ULASAN KONSER

Berjoget 'Konangan' di Tengah Kekurangan Konser Didi Kempot

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Sabtu, 21/09/2019 15:49 WIB
Berjoget 'Konangan' di Tengah Kekurangan Konser Didi Kempot Para penonton larut bergoyang dalam konser Didi Kempot bertajuk 'Konangan', meski banyak kekuarangan dari sisi teknis. (CNN Indonesia/ M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Turun, turun, turun, turun!" seru penonton dalam konser Didi Kempot bertajuk Konangan Concert di Live Space, SCBD, Jakarta Selatan, Jumat malam (20/9).

Bukan. Sorakan penonton itu bukan ditujukan kepada Didi, melainkan kepada Feel Koplo sebagai penampil pembuka.

Kasian memang, duo DJ itu menjadi sasaran amarah penonton karena konser ngaret yang sebenarnya menjadi tanggung jawab Highway Live sebagai promotor.


Wajar bila penonton marah. Dalam poster tertulis gerbang konser dibuka mulai pukul 18:00 WIB, sementara Feel Koplo baru naik panggung pukul 20:00 WIB. Sudah menanti dua jam namun bukan musisi dengan julukan Godfather of Broken Heart yang muncul.


Penonton sudah bersorak sejak pukul 19:30 WIB ketika layar yang menjadi latar panggung berulang menampilkan profil sponsor dan cuplikan video musik Didi. Membosankan bukan?

Didi akhirnya naik panggung pukul 20.30 WIB, tanpa basa-basi ia langsung menyanyikan lagu Sewu Kuto. Belum sampai reff, mayoritas penonton reflek bernyanyi sembari berjoget. Penantian satu jam lebih akhirnya terbayar juga.

Meski tidak sepenuhnya juga, karena kualitas sistem audio yang buruk, suara tidak terdengar baik di bagian belakang ruangan. Setiap Didi bernyanyi suaranya pun tak terdengar jelas, tertutup berbagai alat musik, terutama kendang.

Saya sendiri sempat berpikir menyenangkan diri, bahwa kualitas audio yang buruk ini hanya terjadi di awal konser karena penyesuaian.

Tapi sayangnya, ini terjadi dari awal sampai akhir konser. Padahal saat jumpa media sebelum konser Direktur Highway Live, Oktoberi Subekti, mengklaim konser bertaraf Internasional.

Merayakan Konangan di Tengah Kekurangan Konser Didi KempotDidi Kempot menjadi salah satu musisi yang saat ini digemari oleh kawula muda. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)

Saat konser berlangsung, klaim itu nampaknya hanya materi promosi semata. Konangan Concert nyatanya tidak demikian. Mulai dari jeda waktu yang cukup lama dari pembukaan gerbang hingga penampilan, sampai kualitas sound system yang buruk.

Beruntung, kekurangan teknis ini agak terobati kerena musisi asal Solo ini berhasil membuat penonton larut dengan penyusunan lagu yang sangat tepat.

Ia banyak membawakan lagu hit seperti Layang Kangen, Banyulangit, Cidro, Tanjung Mas Tinggal Janji dan Dalan Anyar.


Ada pula lagu yang tidak begitu hit seperti Kalung Emas dan Pantai Klayar, yang tetap disambut baik oleh beberapa penonton yang benyanyi sembari berjoget, beberapa terlihat sangat lepas dengan mata setengah tertutup.

Meski begitu, suasa asyik tersebut sempat terganggu di tengah konser karena penonton semakin banyak berdatangan. Jumlah tiket yang dijual sebanyak 2.500 lembar nampaknya terlalu banyak untuk Live Space sehingga ruangan terasa sangat sesak. Terlebih penonton Didi sudah pasti aktif berjoget.

[Gambas:Video CNN]

Sebanyak 2.500 pengunjung mungkin cukup ditampung di Live Space bila tidak ada sebagian ruangan yang digunakan untuk control room salah satu stasiun televisi swasta yang mengabadikan konser Didi.

Dengan berbagai kekurangan tersebut, toh penonton terlihat tetap asyik menikmati penampilan Didi. Mereka tetap merayakan idolanya beraksi. Seperti ketika Didi membawakan lagu Suketeki bersama Sisca JKT 48 dan Stasiun Balapan bersama Cita Citata.

Baik suara Sisca dan Cita Citata tidak terdengar dengan jelas, bahkan di bagian belakang tidak terdengar sama sekali. Tapi penonton tetap saja bernyanyi dan berjoget, bagi mereka yang penting bisa menyaksikan penampilan Didi secara langsung.


Namun, usia Didi yang sudah mencapai 52 tahun nampaknya tidak bisa diakali. Musisi yang mengusung genre campursari ini sempat istirahat di tengah penampilan. Selama istirahat di belakang panggung, dua backing vocal Didi tampil membawakan lagu Bojo Galak, Bojo Loro dan Sayang 2 milik Nella Kharisma.

Didi kembali naik panggung dengan gaya yang berbeda dari sebelumnya, ia mengenakan blangkon berwara hitam dan biru. Setelah membawakan Pantai Klayar dan Ambyar, Didi menutup penampilan dengan lagu Pamer Bojo.

Pemilihan Pamer Bojo sebagai penutup sangat tepat karena lagu ini sangat hit. Bahkan belakangan muncul senggak cendol dawet yang dinyanyikan penonton di tengah lagu, seperti yang dikumandangkan penonton tadi malam. (stu)