Gus Mus dan Ratusan Penyair ASEAN Berpuisi di Kudus

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 30/06/2019 17:37 WIB
Gus Mus dan Ratusan Penyair ASEAN Berpuisi di Kudus Mustofa Bisri atau kerap disapa Gus Mus menjadi salah satu penyair yang ikut unjuk gigi dalam acara puncak bertajuk 'Panggung Penyair ASEAN' di Menara Kudus, Sabtu (29/6). (Dok. Image Dynamics)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan penyair Asia Tenggara berkumpul di Kudus dalam rangka penyelenggaraan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) ke XI pada Jumat (28/6) lalu hingga Minggu (30/6) ini.

Ratusan penyair itu terdiri dari 100 penyair Nusantara, 6 penyair dari Malaysia, 7 penyair dari Singapura, 6 penyair dari Thailand dan 4 penyair dari Brunei Darussalam.

Mengusung tema "Puisi Untuk Persaudaraan dan Kemanusiaan", acara ini menjadi peristiwa sastra atau budaya rutin tahunan yang juga untuk menjalin komunikasi antar penyair nusantara, membahas perkembangan sastra dan kebudayaan, membuat antologi puisi bersama serta membaca sajak di atas panggung yang sama.


Mustofa Bisri atau kerap disapa Gus Mus menjadi salah satu penyair yang ikut unjuk gigi dalam acara puncak bertajuk 'Panggung Penyair ASEAN' di Menara Kudus, Sabtu (29/6). Dia tampil membawakan tiga judul puisi yakni "Hanin," "Mulut," serta "Tadarus."


Selain dirinya, ada pula penampilan dari Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri, D. Zawawi Imron, Thomas Budi Santoso, dan Sosiawan Leak. Sejumlah penyair dari Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, dan penyair dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Emy Suy, Fikar W. Eda, Taufiq Ikram, Didit Endro, Rini Intama, Warih Wisatsana, Imam Maarif juga terlibat di panggung yang sama.

"Kami ingin bersama-sama dengan kawan-kawan dari lima negara menumbuhkan tradisi penulisan puisi, banyak dibaca, melibatkan banyak peserta dan guru, dan pada akhirnya sastra nusantara bisa tumbuh dan berkembang dengan baik," kata Ahmadun Yosi Herfanda selaku Ketua Tim Kurator Indonesia dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com.

Dia menambahkan, bahwa saat ini masalah persaudaraan kian menipis. Ada konflik-konflik yang terjadi baik di Indonesia maupun internasional. Oleh karenanya, ia berharap lewat acara ini nilai-nilai kemanusiaan dapat tersampaikan dan persaudaraan dapat terjalin.

"Puisi bisa ikut bangun peradaban di negara serumpun, persaudaraan, persahabatan, kehidupan damai, saling menghormati dan sebagainya. Juga perbedaan antara negara bisa diminimalisir. Konflik perbatasan bisa diminimalisir dan diselesaikan secara manusiawi lewat pesan puisi yang bisa menyebar luas," tambahnya.


Sementara itu, Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri mengatakan bahwa acara ini untuk mengingatkan kembali pada nilai-nilai keluhuran dan melihat kembali ke akar budaya masing-masing.

"Acara ini sebagai bukti bahwa ini perlu bukan hanya sebagai hiburan, bukan hanya bercanda-canda, tapi kesenian adalah mengisi jiwa bangsa dan bahwa di dalam jiwa bangsa itu juga ada agama, sejarah, hikayat, mitologi. Itu semuanya memberi nilai-nilai secara sadar tak sadar, secara halus," ujarnya.

Acara PPN XI sebelumnya dibuka lewat acara yang diadakan di Hotel Gripta Kudus pada Jumat (29/8) malam dan dimeriahkan oleh kesenian khas Kudus dari kelompok Terbang Papat Menara, musikalisasi puisi kelompok musik Sang Swara, serta pembacaan puisi oleh penyair perwakilan negara-negara peserta.

Gelaran ini kemudian berlanjut dengan serangkaian acara pada hari kedua yang dimulai dengan seminar sastra dan kebudayaan yang menampilkan 6 pembicara, yakni Maman S. Mahayana (Indonesia), Moh. Saleeh Rahamad (Malaysia), Prof. Zefri Arif (Brunei Darussalam), Rakib Bin Nik Hasan (Thailand), Djamal Tukiman (Singapura), dan Tirto Suwondo (Balai Bahasa Jawa Tengah).


Seminar itu kemudian dilanjutkan dengan bedah buku antologi berjudul "Sesapa Mesra Selinting Cinta" yang berisi karya-karya penyair yang lolos kurasi dan pada malam harinya dibacakan lewat 'Panggung Penyair ASEAN'.

Peserta PPN XI merupakan para penyair yang karya puisinya lolos kurasi serta memenuhi persyaratan yang ditentukan panitia penyelenggara.

Pertemuan Penyair Nusantara berlangsung sejak 2007 dan menjadi agenda rutin setiap dua tahun sekali. Gelaran selanjutnya pada 2021 disampaikan akan diadakan di Negeri Jiran, Malaysia. (agn/end)