Prihatin Revisi UU, Efek Rumah Kaca Ramaikan 'Pemakaman KPK'

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 19/09/2019 13:24 WIB
Band Efek Rumah Kaca menyuarakan keprihatinan soal revisi UU KPK yang dianggap melemahkan lembaga itu dengan menggalakkan tagar 'PemakamanKPK' di media sosial. Band Efek Rumah Kaca meramaikan tagar berbunyi PemakamanKPK sebagai ungkapan keprihatinan mereka atas masalah revisi UU KPK yang tengah jadi pembicaraan. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Band Efek Rumah Kaca (ERK) turut bersuara menyoroti kondisi yang tengah menerpa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Trio Cholil Mahmud, Akbar, dan Airil Nur Abadiansyah yang biasa dipanggil Poppie itu mengunggah sebuah video pendek untuk mengungkapkan perasaan mereka.

Dalam video yang sama, ERK juga mengajak penggemar untuk mengirimkan video yang mendukung KPK dan menolak revisi UU KPK. Mereka meminta agar video itu dibuat dalam durasi 30 detik dan diunggah ke Instagram dengan memakai tagar #PemakamanKPK.

"Kami Efek Rumah Kaca sedang bersedih karena revisi Undang-Undang KPK akan mengancam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia," kata Cholil mengawali.


"Bila revisi Undang-Undang disahkan, maka KPK makin lemah, tidak independen, dan koruptor kakap akan bergembira. Bagaimana perasaanmu jika KPK gak ada?" ujar Akbar kemudian.

Poppie lantas memberi alamat surel untuk mengirim video dan menyarankan penggunaan tagar #PemakamanKPK di Instagram. ERK menyatakan batas waktu pengiriman video ditentukan sampai Kamis (19/9) jam 12 siang WIB.

[Gambas:Instagram]

Video tersebut diunggah pada Selasa (17/9) dan menurut pantauan CNNIndonesia.com, langsung mendapat respons dari penggemar ERK, atau mereka yang sama-sama prihatin dengan nasib KPK. Tagar yang dimaksudkan telah ramai oleh unggahan video yang menampilkan kesedihan masyarakat karena 'kehilangan' KPK, seperti yang dilakukan oleh akun @ronirobert.

[Gambas:Instagram]

Akun @umar.ncexs memilih menyatukan potongan-potongan rekaman televisi dan berita, sementara akun @funkcloth mengunggah video berisi dua pemuda mempertanyakan dan mengkritik keputusan pemerintah menyetujui revisi UU KPK.

[Gambas:Instagram]

[Gambas:Instagram]

Ratusan karya diunggah menggunakan tagar yang disarankan ERK. Tak hanya video, namun juga potongan lagu, sampai protes yang disampaikan lewat gambar seperti yang dilakukan akun @hvmalaya.

[Gambas:Instagram]

Efek Rumah Kaca telah menyuarakan kepedulian sosial sejak awal karier. Pada 2007, mereka mencuri perhatian dengan Cinta Melulu, lagu bertempo riang dengan lirik berdasar realita yang mengundang senyum pendengarnya. Lewat tiga album, masing-masing bertajuk Efek Rumah Kaca, Kamar Gelap (2008) dan Sinestesia (2015), ERK kerap melontarkan kritik dengan gaya puitis yang tegas, tidak dibuat-buat.

Di sela ketiga album dan kesibukan para personel, terlebih Cholil yang sempat pindah domisili ke AS, ERK masih sempat merilis beberapa single seperti Merdeka, Seperti Rahim Ibu, dan yang terbaru pada awal bulan ini, Tiba-tiba Batu.

Cholil pun diketahui menghadiri aksi Pemakaman KPK di Gedung Merah Putih KPK, pada Selasa (17/9). Ia sempat melantunkan puisi Bunga dan Tembok karya Widji Thukul diiringi denting gitar.

[Gambas:Youtube] (rea)