Garin Soal 'Kucumbu Tubuh Indahku' ke Oscar: Keputusan Berani

tim, CNN Indonesia | Selasa, 17/09/2019 20:12 WIB
Garin Soal 'Kucumbu Tubuh Indahku' ke Oscar: Keputusan Berani Garin Nugroho menyadari 'Kucumbu Tubuh Indahku' bertema sensitif, sehingga keputusan Komite Seleksi memilih film itu ke Oscar adalah hal dianggap berani. (dok. Fourcolours Films)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sutradara Garin Nugroho memberikan tanggapan terkait film garapannya, Kucumbu Tubuh Indahku yang terpilih sebagai wakil Indonesia di ajang Oscar 2020. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan langkah berani dari tim juri.

"[Ini] merupakan keputusan yang berani karena menyangkut tema yang sensitif, dan juga menunjukkan juri melihat era kultural diversity, yakni manusia berhak hidup damai tanpa kekerasan, diskriminasi dan persekusi serta kekerasan dalam keberagaman berbangsa," kata Garin dalam pesan singkat yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (17/9).

Garin pun menambahkan, "Pilihan ini selalu memberi spirit, menciptakan tema-tema penting untuk kita membuka diskusi."


Kucumbu Tubuh Indahku merupakan film kedua Garin yang dipilih untuk mewakili Indonesia ke Oscar. Sebelumnya, film Daun di Atas Bantal (1998) juga pernah dikirim ke Oscar tapi belum berhasil menembus sebagai nominee.

Film Kucumbu Tubuh Indahku berkisah tentang penari Lengger bernama Juno.

Sejak ditinggal ayahnya, Juno bergabung dengan sanggar tari Lengger. Tak diduga tarian itu membuatnya menapaki perjalanan hidup yang berliku. Sampai pada akhirnya, Juno bisa memahami dan menerima keindahan hidup sebagai seorang penari Lengger.

Tari Lengger sendiri merupakan budaya asli Indonesia, tepatnya berasal dari Banyumas. Tarian itu mengharuskan penarinya menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh. Biasanya tarian itu dipentaskan lelaki, yang di keseharian mengubah diri jadi perempuan.

Mereka berlaku, berlenggok, dengan gemulai bak wanita sungguhan.

Garin membuat Kucumbu Tubuh Indahku berdasarkan cerita hidup seorang penari Lengger, Rianto.

Garin Soal 'Kucumbu Tubuh Indahku' ke Oscar: Keputusan BeraniFilm Kucumbu Tubuh Indahku yang berkisah tentang penari Lengger bernama Juno dikirim ke Oscar 2020. (dok. Fourcolours Films)
"Tubuh kita ini menyimpan ingatan. Rangkaian ingatan tersebut menjadi sebuah sejarah manusia, sejarah tubuh dan trauma-traumanya tersendiri yang bukan hanya personal, tapi juga merupakan representasi sosial dan politik yang dialami seorang individu," kata Garin.

"Seorang penari Lengger yang harus menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh adalah sebuah pergolakan ingatan tubuh yang sangat menantang," lanjutnya dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, beberapa bulan lalu.

Film yang tayang di Indonesia sejak 18 April lalu itu sudah mendapat beberapa penghargaan internasional, termasuk dari Italia, Prancis, Australia, dan Meksiko. Kucumbu Tubuh Indahku juga sudah diputar di lebih dari 30 festival film di seluruh dunia.

Film yang tayang perdana di Festival Film Internasional Venesia ke-75 itu meraih penghargaan Venice Independent Film Critic 2018, kemudian Film Terbaik di Festival Des 3 Continents 2018, dan Asia Pasific Screen Awards 2018.

Sebelumnya, film tersebut sempat diliputi kontroversi karena menampilkan tema LGBT. Bahkan, sejumlah orang membuat petisi untuk memboikot film tersebut. (agn/end)