"Lagi siap-siap preparation [Si Buta dari Gua Hantu], harusnya Oktober sudah mulai syuting," kata Production Manager BumiLangit Studios, Imansyah Lubis, seperti dikutip dari Antara, Senin (12/8).
Sebelumnya pada Mei 2018, sutradara Timo Tjahjanto mengungkapkan dirinya sedang menggarap naskah film karakter jagoan asli Indonesia tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Timo asyik, memang suka banget komik, film, dia juga peduli banget sama sesuatu yang tampak di layar harus keren, percayalah sama Timo," kata Imansyah.
"Judul resmi kearifan lokal ceunah. #nusantaraberdarah," tulis Timo kala itu dalam unggahan tersebut.
[Gambas:Instagram]
[Gambas:Instagram]
Si Buta dari Gua Hantu yang versi film mulai syuting Oktober nanti merupakan karakter utama dalam serial cerita silat yang diciptakan komikus Ganesh TH pada 1960-an. Komik ini pertama kali terbit pada 1967 dan dicetak ulang pada 2005.
Komik ini sempat diadaptasi menjadi film pada akhir 1970 dengan judul sama. Adaptasi berlanjut pada enam judul film lain, yaitu Borobudur (1972), Sorga yang Hilang (1977), Duel di Kawah Bromo (1977), Neraka Perut Bumi (1985), Lembah Maut (1990), dan Bangkitnya Si Mata Malaikat (1988).
Secara garis besar, Si Buta dari Gua Hantu berlatar di Nusantara pada zaman kolonial Hindia Belanda.
Mengutip laman resmi pemegang hak cipta komik, BumiLangit Studio, ia memiliki ilmu silat tinggi dengan menggunakan pedang atau tongkat dan menguasai ilmu membedakan suara.
Si Buta diceritakan seorang petualang dan pergi ke berbagai pelosok Nusantara. Tidak sendiri, ia ditemani Wanara yang kerap hinggap di pundaknya.
Di sisi lain, tim BumiLangit Studios sedang mempersiapkan diri untuk menayangkan Gundala di salah satu festival film bergengsi di dunia, Toronto International Film Festival (TIFF) pada September mendatang.
Sang sutradara, Joko Anwar mengatakan bahwa pemutaran Gundala bisa dianggap sebagai sebuah pengakuan.
"Ini bukti bahwa secara standar, kualitas film Gundala dapat pengakuan dari publik internasional," katanya dalam pernyataannya, Jumat (9/8).
Produser Bismarka Kurniawan berpendapat ini adalah kesempatan tepat untuk memperkenalkan pahlawan super yang asli berasal dari Indonesia.
"Senang sekali bisa mengenalkan sosok jagoan asli Indonesia ke panggung internasional. Kami semua bersyukur bahwa film Gundala ini sebagai sebuah kreasi anak bangsa mendapat kesempatan untuk terpilih di ajang dunia yang selektif, TIFF," ujar Bismarka seraya menyampaikan terima kasih kepada tim Gundala dan penggemar film dalam negeri. (end)