'Mortal Kombat', dari Gim Sadis ke Film Baru Joe Taslim

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/07/2019 15:48 WIB
'Mortal Kombat', dari Gim Sadis ke Film Baru Joe Taslim Berawal dari sebuah gim petarungan, 'Mortal Kombat' yang legendaris karena kesadisannya berkembang menjadi film yang akan dimainkan oleh Joe Taslim. (Dok. New Line Cinema via imdb.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mortal Kombat kian menjadi perbincangan hangat sejak aktor Joe Taslim dikabarkan akan memerankan karakter Sub Zero. Film yang dijadwalkan rilis pada 2021 ini diadaptasi dari salah satu gim video paling legendaris dengan tajuk sama.

Menengok ke belakang, generasi yang memulai masa kecil serta remaja pada dekade '90-an pasti mengenal Mortal Kombat. Mortal Kombat merupakan gim arcade bergenre pertarungan yang pertama kali terbit pada 1992 di bawah naungan Midway Games.

Gim tersebut terbilang mudah untuk dioperasikan, namun butuh strategi agar bisa menang. Mortal Kombat versi arcade hanya dioperasikan dengan satu joystick untuk maju serta mundur dan lima tombol untuk variasi pukulan dan tendangan.


Bukan sekadar gim pertarungan, Mortal Kombat sebenarnya memiliki alur cerita yang mengaitkan satu karakter petarung dengan karakter lain. Sampai akhirnya Midway merilis Mortal Kombat II (1993) dengan penambahan sejumlah karakter baru, salah satunya Kitana.


Sejak awal Mortal Kombat dikenal sebagai gim sadis bila membandingkan dengan gim pertarungan lain. Mereka tak segan menyajikan visual muncratan darah saat salah satu karakter terkena tendangan dan pukulan. Kepala terpental, merobek jantung dengan tangan dan tubuh terbakar adalah pemandangan yang lumrah saat akhir pertarungan.

Bahkan Mortal Kombat membuat istilah sendiri untuk adegan akhir pertarungan yang sadis, yaitu fatality. Narator gim Mortal Kombat akan bersuara jelang akhir pertarungan, finish him untuk petarung laki-laki dan finish her untuk petarung perempuan. Bila diakhiri dengan sadis, maka narator akan berkata 'fatality'.
Joe Taslim akan memerankan salah satu karakter asli gim Mortal Kombat, Sub-Zero.Joe Taslim akan memerankan salah satu karakter asli gim Mortal Kombat, Sub-Zero. (Detikcom/Muhammad Ridho)
Seiring perkembangan teknologi, perlahan gim arcade mulai ditinggalkan. Midway beradaptasi dengan membuat Mortal Kombat 3 pada 1995 yang termasuk dalam kategori gim video. Mortal Kombat edisi ini terus dikembangkan menjadi Ultimate Mortal Kombat 3 (1995) dan Mortal Kombat Trilogy (1996).

Tahun 1995 dapat dikatakan sebagai gerbang kesuksesan Mortal Kombat. Selain semakin terkenal karena menjadi gim video, Mortal Kombat diadaptasi menjadi film dengan tajuk yang sama. Film itu berpusat pada karakter Liu Kang, Johnny Cage dan Sonya Blade.

Mereka bertiga menjalankan misi untuk mengalahkan penyihir jahat bernama Shang Tsung. Mau tak mau mereka terpaksa mengikuti turnamen demi mengalahkan Shang Tsung. Liu sempat melawan Sub Zero yang memiliki kemampuan bela diri dan mengontrol es.

[Gambas:Youtube]

Sub Zero merupakan salah satu karakter orisinal yang pertama kali muncul dalam gim Mortal Kombat (1992). Bila dibandingkan Liu, Sub Zero termasuk dalam karakter antagonis. Karakter inilah yang akan diperankan oleh Joe nanti. 

Mortal Kombat sempat diangkat ke layar lebar pada 1995. Film itu mendapat kritik pedas dari segi cerita, namun sukses dari segi bisnis. Berdasarkan data Box Office Mojo, film tersebut meraup pendapatan sebesar US$122 juta. Pada kala itu, pendapatan tersebut tergolong sangat besar.

Selain film, kunci kesuksesan Mortal Kombat adalah gim Mortal Kombat Trilogy yang diproduksi untuk konsol PlayStation. Mortal Kombat Trilogy menyajikan visual yang lebih baik sehingga adegan-adegan sadis, termasuk adegan fatality, tampak lebih menarik. Pilihan karakter juga semakin beragam sehingga tidak membosankan.


Selain gim, film Mortal Kombat juga dikembangkan dengan membuat sekuel bertajuk Mortal Kombat: Annihilation (1997). Sama seperti film sebelumnya, film ini mendapat kritik keras, namun mendapat keuntungan sebesar US$51 juta.

Pada tahun yang sama, Midway merilis gim Mortal Kombat 4 yang dilanjutkan dengan Mortal Kombat: Deadly Alliance untuk Xbox, PlayStation 2 dan beberapa gim konsol lain. Kemudian dilanjutkan lagi dengan gim Mortal Kombat: Armageddon (2006).

Sampai pada tahun itu, fatality tetap menjadi perhatian utama, terlebih visual gim sekain bagus sehingga memanjakan mata. Pemain semakin semangat ketika kesadisan disajikan, bahkan mereka berlomba-lomba untuk mengalahkan lawan dengan cara yang paling sadis agar mendapat predikat fatality.
Karakter Sub-Zero yang akan diperankan oleh Joe Taslim.Karakter Sub-Zero yang akan diperankan oleh Joe Taslim. (Dok. New Line Cinema via imdb.com)
Sayang, Midway Games bangkrut sehingga dibeli oleh Warner Bros. Interactive Entertainment pada 2009. Perusahaan raksasa yang memiliki hak siar DC Comics itu mengembangkan gim baru dengan tajuk Mortal Kombat vs. DC Universe (2008). Edisi itu bertahan cukup lama sampai akhirnya rilis gim Mortal Kombat (2011) atau yang dikenal sebagai Mortal Kombat 9.

Lagi-lagi teknologi berkembang sehingga Warner Bros. Interactive Entertainment harus beradaptasi bila ingin mempertahankan gim Mortal Kombat. Akhirnya mereka merilis Mortal Kombat X (2015) untuk iOS, Windows dan Android.

Terakhir, mereka merilis Mortal Kombat 11 untuk Microsoft Windows, Nintendo Switch, PlayStation 4, Xbox One dan Google Stadia. Edisi ini menjadi yang paling bagus dari segi visual karena semakin nyata, terutama visual muncratan darah ketika satu karakter terkena pukulan dan tendangan.

[Gambas:Youtube] (adp/end)