"Wah, baru pertama kali ini. Gila, (saya) dapat standing applaus. Tapi memang sebenarnya, materinya memang begitu. Materinya mengaduk-aduk perasaan, mengaduk-aduk rasa identitas bangsa. Bangsa itu bukan soal nasionalisme," kata Hanung usai gala premier "Bumi Manusia" di Surabaya, Sabtu dini hari.
Hanung kemudian memuji Salman Aristo, penulis skenario film Bumi Manusia, dan menyebutnya sebagai salah satu sosok penting di balik film tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait riset mendalam tentang materi sejarah dalam film, Hanung mengatakan riset seperti itu sudah dilakukan sejak dia mengerjakan proyek film "Sang Pencerah".
"Bumi Manusia" mulai tayang di bioskop-bioskop di Indonesia pada 15 Agustus. Film tersebut berdurasi dua jam 50 menit. (antara/vws)