'Si Buta dari Gua Hantu' Mulai Syuting Oktober 2019

Tim, CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 18:40 WIB
'Si Buta dari Gua Hantu' Mulai Syuting Oktober 2019 BumiLangit Studios mengungkapkan proyek film 'Si Buta dari Gua Hantu' akan mulai syuting pada Oktober untuk mengejar rilis pada 2020. (Dok. BumiLangit Studios)
Jakarta, CNN Indonesia -- BumiLangit Studios mengungkapkan kini pihaknya tengah mempersiapkan Si Buta dari Gua Hantu yang diangkat dari komik legendaris buatan Ganesh TH dan sempat menjadi sinetron pada dekade '90-an.

"Lagi siap-siap preparation [Si Buta dari Gua Hantu], harusnya Oktober sudah mulai syuting," kata Production Manager BumiLangit Studios, Imansyah Lubis, seperti dikutip dari Antara, Senin (12/8).

Sebelumnya pada Mei 2018, sutradara Timo Tjahjanto mengungkapkan dirinya sedang menggarap naskah film karakter jagoan asli Indonesia tersebut.


Pada Oktober 2018, Timo kembali mengungkapkan bahwa rencana film tersebut akan ditayangkan pada 2020 mendatang. Bila syuting Si Buta dari Gua Hantu benar akan dimulai pada Oktober mendatang, maka film ini berpeluang besar rilis sesuai jadwal.

"Timo asyik, memang suka banget komik, film, dia juga peduli banget sama sesuatu yang tampak di layar harus keren, percayalah sama Timo," kata Imansyah.

Berdasarkan unggahan yang sempat dipamerkan Timo dalam akun Instagram miliknya, film Si Buta dari Gua Hantu ini kemungkinan akan bertajuk "Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat".

"Judul resmi kearifan lokal ceunah. #nusantaraberdarah," tulis Timo kala itu dalam unggahan tersebut.

[Gambas:Instagram]

[Gambas:Instagram]

Si Buta dari Gua Hantu
yang versi film mulai syuting Oktober nanti merupakan karakter utama dalam serial cerita silat yang diciptakan komikus Ganesh TH pada 1960-an. Komik ini pertama kali terbit pada 1967 dan dicetak ulang pada 2005.

Komik ini sempat diadaptasi menjadi film pada akhir 1970 dengan judul sama. Adaptasi berlanjut pada enam judul film lain, yaitu Borobudur (1972), Sorga yang Hilang (1977), Duel di Kawah Bromo (1977), Neraka Perut Bumi (1985), Lembah Maut (1990), dan Bangkitnya Si Mata Malaikat (1988).

Secara garis besar, Si Buta dari Gua Hantu berlatar di Nusantara pada zaman kolonial Hindia Belanda.

Mengutip laman resmi pemegang hak cipta komik, BumiLangit Studio, ia memiliki ilmu silat tinggi dengan menggunakan pedang atau tongkat dan menguasai ilmu membedakan suara.

Demi membalas kematian ayah dan tunangannya, Barda terpaksa membutakan kedua matanya untuk dapat mengalahkan Mata Malaikat, penjahat buta yang sakti mandraguna. Sejak itu ia dikenal sebagai pendekar perkasa dan legendaris dengan julukan Si Buta dari Gua Hantu.

Si Buta diceritakan seorang petualang dan pergi ke berbagai pelosok Nusantara. Tidak sendiri, ia ditemani Wanara yang kerap hinggap di pundaknya.

Di sisi lain, tim BumiLangit Studios sedang mempersiapkan diri untuk menayangkan Gundala di salah satu festival film bergengsi di dunia, Toronto International Film Festival (TIFF) pada September mendatang.

Sang sutradara, Joko Anwar mengatakan bahwa pemutaran Gundala bisa dianggap sebagai sebuah pengakuan.

"Ini bukti bahwa secara standar, kualitas film Gundala dapat pengakuan dari publik internasional," katanya dalam pernyataannya, Jumat (9/8).

Produser Bismarka Kurniawan berpendapat ini adalah kesempatan tepat untuk memperkenalkan pahlawan super yang asli berasal dari Indonesia.

"Senang sekali bisa mengenalkan sosok jagoan asli Indonesia ke panggung internasional. Kami semua bersyukur bahwa film Gundala ini sebagai sebuah kreasi anak bangsa mendapat kesempatan untuk terpilih di ajang dunia yang selektif, TIFF," ujar Bismarka seraya menyampaikan terima kasih kepada tim Gundala dan penggemar film dalam negeri. (end)