Kebakaran Universal Studios Disebut Hanguskan Master Rekaman

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 04:01 WIB
Kebakaran Universal Studios Disebut Hanguskan Master Rekaman Kebakaran di Universal Studios pada 2008 disebut 'merenggut' nyawa beberapa master rekaman musik. (Ilustrasi/ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa musisi besar menyuarakan kekhawatiran mereka setelah majalah The New York Times menerbitkan laporan bahwa master dari ribuan rekaman album maupun lagu yang diproduksi Universal Music hilang dalam kebakaran yang terjadi pada 2008.

Saat itu, kebakaran bukan menghanguskan atraksi halaman depan studio. Hampir seluruh master rekaman yang disimpan Universal Music Group disebut-sebut ikut terbakar.

Universal Studios tidak pernah mengungkapkan kerugian mereka kepada publik.



Namun menurut artikel The New York Times yang terbit Selasa (11/6) lalu, Universal Music pernah memperkirakan kerugiannya dalam laporan rahasia. Di situ disebutkan, mengutip Reuters, kerugian mereka meliputi sekitar 500 ribu judul lagu.

Rabu (12/6) kemarin perwakilan Universal sudah menyampaikan komentar. Mereka menyebut insiden itu sangat disayangkan. Namun menurut mereka, cerita The New York Times mengandung "angka yang tidak akurat, pernyataan yang salah, kontradiksi dan kesalahpahaman yang mendasar tentang area insiden." Meski begitu, mereka tak menyebutkan angka yang akurat.

Konglomerat asal Prancis, Vivendi yang kini memiliki Universal Music Group menyebut kebakaran yang terjadi tidak pernah berpengaruh terhadap dokumentasi musik maupun kompensasi artis. Artikel The New York Times, katanya, "tidak memedulikan puluhan ribu katalog rekaman yang sudah kami rilis beberapa tahun belakangan."


Dari rekaman itu, ada musik yang berkualitas master dan beresolusi tinggi dari rekaman yang diklaim telah rusak dalam kebakaran, oleh artikel The New York Times.

Beberapa musisi yang materi lagunya dilaporkan ikut hancur dalam kebakaran itu, mengeskpresikan keterkejutan mereka.

"Ya Tuhan, ini membuat saya mual," tulis penyanyi dan penulis lagu Sheryl Crow di Twitter. Ia melanjutkan, "Malu lah mereka yang terlibat menutupi kejadian itu."





Sementara band rock R.E.M mengatakan, "Kami sedang berusaha mendapat informasi yang baik untuk mencari tahu apa yang terjadi, dan efeknya terhadap musik kami, jika ada."

Penggemar Nirvana termasuk yang khawatir kebakaran itu berimbas pada idola mereka.

Soal apakah master album Nevermind juga termasuk yang hilang dalam kebakaran, personel Nirvana Krist Novoselic mengatakan, "Saya pikir itu telah hilang selamanya."


The New York Times menyebut kebakaran yang melanda Universal Studios saat itu sebagai "bencana terbesar dalam sejarah bisnis musik." Menurut mereka, rekaman yang hilang menjadi abu termasuk musik milik Louis Armstrong dan Judy Garland sampai Tom Petty dan 50 Cent.

Di judul mereka bahkan menyebut rekaman Elton John dan Nirvana termasuk yang hilang.

Jika benar master musik mereka hilang, akan susah jika suatu saat hendak mereproduksi, merilis ulang, me-remix, dan mencetaknya lagi dalam bentuk digital maupun vinil. (rsa)