Ayu Laksmi Cabut 'Jiwa' Nyai Ontosoroh demi 'Bumi Manusia'

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 20:15 WIB
Ayu Laksmi Cabut 'Jiwa' Nyai Ontosoroh demi 'Bumi Manusia' Tak mudah bagi seniman asal Bali, Ayu Laksmi untuk menjadi sosok ibunda Minke di film 'Bumi Manusia'. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak mudah bagi seniman asal Bali, Ayu Laksmi untuk menjadi sosok ibunda Minke di film Bumi Manusia. Menurut Ayu, jiwanya lebih mirip Nyai Ontosoroh.

Sosok ibunda Minke yang dibebankan kepada Ayu adalah sosok ibu yang bijaksana dan berasal dari kelas bangsawan Jawa.

"Saya adalah perempuan maskulin, mungkin kadang-kadang seperti Nyai Ontosoroh dalam beberapa situasi," kata Ayu saat berbincang dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.


"Namun terkadang seperti Ibunda Minke, ketika saya harus berhadapan dengan anak-anak remaja yang susah dikasih tahu," lanjutnya. "Saya pikir semua perempuan punya kedua sisi itu,"

Ayu sempat didapuk untuk memerankan tokoh Nyai Ontosoroh dalam proyek yang digarap oleh sutradara lain. Namun, proyek itu kemudian batal.

Kini, dalam film yang berada di bawah arahan Hanung Bramantyo, Ayu dilibatkan sebagai Ibunda Minke. Hal ini yang kemudian menjadi tantangan bagi dirinya.

Ayu, yang adalah seorang wanita Bali dan memiliki karakter keras ala Nyai Ontosoroh, harus melepaskan 'jiwa' tersebut dan berbalik 180 derajat menjadi sosok wanita ningrat Jawa yang amat menjaga citra.

Bintang Pengabdi Setan ini mengaku perangai halus dan memperhatikan penampilan itu lah yang disebut Ayu amat berbeda dengan dirinya. "Kehidupan sehari-hari saya cuek," katanya.

"Cuci muka, sikat gigi, kemudian saya pergi. Ikat rambut yang penting keliatan kayak sudah mandi. Saya berusaha untuk mengadopsi, enggak cuma Ibu Minke, tapi perempuan Jawa," lanjutnya.
Ayu Laksmi Cabut 'Jiwa' Nyai Ontosoroh demi 'Bumi Manusia'Selain tokoh Minke, buku ini juga menggambarkan seorang 'nyai' bernama Nyai Ontosoroh. (Dok. Falcon Pictures)
Selain itu, karakter ibunda dari Minke yang bijak menuntut Ayu berusaha berpikiran netral dan tidak berpihak kepada siapa pun, meski kerap terjebak dalam pilihan.

Bumi Manusia merupakan buku pertama dari Tetralogi Buru karya Pram yang pertama kali diterbitkan oleh Hasta Mitra pada 1980.

Buku ini ditulisnya ketika masih diasingkan di Pulau Buru bersama ribuan tahanan politik lain karena dicap sebagai komunis.

Bumi Manusia bercerita tentang Minke (Iqbaal Ramadhan), seorang pribumi yang bersekolah di HBS. Padahal pada masa itu, yang dapat masuk ke sekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa.

Selain tokoh Minke, buku ini juga menggambarkan seorang 'nyai' bernama Nyai Ontosoroh.

Pada saat itu, nyai dianggap sebagai perempuan yang tidak memiliki norma kesusilaan karena statusnya sebagai istri simpanan.

Status seorang nyai telah membuat dirinya sangat menderita, karena ia tidak memiliki hak asasi manusia dengan pantas. Nyai Ontosoroh sadar betul akan kondisi itu dan berusaha keras belajar, agar dapat diakui sebagai seorang manusia.

Melalui buku, secara hidup Pram juga menggambarkan kondisi masa kolonialisme Belanda pada saat itu.

Ia memasukkan sedikit demi sedikit detail ke dalam tulisannya sehingga mirip dengan kondisi asli dan bisa dijadikan salah satu referensi sejarah meskipun fiksi.

Film Bumi Manusia tayang di bioskop bersamaan dengan Perburuan yang juga diangkat dari karya Pramedya Ananta Toer pada 15 Agustus 2019. (agn/end)