Ulasan Single

'Yellow' Tampilkan Sisi Gelap Rich Brian

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 07/07/2019 14:44 WIB
'Yellow' Tampilkan Sisi Gelap Rich Brian Rich Brian dalam video musik terbarunya bertajuk 'Yellow' (dok. YouTube/88rising)
Jakarta, CNN Indonesia -- Single Yellow dari Rich Brian sangat menarik perhatian sejak dirilis pada Kamis (27/6) lalu. Lagu itu dirilis sebagai perkenalan dari album kedua bertajuk The Sailor yang akan rilis Juli ini. Pada lagu berdurasi hampir lima menit itu, ia tampil berbeda dari berbagai aspek, mulai dari tema, musik, lirik dan gaya beryanyi.

Mengenai tema, Yellow bertemakan krisis identitas. Bercerita tentang pribadi yang hidup di negara orang lain, atau dengan kata lain, imigran. Dalam hal ini Yellow bisa jadi bercerita tentang Rich Brian sendiri atau orang lain yang sama sepertinya.

Tema dan cerita tersebut sangat berbeda dan lebih gelap ketimbang karya-karyanya dalam album perdana bertajuk Amen. Misalnya lagu Glow Like Dat yang menjadi single album, bercerita tentang mantan pacar yang terlihat jadi lebih menawan usai putus.


Musik Yellow yang diproduseri Bekon dan The Donuts juga terasa berbeda dengan karya Rich Brian sebelumnya. Suara piano dan bas sebagai intro yang disambung vokal harmonisasi dari Rich Brian di awal lagu terasa kelam. Semakin menegaskan aura gelap lagu ini.


Intro tersebut nampaknya tidak dibuat khusus untuk Yellow. Pasalnya intro itu sama dengan intro lagu Cold as Ice dalam album perdana Bekon yang bertajuk Get With The Times (2018). Hanya pada intro Yellow ada sedikit perubahan.

Walau namanya jarang terdengar, Bekon yang memiliki nama asli Daniel Tannenbaum bukan musisi kemarin sore. Sebelumnya ia lebih sering berperan di belakang layar sebagai produser. Salah satu bukti tangan dinginnya adalah Damn milik Kendrick Lamar yang mendapat penghargaan Best Rap Album di gelaran Grammy Awards 2018.

Dari segi lirik Yellow adalah lagu yang sangat gelap dan bermakna dalam. Lewat lirik rapper yang memiliki nama asli Brian Imanuel Soewarno ini bercerita tentang orang yang segan hidup, karena menjadi imigran di negeri orang. Seperti penggalan lirik berikut:

I can't remember when I last felt alive
Don't try to save my life, I'm already on my way tonight
The blood is on my hands, it's either do or die
Don't even try to save my life (Save my life)

[Gambas:Youtube]


Kunci dari lagu ini terdapat pada bagian bridge. Pada bagian itu Rich Brian bernyanyi dengan tempo yang lebih cepat ketimbang bagian lagu yang lain. Berikut penggalan liriknya:

Bitch, hello
(Hello, hello, hello, hello, hello, hello, hello)
Don't fight the feeling 'cause I'm yellow
(Yellow, yellow, yellow, yellow, yellow, yellow, yellow)
Will I make it? Who the hell knows?
(Hell knows, hell knows, hell knows, hell knows, hell knows, hell knows, hell knows)
You want my soul but we don't sell those
(Sell those, sell those, sell those, sell those, sell those, sell those, sell those)

Kata Yellow dipilih menjadi penggambaran bahwa Rich Brian berasal dari ras kulit kuning. Ia yang kini tinggal di Amerika Serikat diketahui berdarah campuran China-Indonesia. Namun pada akhirnya bagian lirik itu membuat makna lagu Yellow
'Yellow' memiliki visual yang tak kalah muram. (Foto: Dok. YouTube/88rising)

Dalam wawancara dengan Complex.com, Rich Brian menjelaskan bahwa perubahan terbesar dari album Amen ke The Sailor adalah lirik. Ia menjelaskan banyak mengangkat tema personal dalam lagu-lagunya kali ini.

"Pada album ini saya menulis tentang hal yang sangat-sangat personal bagi saya," kata Brian.

Selain lirik, hal yang berbeda dari Yellow adalah gaya bernyanyi Rich Brian. Ia tak bernyanyi dengan nada rendah dan tempo yang cepat, pada Yellow ia bernyanyi dengan nada cukup tinggi dan tempo yang lebih lama ketimbang karya-karya sebelumnya.

Yellow layak mendapat apresiasi. Dan kemungkinan besar ada banyak lagu yang menunggu apresiasi dalam album The Sailor nanti.

[Gambas:Video CNN] (adp/rea)