'Rumah Merah Putih' Berkibar dari Perbatasan NTT

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 15/06/2019 07:20 WIB
'Rumah Merah Putih' Berkibar dari Perbatasan NTT Sutradara, produser eksekutif dan para pemain 'Rumah Merah Putih.' (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan selebriti Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen kembali mengangkat kisah tentang anak-anak di timur Indonesia lewat sebuah karya film. Usai Denias, Senandung di Atas Awan, Tanah Air Beta, serta Di Timur Matahari, kini Alenia Pictures siap merilis film Rumah Merah Putih yang berlatar di Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur.

Film itu akan berfokus pada kehidupan sepekan jelang perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) di wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

"Jelang 17 Agustus, mereka punya kebiasaan untuk mengadakan perayaan. Berbeda dengan yang di kota-kota besar yang mungkin sudah jarang dan hanya sekadar pasang bendera saja," kata Nia, sang Produser Eksekutif saat bertamu ke kantor CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.



Ari yang berperan sebagai sutradara menambahkan bahwa umumnya dalam perayaan itu mereka berlomba-lomba untuk menghias daerahnya dengan atribut serba merah putih. Dari kebiasaan itu, ia memutuskan untuk mengambil cerita tentang Farel dan Oscar, yang diperankan oleh anak NTT asli yakni Patrick Rumlaklak dan Amori De Purivicacao.

Meski hidup sederhana di perbatasan, mereka disebut memiliki rasa cinta pada Tanah Air yang sangat dalam. Bersama kedua kawannya, Anton dan David, mereka mengikuti lomba panjat pinang dalam rangka memeriahkan 17 Agustus. Namun, di tengah itu perlombaan itu mereka bertengkar tentang hadiah mana yang harus diambil duluan.

Pada akhirnya mereka gagal dan saling menyalahkan.


Masalah makin rumit ketika dua kaleng cat merah putih milik Farel hilang.

"Mereka bersahabat bukan hanya yang tulus tapi juga dalam bingkai merah putih. Dua-duanya Indonesia banget. Jadi karena ada yang hilang, akhirnya mereka saling bantu bagaimana caranya agar Farel tidak dimarahi ayahnya," tambah Ari.

Ia bercerita, ide penggarapan kisah Rumah Merah Putih telah muncul sejak lima tahun lalu.

"Lima tahun lalu perbatasan tidak terlalu diperhatikan, beda dengan lima tahun sekarang. Dulu saat ke sana, kami sedih dan malu, lihat negara tetangga perbatasannya keren."


Meski kehidupannya tak sebaik negara tetangga, lanjut Ari, cinta dan nasionalisme masyarakat perbatasan tidak pernah berubah. Hal itulah yang kemudian ia jadikan sebagai poin utama untuk membawa pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Terutama sekarang ini, setelah Pilpres dan lain-lain, Indonesia semakin terpecah. Mungkin lewat film, kami bisa memberi tahu bahwa kita sama kok. Saya dari Ambon, ibu dan bapak Ambon tapi saya Indonesia. Kita semua Indo. Walaupun berbeda-beda, asalnya dari mana, tapi yang menyatukan dan rumah kita ya Indonesia," lanjutnya menjabarkan.

Ke depannya, kata Ari lagi, ia berencana menjadikan potret kehidupan anak-anak di perbatasan Indonesia sebagai kisah trilogi. Setelah NTT, ia akan melanjutkan dengan cerita tentang anak-anak di perbatasan Kalimantan dan Papua.

[Gambas:Youtube]

Rumah Merah Putih akan menampilkan aksi Pevita Pearce, Shafira Umm, Yama Carlos, Abdurrahman Arif, Dicky Tatipikalawan, Calvin Petrus, dan Antonio Do Rosario.

Rumah Merah Putih dijadwalkan tayang pada 20 Juni 2019. (agn/rsa)