebut kacau. Sebagian pihak keluarga bahkan disebut sudah merekrut pengacara untuk memperjuangkan bagian warisan tersebut.

Menurut hukum di California, kecuali enam anak lainnya dicabut hak warisnya ketika surat tersebut dibuat, mereka memungkinkan memiliki klaim atas sebagian warisan tersebut.

Ketika Ward mengajukan wasiat tersebut ke pengadilan, dokumen tersebut hanya mencatatkan nilai aset sebesar US$3,8 juta. Artinya, sebanyak lebih dari US$31 juta tidak tercatat.


TMZ, dikutip Aceshowbiz, menyebut ada peluang Singleton telah membagi wasiatnya hanya berdasarkan asas kepercayaan untuk menghindari pembagian melalui pengadilan.

Akan tetapi, masalah wasiat ini dilaporkan telah menimbulkan perpecahan keluarga.

Ketika Singleton dirawat di rumah sakit, anak putrinya yang berusia 21 tahun menggugat neneknya sendiri, Ward, atas dugaan upaya penghapusan nama anak-anak Singleton dari wasiat sang sutradara.

Pihak keluarga sebelumnya mengatakan bahwa pemakaman John Singleton dilakukan pada Senin (6/5) waktu Amerika Serikat dan berlangsung secara pribadi dan tertutup.

"Pemakaman direncanakan sebagai sebuah ucapan selamat tinggal amat sederhana bagi keluarga dan teman amat dekat," kata pernyataan keluarga, seperti diberitakan EW.


"Pemakaman juga tidak akan dibuka untuk publik, namun keluarga berencana mengadakan acara yang lebih besar untuk John beberapa pekan setelahnya untuk merayakan kehidupannya," lanjut pernyataan tersebut.

John Singleton berasal dari kawasan South Central Los Angeles yang merupakan latar dari film pertamanya, 'Boyz n the Hood' (1991). Film itu sendiri mengisahkan persahabatan di tengah situasi bahaya kekerasan oleh gangster.

Dirinya tercatat menjadi sineas kulit hitam pertama dan termuda yang masuk menjadi nominasi Best Director Academy Awards. Ia memperoleh capaian itu pada usia 24 tahun atas film tersebut yang sekaligus ia tulis sendiri.

Ia telah menyutradarai banyak film, salah satunya '2 Fast 2 Furious' dan drama sejarah 'Rosewood'. Ia juga tercatat pernah menyutradarai sejumlah acara televisi, seperti Empire dan Billions. (end)