'Doel' Setuju Pindah Ibu Kota ke Luar Jawa

Tim, CNN Indonesia | Senin, 13/05/2019 16:16 WIB
'Doel' Setuju Pindah Ibu Kota ke Luar Jawa Meski saat ini menyetujui wacana pindah ibu kota ke luar Pulau Jawa, Rano Karno menyebut akan lebih 'murah' bila yang dipindah hanya pusat pemerintahan. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktor pemeran 'Si Doel' sekaligus caleg dari PDIP Rano Karno menyampaikan pendapatnya terkait wacana pemerintah untuk memindahkan ibu kota. Dia mengungkapkan bahwa pemindahan harus dilakukan ke luar pulau Jawa.

Selain itu, saat berkunjung ke kantor CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu, Rano juga berpendapat bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan antara pemindahan ibu kota atau hanya pusat pemerintahan saja.

"Yang pasti tidak di Jawa, Jawa ini sudah 154 juta [jiwa] jadi enggak mungkin di Jawa. Dulu di Jonggol enggak jadi karena mungkin Jonggol masih di Jawa. Apalagi, karakter tanah di Jonggol dengan peristiwa Hambalang terbuka bahwa bukan daerah yang baik," kata pemeran Doel itu.


Rano juga menyatakan bahwa ada baiknya ibu kota yang baru disesuaikan berada pada lokasi yang strategis dan di tengah Indonesia.


"Kalau melihat dari zaman Bung Karno sudah mencanangkan Palangkaraya, berarti sudah ada studi," kata Rano.

"Sekarang kalau dibilang jauh, mana ada jauh sih? Bandara sudah di mana-mana, kemudian dengan yang dibilang ada tol laut," lanjutnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menyatakan bahwa pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa kini bukan sekadar wacana. Saat ini, Pulau Kalimantan kerap disebut untuk jadi wilayah yang bakal jadi ibu kota baru.

Jokowi sempat menyebut ada tiga daerah yang jadi kandidat ibu kota pengganti Jakarta. Selain itu, ia tengah melakukan kajian dan pertimbangan yang mendalam terhadap tiga ibu kota tersebut.

Hal yang menjadi perhatian pemerintah saat ini ialah dari sisi daya lingkungan kota, kebencanaan dan pengembangan kota ke depan.


Dari sisi daya lingkungan, Jokowi menekankan ibu kota baru harus memiliki ketersediaan air hingga energi yang cukup. Lalu dari sisi bencana, ibu kota baru nanti diharapkan minim risiko, seperti banjir, gempa bumi, dan lainnya.

Sementara dari sisi pengembangan kota, diharapkan pembangunan ibu kota baru bisa dilakukan dengan cepat karena memiliki infrastruktur dasar dan bantuan dari kota pendukung di sekitarnya.

Berkaitan dengan hal itu, Rano menilai, berdasarkan informasi yang ia baca, Kalimantan menjadi pilihan yang tepat karena berada di bagian tengah Indonesia. Ia juga menyebut Kalimantan tidak berada dalam wilayah aktif 'ring of fire' sehingga minim terjadi gempa dan gunung meletus.

Namun caleg PDIP untuk wilayah Banten 3 dan diprediksi lolos melenggang ke Senayan ini menyebut ada hal yang harus diperhatikan bila pemerintah tetap memilih Kalimantan.

[Gambas:Instagram]

"Di sana kendalanya mungkin lahan gambut, air ya. Cuma dengan adanya teknologi treatment mungkin bisa [ditangani]," katanya.

Meski mendukung pewujudan wacana lawas terkait pemindahan, Rano mengungkapkan dirinya lebih setuju bila yang dipindah adalah pusat pemerintahan alih-alih ibu kota negara.

"Kalau pemindahan ibukota itukan undang-undang, bisa dibikin sih tapi pemindahan ibukota terlalu besar. [Saya] Lebih condong mungkin pemindahan pusat pemerintahan ya seperti di Putrajaya [pusat pemerintahan Malaysia]," kata Rano. (agn/end)