Rencana Konser BTS di Arab Picu Kontroversi ARMY

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 16:44 WIB
Rencana Konser BTS di Arab Picu Kontroversi ARMY Rencana konser BTS di Arab Saudi memancing kontroversi di kalangan para ARMY. (dok: Big Hit Entertainment via bts.ibighit.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana konser boyband BTS di Arab Saudi pada 11 Oktober mendatang memicu 'perpecahan' antar penggemar yang disebut ARMY.

King Fahd International Stadium di Riyadh akan menjadi tujuan akhir grup yang beranggotakan RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V dan Jungkook tersebut sebelum menutup tur Love Yourself: Speak Yourself di Seoul, Korea Selatan.

Keributan itu terjadi di Twitter terutama lantaran Arab Saudi dipandang kerap melanggar hak asasi manusia, terlebih terhadap perempuan dan LGBTQ. Seperti baru-baru ini, di mana lima laki-laki baru dihukum mati setelah mengakui telah berhubungan dengan laki-laki lain.


Beberapa penggemar mengungkapkan kekecewaan atas keputusan Big Hit Entertainment selaku agensi BTS yang memasukkan Arab Saudi sebagai tujuan tur dunia mereka. Menurut mereka, hal itu bertolak belakang dengan lirik lagu yang dinyanyikan yakni cintai dirimu sendiri (love yourself).



Mereka juga mengungkit tentang kehadiran BTS dalam Majelis Umum PBB atas undangan dari UNICEF beberapa waktu lalu. Saat itu, BTS berpidato dan mengajak seluruh anak muda mengikuti suara hati.





Namun, beberapa ARMY tak mempermasalahkan rencana konser idolanya itu di Arab Saudi. Menurut mereka, konser BTS tak berkaitan dengan hal politik.



Ada pula yang berpendapat meski menggelar konser di Arab Saudi, tak berarti BTS mendukung kebijakan negara tersebut.



BTS bukan satu-satunya artis yang 'bermasalah' dengan rencana tampil di Arab Saudi. Rapper Nicki Minaj baru-baru ini membatalkan konser di negara yang sama. Menurutnya, pembatalan tersebut merupakan salah satu dukungan terhadap hak-hak perempuan dan LGBT. 

[Gambas:Video CNN] (chri/rea)