Joko Anwar Kesulitan Garap Gundala: Libatkan 1.800 Figuran

CNN Indonesia | Minggu, 21/07/2019 03:45 WIB
Joko Anwar Kesulitan Garap Gundala: Libatkan 1.800 Figuran Sutradara film Gundala, Joko ANwar. (CNN Indonesia/Munaya Nasiri).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sutradara film Gundala, Joko Anwar mengatakan dirinya melibatkan hingga sekitar 1.800 pemain figuran dalam proses syuting. Banyaknya pemain figuran itu agaknya terlihat di trailer perdana film yang diangkat dari komik karangan Hasmi itu.

"Total hampir 1.800 orang pemain figuran," kata Joko saat peluncuran Trailer perdana Gundala, di Jakarta, Sabtu (20/7).

Jika melihat cuplikan trailer tersebut, terlihat adegan-adegan yang melibatkan ratusan orang. Contohnya saja, adegan kerusuhan di awal dan tengah film. Kemudian, ada juga adegan yang menampilkan bentrok antara aparat dan massa.


Banyaknya pemain yang terlibat itu membuat Joko, sebagai sutradara, bekerja ekstra. Dia sampai harus berteriak dengan pengeras suara untuk 'membimbing' pemain figuran yang jumlahnya relatif banyak itu.

Misalnya, saat adegan bentrok aparat dengan massa. Lebih dari 600 orang terlibat dalam adegan tersebut. Ia menyebut bahwa bagian itu adalah salah satu yang tersulit dalam proses syuting.

"Itu pas di pabrik syuting lima hari. 300 lawan 300. Itu susah ya," katanya.
Joko Anwar: Film Gundala Pakai 1.800 Pemain FiguranAktor Abimana Aryasatya berperan sebagai Sancaka alias Gundala dalam film Gundala. (CNN Indonesia/M. Andika Putra).

Menurutnya, pihak yang paling kerepotan adalah divisi wardrobe. Pasalnya saat syuting adegan bentrok, setiap hari mereka harus mempersiapkan kostum para pemain. Alhasil mereka juga harus bekerja ekstra keras.

"Scene di pabrik 5 hari syuting yang bentrokan susah karena 350 lawan 350 yang paling nangis wardrobe. Karena cuci keringin cuci keringin," kata Joko.

Diketahui, Gundala adalah film pertama dari semesta Jagat Sinematik Bumilangit. Film ini diperankan oleh Abimana Aryasatya sebagai Gundala. Masyarakat dapat menikmati film ini di layar lebar pada 29 Agustus 2019 mendatang.

[Gambas:Video CNN] (sah/osc)