Sejak lama, trio ini dikenal frontal dalam menyampaikan pesan serta kritik bertema sosial-politik. Salah satunya, lagu Merdeka yang mempertanyakan kehidupan masyarakat Indonesia, serta Merah yang menyentil kotornya dunia politik.
Ditemui di kawasan Kemang, Rabu (21/8) pada saat jumpa pers untuk acara Synchronize Festival, Cholil (vokal) mengatakan bahwa mereka sudah selesai melakukan rekaman dan sekarang sedang dalam tahap proses mastering. Rekaman sendiri dilakukan di kota New York, saat ia masih berada di AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cholil pun sempat membeberkan rencana band pemilik lagu Di Udara itu. Dikatakan, album mini ini diperkirakan rilis pada akhir tahun. Ia mengakui, sebenarnya sudah ada rencana membuat album penuh, namun harus ditunda untuk penyelesaian album mini.
"Ya karena pengen ngetes aja sih gimana sih rekaman di sana (AS), apa yang bisa dipelajarin lah. Terus ya karena keputusan rekamannya tuh setelah ada kepastian bahwa gue balik ke Indonesia for good gitu ya," kata Cholil.
Cholil Mahmud (vokal, gitar) menyebut Efek Rumah Kaca telah memiliki materi baru. (CNN Indonesia/ Hesti Rika) |
Tak butuh waktu lama, Cholil langsung mengajak dua rekannya berdiskusi tentang materi baru. "Terus ya sudah, ada kesempatan main musik, akhirnya ngehubungin anak-anak bisa berangkat enggak, kita mungkin workshop."
Berita Musik Pilihan Lainnya |
Efek Rumah Kaca telah dipastikan menjadi salah satu pengisi panggung Synchronize Festival yang diadakan pada 3-6 Oktober 2019 di JIEXPO, Jakarta. Bersama mereka, akan tampil pula Kahitna, Glenn Fredly, TipeX, The Brandals, The Sigit, TonyQ, Gigi, dan puluhan musisi lainnya.
[Gambas:Video CNN] (kja/rea)
Cholil Mahmud (vokal, gitar) menyebut Efek Rumah Kaca telah memiliki materi baru. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)