Martin menjelaskan hal itu lewat tulisan bertajuk 'Thanks, New Zealand' dalam situs pribadi bernama georgemartin.com. Ia bercerita mendapat tawaran dari maskapai penerbangan Air New Zealand untuk berkunjung ke negara di dekat Australia itu agar bisa menyelesaikan 'The Winds of Winter'.
Penulis berusia 70 tahun ini menjelaskan bahwa ia sudah beberapa kali mengunjungi tempat-tempat di Selandia Baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam rangka menyelesaikan [novel], saya khawatir Selandia Baru akan terlalu mengganggu saya. Lebih baik tinggalkan saya di sini di Westeros (untuk menyelesaikan 'The Winds of Winter')," katanya.
Seri novel 'A Song of Ice and Fire' bercerita tentang perebutan takhta dalam benua bernama Westeros yang terbagi jadi tujuh wilayah di bawah kepemimpinan satu kerajaan besar. Pada setiap wilayah ditunjuk satu Great House untuk memerintah kerajaan-kerajaan kecil di masing-masing kawasan.
'The Winds of Winter' yang menjadi lanjutan novel kelima bertajuk 'A Dance with Dragons' (2011) tak kunjung selesai. Martin belum pernah memberikan alasan yang pasti mengapa 'The Winds of Winter' belum juga dirilis.
Novel itu seharusnya sudah rampung pada 2015, tapi sampai saat ini belum juga bertengger di rak toko buku. Ia selalu berkelit ketika ditanya mengenai waktu perilisan.
"Saya pikir akan dirilis akhir tahun ini. Tapi hei, saya berpikir hal yang sama tahun lalu," kata Martin dikutip dari Independent pada 2017 lalu.
Penulis asal Amerika Serikat ini kembali berkelit pada tahun 2018. Ia seperti senang mengecoh dan membuat penggemar menunggu.
"Tidak, [The Winds of] Winter tidak akan hadir... Paling tidak, bukan pada 2018," tulisnya dalam pernyataan, melansir AceShowbiz.