Ancam Keselamatan, Boneka 'Toy Story 4' Ditarik dari Pasaran

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 10/07/2019 12:26 WIB
Ancam Keselamatan, Boneka 'Toy Story 4' Ditarik dari Pasaran Boneka karakter Forky (kiri) di film 'Toy Story 4' ditarik dari pasaran karena dianggap dapat membahayakan anak. (Disney/Pixar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Disney menarik boneka karakter Forky dari film Toy Story 4 dari pasaran. Hal ini diumumkan oleh Twitter resmi Disney Parks pada hari yang sama, Senin (8/7).

Melansir CNN, sebanyak 8,000 boneka ditarik dari AS, ditambah 650 di Kanada dengan alasan cacat produk dan keselamatan konsumen. Kekhawatiran Disney terletak di bagian mata boneka akan bahaya tersedak bagi anak-anak. Disebutkan bagian itu dapat lepas dan anak-anak mungkin saja memasukkannya ke dalam mulut.


Dideskripsikan oleh Komisi Keamanan Produk Konsumen AS, boneka ini berukuran 11 inci dan memiliki tangan yang lentur, kaki, sebuah hiasan pelangi, dan mata plastik 'googly' yang pupilnya dapat bergerak. Mata itu sendiri terdiri dari tiga bagian, yakni bahan dasar plastik putih, penutup mata melengkung, dan lempeng plastik hitam kecil di dalamnya, yang mewakili pupil dari karakter baru film Toy Story tersebut.


Boneka itu memiliki kode pelacakan yang dijahit pada bagian bawah dengan nomor FAC-024868-18338; FAC-024868-19032; FAC-024868-19060; dan FAC-024868-1909.

Komisi Keamanan Produk Konsumen AS menyatakan, "Para konsumen dihimbau untuk segera menjauhkan mainan dari anak-anak dan mengembalikannya ke Disney Store manapun, Walt Disney World, atau Disney Land resort." 

Boneka Forky tadinya dijual di Disney Store, Disney Theme Parks, shopdisney.com dan melalui lapak Disney di Amazon Marketplace dalam rentang waktu April sampai Juni 2019 dengan harga US$20. Saat itu, tercatat sekitar 8,650 Forky terjual di AS dan Kanada.


Penarikan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan kecelakaan pada anak-anak, walaupun belum ada pelaporan cedera terkait mainan tersebut. Disney berjanji mengembalikan uang konsumen secara utuh. 

Pihak Disney Parks menyebutkan dalam cuitan Twitter, bahwa 'tidak ada yang lebih penting daripada keselamatan konsumen kami'.

[Gambas:Video CNN] (taj/rea)