Hakim New York Ketok Palu untuk Woodstock 50

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 20:12 WIB
Hakim New York Ketok Palu untuk Woodstock 50 Woodstock 50 akan tetap digelar Agustus mendatang, meski investornya masih jadi pertanyaan. (Ilustrasi/REUTERS/Kacper Pempel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Festival Woodstock sudah dipastikan boleh jalan terus. Itu sudah menjadi keputusan hakim New York yang disebutkan dalam pengadilan pada Rabu (15/5) kemarin.

Keputusan itu menegaskan bahwa mantan investor untuk festival itu, yang kini sudah mundur dan membuat Woodstock terancam penyelenggaraannya, tidak bisa membatalkan secara sepihak.

Kasus Woodstock masuk pengadilan setelah organisasi yang menyelenggarakan festival itu menggugat mantan pendananya, Amplifi Live. Sebelumnya, Amplifi Live secara sepihak mengumumkan kepada publik bahwa Woodstock yang tahun ini masuk usia ke-50 dibatalkan.



Padahal seharusnya festival itu terselenggara pada 16-18 Agustus mendatang.

Sidang di Pengadilan Sipil New York kemarin dipimpin hakim Barry Ostrager. Meski memenangkan penyelenggara dan menegaskan Woodstock bisa tetap jalan, hakim tetap meminta mereka mengembalikan uang sebesar US$18 juta yang mereka cairkan saat investor mundur.

Amplifi Live, salah satu anak perusahaan dari perusahaan Jepang Dentsu, memutuskan tak lagi mendanai Woodstock per 29 April lalu. "Misinterpretasi, inkompetensi dan pelanggaran kontrak oleh Michael Lang" disebut menjadi alasan mereka mundur.

Lang adalah penggagas festival yang tahun ini digelar di Watkins Glen itu.


Woodstock sudah ada sejak 1969 dan menjadi gelaran akhir pekan penuh kedamaian, cinta dan musik yang penting bagi sejarah budaya pop di Amerika Serikat. Tahun ini, memasuki usia ke-50 festival itu menjanjikan program kegiatan yang "luar biasa dan menginspirasi."

Beberapa bulan menjelang pelaksanaannya di Agustus, Woodstock kini punya PR besar untuk mencari investor dan izin lokal. Untuk itu mereka harus memastikan lokasinya punya sumber air yang cukup, fasilotas kebersihan, akses jalan, dan kapabilitas untuk merespons kondisi darurat. Woodstock 50 diprediksi bakal menjadi tuan rumah untuk 150 ribu pengunjung.

Sejauh ini baik perwakilan Woodstock maupun Amplifi Live belum merespons permintaan wawancara AFP. (rsa)