Sampai pada 2013, Jonas Brothers mengalami guncangan internal yang membuat mereka memutuskan berpisah di bulan Oktober. Enam tahun kemudian mereka sempat bereuni, namun tak ada tanda-tanda keberadaan album baru. Maka ketika tiba-tiba mereka mengunggah foto bertiga dengan mencantumkan "Midnight RT #Sucker" tanpa peringatan apa-apa, penggemar kebingungan.
[Gambas:Instagram]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Happiness Begins seperti buku kehidupan ketiga personel Jonas Brothers, Kevin, Joe dan Nick. Mereka menyertai comeback ini dengan sebuah dokumenter bertajuk 'Chasing Happiness'. Memakai begitu banyak kata 'happiness', rupanya pemuda-pemuda Jonas sedang berbahagia.
[Gambas:Youtube]
'Happiness Begins' terasa seperti sekelompok remaja yang diam-diam menyelinap masuk sebuah taman bermain sambil terkikik-kikik. Penuh warna, ceria, ringan, bahagia, tanpa beban. Mereka masih memainkan pop rock, sedikit balada yang kabarnya didedikasikan untuk Chopra ('I Believe'), Turner ('Hesitate'), dan istri Kevin, Danielle Jonas dalam 'Love Her', dengan sedikit racikan reggae seperti dalam 'Only Human' yang harus diakui, salah satu eksperimen terbaik Jonas Brothers.
Ramuan RnB dan dance di antara ketukan drum membuat album ini terdengar lebih dewasa, kemungkinan inilah 'hasil' dari solo karier Nick dan Joe. 'Rollercoaster' disebut sebagai kisah autobiografi Jonas Brothers, yang jadi lagu pertama dalam dokumenter Chasing Happiness.
Jonas bersaudara memilih 'Comeback' sebagai penutup album, sebuah hal yang tampaknya bukan ketidaksengajaan. "We were up and down and barely made it over. But I'd go back and ride that roller coaster with you," nyanyi mereka. Jika itu bermaksud menyampaikan keutuhan kembali band keluarga tersebut, Jonas Brothers melakukannya dengan baik. Karena tidak ada sebuah hal spesial dari album ini, kecuali banyaknya kegembiraan yang dimiliki, beberapa eksperimen yang ternyata berhasil, pembagian vokal yang baik, dan tentu saja, limpahan cinta di dalamnya.
Untuk beberapa orang, album ini bisa terasa terlalu 'manis', nyaris terasa memuakkan, apalagi untuk yang gemar menikmati kepahitan. Tidak perlu memaksakan diri, masih ada 'Happy When I'm Sad' dan 'Trust' yang punya takaran 'cukup', mengungkapkan perasaan yang amat mungkin juga Anda rasakan sehari-hari, disampaikan dengan dewasa.
Jonas Brothers telah bertumbuh. Mereka bukan lagi remaja sekolah yang menyelinap ke taman bermain malam-malam. Sekarang, mereka mendatangi taman bermain yang sama, tetapi membayar tiket masuk, sembari menggandeng tangan pasangan masing-masing. Sebuah akhir gembira.
[Gambas:Video CNN] (rea)