Sinopsis 'Bumi Manusia', Upaya Pribumi Ubah Nasib Bangsa

CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 18:20 WIB
Sinopsis 'Bumi Manusia', Upaya Pribumi Ubah Nasib Bangsa Film 'Bumi Manusia' memiliki kisah perjalanan anak pribumi untuk mengubah nasib sesama anak bangsa di bawah penguasaan kolonial. Berikut sinopsisnya. (dok. Falcon Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Film adaptasi dari novel karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia bakal dirilis pada 15 Agustus. Berikut sinopsis dari film yang diarahkan sutradara Hanung Bramantyo dan ditulis naskahnya oleh Salman Aristo.

Bumi Manusia bercerita tentang Minke (Iqbaal Ramadhan), seorang pribumi yang bersekolah di HBS. Padahal pada masa itu, yang dapat masuk ke sekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa.

Namun Minke, selain anak seorang bangsawan, ia juga pribumi yang pandai dan sangat piawai menulis.


Ia merasa gelisah melihat nasib pribumi lainnya yang tertindas. Melihat kondisi di sekitarnya itu, Minke tergerak untuk memperjuangkan nasib pribumi melalui tulisan, yang menurutnya membuat suaranya tidak akan padam ditelan angin.

Sosok Minke sendiri disebut dibuat Pramoedya terinspirasi dari sosok Tirto Adhi Soerjo, pendiri surat kabar berbahasa Melayu pertama di Indonesia yang belakangan dikenal juga sebagai Bapak Pers Nasional.

Selain tokoh Minke, Bumi Manusia yang berlatar di Surabaya pada masa pendudukan Hindia Belanda 1898 ini juga menggambarkan seorang 'nyai' bernama Nyai Ontosoroh (Sha Ine Febriyanti).

Pada masa itu, nyai dianggap sebagai perempuan yang tidak memiliki norma kesusilaan karena statusnya sebagai istri simpanan. Status seorang nyai telah membuatnya sangat menderita, karena ia tidak memiliki hak asasi manusia sepantasnya.

Nyai Ontosoroh sadar betul akan kondisi itu dan berusaha keras belajar agar dapat diakui sebagai seorang manusia.
Sinopsis 'Bumi Manusia', Upaya Pribumi Ubah Nasib BangsaBumi Manusia juga memiliki sinopsis kisah cinta antara Minke dan Annelies (Mawar de Jongh), gadis Indo yang juga anak dari Nyai Ontosoroh dengan tuannya Herman Mellema (Peter Sterk). (dok. Falcon Pictures)
Di tengah cerita itu, Bumi Manusia juga memiliki sinopsis kisah cinta antara Minke dan Annelies (Mawar de Jongh), gadis Indo yang juga anak dari Nyai Ontosoroh dengan tuannya Herman Mellema (Peter Sterk).

Bumi Manusia merupakan buku pertama dari Tetralogi Buru karya Pram yang pertama kali diterbitkan oleh Hasta Mitra pada 1980. Buku ini ia tulis ketika masih diasingkan di Pulau Buru bersama ribuan tahanan politik lain karena dicap sebagai komunis.

Melalui buku, secara hidup Pram juga menggambarkan kondisi masa kolonialisme Belanda pada saat itu.

[Gambas:Youtube]

Ia memasukkan sedikit demi sedikit detail ke dalam tulisannya sehingga mirip dengan kondisi asli dan bisa dijadikan salah satu referensi sejarah meskipun fiksi.

Bumi Manusia sudah lama digadang-gadang untuk menjadi film. Sejumlah sineas seperti Mira Lesmana, Garin Nugroho, Anggy Umbara sempat disebut hendak menangani penggarapannya, tapi kemudian proyek ini jatuh ke tangan Hanung dengan produksi di bawah Falcon Pictures.

Selain Iqbaal, Ine, dan Mawar, film ini juga menampilkan aksi Donny Damara sebagai Ayah Minke, Ayu Laksmi sebagai Ibu Minke, Giorgino Abraham sebagai Robert Mellema, Jerome Kurnia sebagai Robert Suurhof, Bryan Domani sebagai Jan Dapperste alias Panji Darman, Hans de Krakker sebagai Jean Marais, dan lainnya.

Usai mengetahui sinopsis, bersiaplah menyaksikan film Bumi Manusia yang dirilis bersamaan dengan Perburuan, yang juga diadaptasi dari novel lain Pramoedya Ananta Toer pada 15 Agustus 2019.

[Gambas:Video CNN] (agn/end)