Yang Hyun-suk Diduga Pernah Pertaruhkan Rp11 M untuk Judi

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 24/08/2019 16:12 WIB
Yang Hyun-suk Diduga Pernah Pertaruhkan Rp11 M untuk Judi Mantan bos YG Entertainment, Yang Hyun-suk dikabarkan kerap mengunjungi Hotel MGM di Las Vegas, AS untuk berjudi. (ilustrasi: TheAndrasBarta/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus perjudian ilegal yang diduga dilakukan oleh mantan bos YG Entertainment, Yang Hyun-suk di Las Vegas, AS beberapa waktu lalu masih berlanjut. Program berita JTBC Newsroom milik jaringan televisi JTBC melaporkan detail lebih spesifik pada Jumat (23/8).

Detail itu termasuk laporan mengenai para artis dari YG Entertainment yang disebut selalu diinapkan di MGM Hotel dalam setiap kunjungan ke AS. Para artis itu dikabarkan menerima layanan kelas atas. 

Hal tersebut dikemukakan oleh seorang mantan karyawan YG Entertainment yang berkata, "Setiap kali artis YG pergi ke AS untuk pertunjukan, mereka selalu menginap di MGM Hotel dan menerima pelayanan VIP." 


Sumber yang sama mengungkapkan, YG selalu menggratiskan karyawannya apabila mereka pergi ke AS sekalipun mereka berangkat berombongan. 

"Kalau kami pergi bersama CEO Yang Hyun-suk, semuanya selalu gratis, walaupun jumlah kami banyak. Jika kami memberikan nomor kamar kami, bahkan [makan di] restoran Jepang yang mewah pun akan gratis," lanjutnya.

Dilaporkan oleh MyDaily via Naver, JTBC mengatakan bahwa YG mengunjungi MGM Grand di Las Vegas lebih dari 11 kali dalam lima tahun terakhir. Ia disebut memiliki uang dengan total 1,5 miliar Won atau sekitar Rp17,6 miliar di akun MGM.

YG menggunakan 1 miliar won (sekitar Rp11,7 miliar) dan kalah sekitar 600 juta won atau Rp7 miliar. Ia bermain selama 17 jam per hari dan mempertaruhkan sekitar 18 juta won (Rp211,5 juta) di setiap permainan.
Yang Hyun-suk Diduga Pernah Pertaruhkan Rp11 M untuk Judi Yang Hyun-suk alias YG dilaporkan kerap menghabiskan jutaan won di meja judi di Las Vegas, AS. (AFP PHOTO/STARNEWS)
Menurut JTBC Spotlight, YG mengelola klub yang ada di daerah Hongdae dan Gangnam, tetapi selalu menerima untung dalam bentuk uang tunai. Ia telah mengelola klub tersebut selama 20 tahun, tetapi tidak pernah terdaftar sebagai pemilik.

Di program tersebut, seorang akuntan mengomentari bahwa hal itu dilakukan agar YG membayar pajak lebih sedikit dan uangnya tidak terlacak. Uang itu juga dikatakan digunakan untuk berpolitik.

Terkait dengan kasus dugaan judi itu, baru-baru ini kepolisian Korea telah resmi mengeluarkan larangan bepergian untuk YG. Dikhawatirkan YG akan berusaha meninggalkan Korea untuk menghindari pemeriksaan lebih lanjut.

[Gambas:Video CNN] (taj/rea)