Brad Pitt dan DiCaprio Berduet dalam 'Perubahan' Hollywood

AP, CNN Indonesia | Selasa, 23/07/2019 18:16 WIB
Brad Pitt dan DiCaprio Berduet dalam 'Perubahan' Hollywood Brad Pitt, Leonardo DiCaprio, dan Margot Robbie duduk bareng membahas perubahan dalam industri sekaligus film terbaru mereka, 'Once Upon a Time in Hollywood'. (Jordan Strauss/Invision/AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada suatu kali, tak terlalu jauh dari Hollywood, dua dari bintang besar perfilman tengah membicarakan tentang bagaimana rasanya mengacau di set.

"Mengacaukan naskah di depan seluruh pemain dan kru?" kata Leonardo DiCaprio. "Ini seperti pergi ke sekolah dengan celana dalam yang kau benci,"

"Itu mengerikan," kata Brad Pitt menimpali. "Ketika sebuah adegan tak berjalan semestinya, Ketika KAU tidak tampil baik dalam sebuah adegan. Ini lebih dari sekadar lupa naskah. Kau punya 100 orang bekerja di sana yang semuanya siap untuk mengerjakan hal lain dan pulang,"


DiCaprio untungnya tak harus terpaksa mencelupkan kepalanya dalam air es setelah terlalu mabuk hingga dini hari, seperti yang dilakukan karakter yang ia mainkan di 'Once Upon a Time...in Hollywood'.
Brad Pitt dan DiCaprio Berduet dalam 'Perubahan' HollywoodBrad Pitt dan Leonardo DiCaprio dipertemukan untuk pertama kali di 'Once Upon a Time...in Hollywood'. (Andrew Cooper/Sony-Columbia Pictures via AP)
Namun bagaimana dengan Pitt? "Oh, saya melakukannya," katanya lalu tertawa.

Dua aktor itu, yang ketenarannya meroket pada waktu yang bersamaan dibandingkan seperempat abad lalu, pertama kalinya bergabung dalam satu proyek film besar di industri mereka, kota mereka, dan bahkan ego mereka di waktu yang tepat, Hollywood saat 1969.

Film yang bakal rilis Jumat ini di Amerika Utara itu juga mempertemukan mereka kembali dengan Quentin Tarantino.

Sempat dikenal sebagai film Manson dari Tarantino, film ini sesungguhnya adalah hal yang jauh berbeda. Manson adalah sebuah karakter, sama seperti pengikutnya yang lain. Tentu saja, sosok terkenal Sharon Tate yang tersohor dimunculkan juga dan dimainkan oleh Margot Robbie.

Namun seperti kebanyakan film Tarantino, film ini tak seperti yang Anda duga.

"Ini lah yang terbaik dari apa yang ditawarkan pada 1969 kepada kalian, semacam pengalaman melalui Sharon," kata Robbie.
Brad Pitt dan DiCaprio Berduet dalam 'Perubahan' HollywoodLeonardo DiCaprio berperan sebagai Rick Dalton di 'Once Upon a Time in Hollywood' (dok. Sony Pictures Entertainment)
Tawaran itu berarti pergi ke Playboy Mansion dengan Mama Cass dan berdansa go-go sepanjang malam. Atau, pergi ke bioskop untuk melihat film terbaru Anda dan mendapatkan tiket gratis karena ada wajah Anda di posternya.

"Dia [Sharon Tate] agak mewakili sambutan ramah, ketentuan dengan pintu yang terbuka," tambah Robbie.

"Setelah 1969 dan kematiannya, banyak yang berubah di Hollywood dan orang menutup pintu dan gerbang mereka," lanjutnya.

Terang dan gelap dari akhir dekade '60-an adalah latar dari yang ditunjukkan film ini, bila tidak bisa disebut sebuah film klasik dengan dua bintang utama tampil bersamaan.

'One Upon a Time..' banjir nostalgia, gemerlap dunia hiburan (juga kameo), namun juga kemuraman dan sentuhan khas Tarantino yang memungkinkan DiCaprio dengan karakter koboinya berada dalam keraguan diri yang teramat dalam.
Brad Pitt dan DiCaprio Berduet dalam 'Perubahan' HollywoodMargot Robbie berperan sebagai Sharon Tate di 'Once Upon a Time in Hollywood'. (dok. Sony Pictures Entertainment)
Sedangkan Pitt, dengan aktingnya, melakukan yang bisa dilakukan dengan amat baik: tebar pesona.

"Saya tak merasa kau bisa sepenuhnya berakting sedinamis itu," kata Pitt.

Perubahan terjadi di Hollywood sekitar 1969 yang membuat banyak diskusi bermunculan atas apa yang sedang terjadi saat itu. Selain itu sejumlah produsen film baru muncul membuat kebijakan dan menyisakan ruang untuk keluarga Coppola dan Scorseses masuk.

Kedua keluarga keturunan Italia itulah yang kemudian menjadi pemain besar di industri Hollywood.

"'Ambil dan tunggu'," kata Pitt. "Seperti kita akan menerima namun kita akan melaluinya,". Tarantino sering melakukan hal tersebut.

Proyek ini juga membuat mereka berkaca pada industri mereka sendiri saat ini, ketika streaming menggeser cara lama namun sekali lagi memberikan suara dan cara baru. Sebagai produser, Pitt, DiCaprio, dan Robbie merasakan hal itu sebagai hal yang seru.
Brad Pitt dan DiCaprio Berduet dalam 'Perubahan' HollywoodBrad Pitt berperan sebagai Cliff Booth di 'Once Upon a Time in Hollywood'. (Andrew Cooper/Sony-Columbia Pictures via AP)
"Yang luar biasa adalah kekayaan bakat dari para penulis, hingga ke sutradara, hingga para aktor, punya kesempatan sekarang. Ini sangat luar biasa," kata Pitt. "Anda lihat, kami tidak begitu istimewa,"

DiCaprio bahkan agak iri melihat 'ide tak biasa' dan 'penuturan yang kuat' yang sempat ia coba dan gagal dibuat pada sedekade lalu. Kini, tipe cerita itu bukan hanya dibiayai, namun dibuat dengan kualitas yang prima.

"Ada begitu banyak peluang," kata Robbie. "Saya amat beruntung bisa bermain peran di era saat ini dibandingkan ketika era Sharon,"

Namun mereka tak lupa bahwa mereka ada untuk mempromosikan film yang disebut DiCaprio "sebuah karya seni yang berbujet besar". Apalagi, film itu berasal dari studio yang masa depannya bergantung pada jumlah penonton.

"Semoga film ini menjadi seperti pengalaman konser," kata DiCaprio.


"Orang ingin pergi bersama di Jumat malam dan merasakan energi keramaian dan kegairahan filmnya akan rilis yang selalu mereka tunggu dibanding menyendiri di rumah," lanjutnya.,

'One Upon a Time..' adalah film kesepuluh Tarantino, dan menurut sutradara tersebut, adalah kedua terakhir.

Pitt dan DiCaprio percaya soal ucapan Tarantino itu.

"Saya selalu percaya ini sebagai set kotak kecilnya dan dia hanya ingin menggantungnya di dinding. Sudah," kata DiCaprio. "Itu melengkapi Tarantino, pengalaman sinematiknya,"

"Tarantino ke-10," timpal Pitt.

Seperti pada kebanyakan proyek Tarantino yang memicu perdebatan, film ini pun bernasib serupa. Beberapa perdebatan muncul mengiringi nilai ini seperti nilai moralitas membuat sebuah film tentang Tate dan Manson, selain itu juga ada proses seleksi Emile Hirsch yang pada 2015 lalu mengaku bersalah melecehkan seorang eksekutif studio perempuan di momen Sundance.

Kemudian ada tensi yang sedikit memanas saat konferensi pers di Cannes Film Festival ketika seorang jurnalis bertanya mengapa karakter Robbie memiliki sedikit sekali percakapan dan Tarantino menjawab dengan singkat serta menolak anggapan tersebut.

[Gambas:Youtube]

Quentin Tarantino juga menolak diwawancara untuk artikel ini.

"Dia adalah seorang sineas yang amat unik," kata DiCaprio.

"Dan apa pun pilihannya, dia adalah salah satu sineas langka dalam industri ini yang punya hal untuk mengatakan 'ini bagian seni yang saya akan berikan ke dunia. Dan ini yang diwakilkan karakter ini, dan ini yang diwakilkan karakter ini. Dan ini adalah hasil karya saya'. Itu lah mengapa kami konsisten ingin bekerja dengan seseorang seperti itu," lanjutnya. (end)