Vokalis Navicula Bedah Kotoran Sendiri untuk Teliti Plastik

CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 05:45 WIB
Vokalis Navicula Bedah Kotoran Sendiri untuk Teliti Plastik Gede Robi Supriyanto, vokalis band asal Bali, Navicula mengaku memilih meneliti kotorannya sendiri demi mengetahui keberadaan plastik di tubuh manusia. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gede Robi Supriyanto, vokalis band asal Bali, Navicula mengaku memilih meneliti kotoran atau fesesnya sendiri demi mengetahui keberadaan plastik di tubuh manusia.

Menurut dia partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter atau bisa disebut mikro plastik untuk masuk ke dalam organ tubuh manusia bukan sebuah teori belaka. Hal itu dibuktikan dari hasil penelitiannya.

Robi mengatakan penelitian fesesnya itu menggandeng organisasi Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), yang fokus pada penelitian limbah polutan hingga logam berat.


"Kita menganggap mikro plastik itu masalah di luar, di laut jauh, atau mungkin dimakan ikan. Tapi ini bukan mungkin, ini sudah ada. Ini bukan hanya ada di alam saja, tapi di tubuh kita," kata Robi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (21/7).

Menurut dia sampah plastik dan penggunaan plastik yang dekat dengan kehidupan masyarakat menjadi penyebabnya.

Mikro plastik, dijelaskan Robi juga menjadi perantara zat kimia lain untuk masuk ke dalam tubuh, entah melalui udara atau makanan.

"Kalau ada di alam, mikro plastik itu menarik (menyatu) dengan logam berat, seperti pestisida, deterjen dan logam berat. Jadi waktu kita makan, mungkin mikro plastik keluar (feses), tapi logam berat dan bahan kimia lain menyatu ke jaringan tubuh. Kalau di ikan udah terbukti bisa mengubah prilaku dan merusak orak," ucap Robi.

Dengan masalah lingkungan yang berdampak kepada tubuh manusia akibat plastik ini, Robi pun sengaja mengumpulkan satu truk sampah yang dibawanya dari Bali ke Jakarta. Sampah itu kemudian dirakit menjadi instalasi ikan berbentuk monster.

"Makanya ada ide kenapa tidak bawa truk dari Bali sebagai simbol bahwa Indonesia setiap satu menit membuang sampah plastik. Kami bersih pantai, lalu masukin ke dalam truk," kata Robi.

Robi kemudian mengatakan sudah sepatutnya sampah plastik menjadi perhatian bersama, termasuk masyarakat, pemerintah, hingga produsen makanan, minuman atau benda lain yang dikemas menggunakan plastik.

Ia kemudian menekankan kepada pemerintah harus ada regulasi yang memang melarang penggunaan plastik sekali pakai. Lalu masyarakat, diharapkan bijak menggunakan plastik, sementara produsen harus bertanggungjawab atas sampah plastik.

"Ingat sampah plastik bukan isu sektoral, makanya saya mau ini menjadi isu nasional buat kita semua," kata Robi. (ryn/end)