Menengok ke belakang, generasi yang memulai masa kecil serta remaja pada dekade '90-an pasti mengenal Mortal Kombat. Mortal Kombat merupakan gim arcade bergenre pertarungan yang pertama kali terbit pada 1992 di bawah naungan Midway Games.
Gim tersebut terbilang mudah untuk dioperasikan, namun butuh strategi agar bisa menang. Mortal Kombat versi arcade hanya dioperasikan dengan satu joystick untuk maju serta mundur dan lima tombol untuk variasi pukulan dan tendangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak awal Mortal Kombat dikenal sebagai gim sadis bila membandingkan dengan gim pertarungan lain. Mereka tak segan menyajikan visual muncratan darah saat salah satu karakter terkena tendangan dan pukulan. Kepala terpental, merobek jantung dengan tangan dan tubuh terbakar adalah pemandangan yang lumrah saat akhir pertarungan.
Joe Taslim akan memerankan salah satu karakter asli gim Mortal Kombat, Sub-Zero. (Detikcom/Muhammad Ridho) |
Tahun 1995 dapat dikatakan sebagai gerbang kesuksesan Mortal Kombat. Selain semakin terkenal karena menjadi gim video, Mortal Kombat diadaptasi menjadi film dengan tajuk yang sama. Film itu berpusat pada karakter Liu Kang, Johnny Cage dan Sonya Blade.
Mereka bertiga menjalankan misi untuk mengalahkan penyihir jahat bernama Shang Tsung. Mau tak mau mereka terpaksa mengikuti turnamen demi mengalahkan Shang Tsung. Liu sempat melawan Sub Zero yang memiliki kemampuan bela diri dan mengontrol es.
[Gambas:Youtube]
Sub Zero merupakan salah satu karakter orisinal yang pertama kali muncul dalam gim Mortal Kombat (1992). Bila dibandingkan Liu, Sub Zero termasuk dalam karakter antagonis. Karakter inilah yang akan diperankan oleh Joe nanti.
Mortal Kombat sempat diangkat ke layar lebar pada 1995. Film itu mendapat kritik pedas dari segi cerita, namun sukses dari segi bisnis. Berdasarkan data Box Office Mojo, film tersebut meraup pendapatan sebesar US$122 juta. Pada kala itu, pendapatan tersebut tergolong sangat besar.
Selain film, kunci kesuksesan Mortal Kombat adalah gim Mortal Kombat Trilogy yang diproduksi untuk konsol PlayStation. Mortal Kombat Trilogy menyajikan visual yang lebih baik sehingga adegan-adegan sadis, termasuk adegan fatality, tampak lebih menarik. Pilihan karakter juga semakin beragam sehingga tidak membosankan.
Selain gim, film Mortal Kombat juga dikembangkan dengan membuat sekuel bertajuk Mortal Kombat: Annihilation (1997). Sama seperti film sebelumnya, film ini mendapat kritik keras, namun mendapat keuntungan sebesar US$51 juta.
Pada tahun yang sama, Midway merilis gim Mortal Kombat 4 yang dilanjutkan dengan Mortal Kombat: Deadly Alliance untuk Xbox, PlayStation 2 dan beberapa gim konsol lain. Kemudian dilanjutkan lagi dengan gim Mortal Kombat: Armageddon (2006).
Sampai pada tahun itu, fatality tetap menjadi perhatian utama, terlebih visual gim sekain bagus sehingga memanjakan mata. Pemain semakin semangat ketika kesadisan disajikan, bahkan mereka berlomba-lomba untuk mengalahkan lawan dengan cara yang paling sadis agar mendapat predikat fatality.
Karakter Sub-Zero yang akan diperankan oleh Joe Taslim. (Dok. New Line Cinema via imdb.com) |
Lagi-lagi teknologi berkembang sehingga Warner Bros. Interactive Entertainment harus beradaptasi bila ingin mempertahankan gim Mortal Kombat. Akhirnya mereka merilis Mortal Kombat X (2015) untuk iOS, Windows dan Android.
Terakhir, mereka merilis Mortal Kombat 11 untuk Microsoft Windows, Nintendo Switch, PlayStation 4, Xbox One dan Google Stadia. Edisi ini menjadi yang paling bagus dari segi visual karena semakin nyata, terutama visual muncratan darah ketika satu karakter terkena pukulan dan tendangan.
[Gambas:Youtube] (adp/end)
Joe Taslim akan memerankan salah satu karakter asli gim Mortal Kombat, Sub-Zero. (Detikcom/Muhammad Ridho)
Karakter Sub-Zero yang akan diperankan oleh Joe Taslim. (Dok. New Line Cinema via imdb.com)