Renata Angelica
a serial chiller. suka mengamati dan sering bicara sendiri.

Karena Dia Michael Jackson

Renata Angelica, CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 15:26 WIB
Karena Dia Michael Jackson Michael Jackson dikenal sebagai raja pop dunia. (REUTERS/Petr David Josek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Michael Joseph Jackson. Nama yang dalam tiga dekade terakhir tak pernah lepas dari ingatan dunia. Bahkan, setelah ia meninggal tepat satu dekade lalu pada 25 Juni 2009.

Memulai kariernya dari grup vokal keluarga The Jackson 5 bersama kakak-kakaknya, MJ mengguncang para pecinta musik dengan kemampuannya mencipta lagu, bernyanyi, menari dan menyuguhkan aksi-aksi yang kelewat spektakuler baik di panggung maupun lewat video klip.

Namun, kenangan soal MJ bukan sebatas karya. Jejak kontroversi kerap mengikuti baik karier maupun kehidupan pribadi.


Misalnya saja soal keputusannya mengubah penampilan di akhir era 1980-an. Barangkali MJ adalah orang kulit hitam pertama di dunia yang terang-terangan mengubah warna kulitnya dan tetap kokoh dengan keinginan itu.

Keputusan ini seolah sebuah penegasan bahwa segala sesuatu tentang MJ akan selalu berbeda. Seolah ia ditakdirkan menjadi 'lain'.

Tengoklah rumah ekstra luasnya yang dinamai Neverland Ranch. Rumah itu bukan hanya lapang, tapi dilengkapi taman bermain pribadi. Lagi-lagi, ia memiliki definisi mewah yang berbeda.

Kontroversi paling mencengangkan dan yang kerap mengikuti MJ kemanapun ia pergi, adalah soal tuduhan pelecehan seksual pada anak-anak.

Tudingan ini pertama kali mencuat pada 1993, jelang akhir pernikahannya dengan Lisa Marie Presley. Sejak saat itu dugaan tersebut tak pernah benar-benar hilang.

Di awal 2019, film dokumenter Leaving Neverland mengudara. Film ini menuturkan kisah dari Wade Robson dan James Safechuck, dua orang yang mengaku dilecehkan MJ kala mereka berusia 7 dan 10 tahun. Dokumenter itu menambah dua dari tiga tuduhan yang sudah dilontarkan sebelumnya di medio 1990.

Leaving Neverland memicu gelombang penolakan terhadap MJ. Sejumlah stasiun radio besar Kanada dan Australia menolak memutar lagu-lagunya, sementara The Simpsons menolak menayangkan ulang episode saat MJ menjadi 'cameo'.

Seorang penggemar bernama John Michael Jackson mengajukan permohonan mengganti nama kembali ke nama asli, John Lomas. Drake berhenti memasukkan lagu MJ dalam daftar 'menu' konsernya, dan rumah mode Louis Vuitton menyatakan tak akan memproduksi koleksi yang terinspirasi oleh sosok MJ.
Segala sesuatu soal Michael Jackson terus diburu orang dan nilainya terus menaik. Segala sesuatu soal Michael Jackson terus diburu orang dan nilainya terus menaik. (REUTERS/Benoit Tessier)
Namun Michael Jackson tetap seorang King of Pop.

Bagi banyak orang, MJ tetap seorang legenda yang menyentuh hati lewat I'll Be There dan Man In The Mirror.

I Want You Back dan Rock With You masih membuat pendengarnya bergoyang, merasa gembira. The Way You Make Me Feel masih membuat para wanita tersipu. I Just Can't Stop Loving You dan Never Can Say Goodbye masih bisa jadi pengiring malam-malam romantis.

Michael Jackson masih dan tetap relevan untuk segala suasana, segala situasi.

Pengaruh MJ tidak bisa dienyahkan begitu saja. Sepuluh tahun setelah meninggal, dia pun tetap 'menghasilkan' uang.

Mengutip CBC, bos rumah lelang Julien Auctions di Los Angeles, Darren Julien, mengungkapkan bahwa perak-pernik peninggalan MJ masih dicari dan diperebutkan dengan harga tinggi.

"Di dunia investasi, saya akan menyebut Michael Jackson sebagai 'blue chip'. Dia adalah investasi bagus karena nilai jualnya terus menanjak," kata Julien, menyatakan memorabilia MJ akan laku jutaan dolar selama bertahun-tahun.
Karena Dia Michael JacksonMichael Jackson meninggal dunia pada 25 Juni 2009. (BERTRAND GUAY / AFP)

Jaket ikonik yang dikenakan MJ dalam video klip Thriller laku dengan harga US$1,8 juta. Itu memorabilia yang dikenal orang.

Sehelai jaket yang hanya sekali dipakai sang bintang yang dilelang pada Mei lalu --beberapa bulan setelah Leaving Neverland tayang-- bahkan terjual seharga US$75 ribu.

Leaving Neverland yang diluncurkan pada Maret 2019 juga dengan cepat menjadi film dokumenter HBO yang paling banyak ditonton dalam 10 tahun terakhir.

Cirque du Soleil, salah satu produser teater terkenal kelas dunia, masih menampilkan pentas bertajuk Michael Jackson One, dua show dalam satu malam, lima malam seminggu di Las Vegas. Panggung Broadway bakal mengisahkan Don't Stop Till You Get Enough pada 2020 mendatang.

Ironisnya, Billboard melaporkan pada Mei lalu bahwa penjualan musik MJ meningkat sejak penayangan Leaving Neverland. Rumah Lelang Julien mengatakan barang-barang MJ semakin sukar didapat, yang artinya nilai jual akan semakin tinggi.

Ketika ditanyai soal apakah pembeli masih berminat pada barang MJ, Julien berkata, "Tidak berkurang sama sekali. Kami selalu mendapat pembeli baru. Saya berani bilang, Jackson dan Marilyn Monroe adalah selebriti yang paling banyak dikoleksi di dunia."
Karena Dia Michael JacksonMemorabilia Michael Jackson kerap terjual dengan harga yang meroket. (REUTERS/Kieran Doherty)

Apa yang sudah diberikan MJ memang tak bisa dihapus begitu saja. Warisannya terlalu banyak, terlalu besar, sudah mengendap terlalu lama. Untuk penggemar, memutuskan tidak menyukai MJ lagi akan terasa seperti membersihkan karat yang sudah menempel berpuluh tahun. Menyakitkan.

Andai saja semua tuduhan mengerikan di atas memang benar, saya kira bagi sebagian orang, MJ akan tetap menjadi seorang bocah berkulit hitam yang lincah bergoyang dengan hatinya, menyanyikan The Love You Save.

Sebut saja itu penyangkalan. Faktanya Michael Jackson sungguh telah mengubah musik dunia lewat suara dan musik. Kalaupun lagu-lagunya sudah tak diputar di seluruh dunia, pengaruh gaya dan musik MJ akan tetap terasa dan berpengaruh pada artis-artis lain.

Dan melampaui segala kontroversinya, itu warisan yang paling mutlak. (vws)
LEBIH BANYAK DARI KOLUMNIS