Cerita Keluarga Pramoedya Jadi Kameo di 'Bumi Manusia'

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 15:23 WIB
Cerita Keluarga Pramoedya Jadi Kameo di 'Bumi Manusia' Angga juga terlibat bukan hanya sebagai 'pengiring' film Bumi Manusia selaku perwakilan keluarga Pramoedya Ananta Toer, melainkan ikut bermain di dalamnya. (CNN Indonesia/ Agniya Khoiri)
Surabaya, CNN Indonesia -- Cucu sastrawan Pramoedya Ananta Toer, Angga Okta Rahman mengaku lega setelah menonton film yang diadaptasi dari buku sang kakek, Bumi Manusia dalam acara pemutaran perdana di Surabaya, akhir pekan lalu.

Angga mengatakan, momen itu merupakan salah satu yang diimpikan Pram pada 39 tahun lalu, tak lama setelah merilis bukunya dan kini bisa terwujud.

"Bingung sebenarnya menjelaskan dengan kata-kata. Yang jelas senang banget, bahagia banget, dan ada perasaan lepas juga. Gimana ya, pak Pram menunggu momen ini 39 tahun yang lalu baru kesampaian sekarang. Luar biasa rasanya," kata Angga mewakili keluarga Pram.


Angga sebelumnya mengungkapkan dia telah menonton film itu lebih dulu pada awal tahun. 


Namun saat itu, film yang disutradarai Hanung Bramantyo ini belum melalui proses penyuntingan secara maksimal, khususnya pada bagian musik dan CGI.

Angga juga terlibat bukan hanya sebagai 'pengiring' film Bumi Manusia selaku perwakilan keluarga Pramoedya Ananta Toer, melainkan ikut bermain di dalamnya.

Angga mengaku dirinya menjadi cameo dalam film itu tidak direncanakan sebelumnya. Semula, ia datang ke lokasi syuting hanya untuk memantau, namun kemudian ia justru diminta oleh ko-sutradara Catherine Quirine van Heeren menjadi salah satu pemain.

Cucu Pram itu diminta menjadi salah satu pekerja di percetakan. Hal ini juga didukung oleh Produser Falcon Pictures, Erica dan Naveen.


Cerita Keluarga Pramoedya Jadi Kameo di 'Bumi Manusia'Keluarga Pramoedya Ananta Toer dari kiri ke kanan: Angga (cucu Pram), Rova (cucu Pram), Arina (anak Pram), Setyaning (anak Pram), Tatiana (anak Pram) dan Astuti (anak Pram), saat menyaksikan 'Bumi Manusia'. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)

"Masalahnya, saat itu saya sudah pulang, terus beberapa minggu kemudian ditelepon disuruh balik lagi sendiri [untuk syuting]," kenangnya.

Angga datang tak sendiri dalam acara gala premier film Bumi Manusia dan Perburuan pada akhir pekan lalu. Angga datang bersama ibunya, Tatiana Ananta Toer, dan anak Pram lainnya, Arina dan Setyaning Rakyat Ananta Toer.

Bumi Manusia merupakan buku pertama dari Tetralogi Buru karya Pram yang pertama kali diterbitkan oleh Hasta Mitra pada 1980.

Buku ini Pram tulis ketika masih diasingkan di Pulau Buru bersama ribuan tahanan politik lain karena dicap sebagai komunis.

Bumi Manusia bercerita tentang Minke (Iqbaal Ramadhan), seorang pribumi yang bersekolah di HBS. Padahal pada masa itu, yang dapat masuk ke sekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa.

Namun Minke, selain anak seorang bangsawan, ia juga pribumi yang pandai dan sangat piawai menulis.

Melihat kondisi di sekitar, Minke tergerak untuk memperjuangkan nasib pribumi melalui tulisan. Minke menganggap tulisan membuat suaranya tidak akan padam ditelan angin.

Selain tokoh Minke, buku ini juga menggambarkan seorang 'nyai' bernama Nyai Ontosoroh.

Pada saat itu, nyai dianggap sebagai perempuan yang tidak memiliki norma kesusilaan karena statusnya sebagai istri simpanan.

Status seorang nyai telah membuat dirinya sangat menderita, karena ia tidak memiliki hak asasi manusia dengan pantas. Nyai Ontosoroh sadar betul akan kondisi itu dan berusaha keras belajar, agar dapat diakui sebagai seorang manusia.

Melalui buku, secara hidup Pram juga menggambarkan kondisi masa kolonialisme Belanda pada saat itu.

Ia memasukkan sedikit demi sedikit detail ke dalam tulisannya sehingga mirip dengan kondisi asli dan bisa dijadikan salah satu referensi sejarah meskipun fiksi.

Film Bumi Manusia tayang di bioskop bersamaan dengan Perburuan yang juga diangkat dari karya Pramedya Ananta Toer pada 15 Agustus 2019.

[Gambas:Video CNN] (agn/end)