Mayoritas pengunjung yang berkumpul di area panggung utama tampak berusia 30 tahun sampai 40 tahun. Hal ini tergolong wajar mengingat Primal Scream merupakan band tua, terbentuk pada 1982.
Primal Scream naik panggung sesuai dengan jadwal. Tanpa basa basi, mereka langsung membawakan lagu Movin' On Up, Jailbird dan Can't Go Back tanpa jeda. Tiga lagu itu mereka bawakan dengan baik tanpa cacat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Primal sendiri sangat sedikit berinteraksi dengan pengunjung. Mereka 'dingin'. Mereka hanya berinteraksi dengan mengucapkan terima kasih dan menjelaskan lagu selanjutnya yang akan dibawakan.
Penampilan band alternatif rock ini terasa menarik ketika memasuki bagian tengah. Mereka membawa sederet lagu hit seperti Kill All Hippies, Swastika Eyes dan Loaded yang membuat pengunjung larut.
Hampir semua pengunjung berjingkrak dan ikut bernyanyi. Terlebih ketika terdengar suara solo drum di beberapa bagian dan terdengar bunyi-bunyian elektronik yang diatur dengan baik. Suara elektronik terdengar bergantian di pengeras suara sebelah kanan dan kiri panggung.
Meski aksi Primal Scream di Soundrenaline 2019 tergolong dingin kepada penonton, namun lagu yang mereka bawakan membuat penonton menghangat. (CNN Indonesia/M Andika Putra) |
Primal Scream menutup penampilan dengan membawakan lagu Country Girl dan Rocks. Dua lagu itu sangat tepat dibawakan sebagai penutup karena merupakan sejumlah lagu mereka yang paling hit.
Pengunjung sempat berteriak 'we want more' untuk meminta Primal Scream membawakan encore. Sayang permintaan itu tidak dikabulkan, mengingat masih ada dua penampil yang dijadwalkan main usai Primal Scream. (end)
Meski aksi Primal Scream di Soundrenaline 2019 tergolong dingin kepada penonton, namun lagu yang mereka bawakan membuat penonton menghangat. (CNN Indonesia/M Andika Putra)