Seleb Minta Jokowi Dengar Aspirasi Para Mahasiswa

tim, CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 08:27 WIB
Seleb Minta Jokowi Dengar Aspirasi Para Mahasiswa Sejumlah seleb mendukung gerakan protes para mahasiswa dan meminta Presiden Jokowi mendengarkan aspirasi mereka.(CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelombang protes para mahasiswa yang terjadi di berbagai daerah mendapat perhatian para seleb. Sejumlah pesohor ikut mendukung dan meminta Presiden Joko Widodo mendengar protes yang terus disuarakan di jalanan.

Salah satu dukungan yang datang untuk para mahasiswa yang menolak berbagai hal, mulai dari kasus Papua, RUU KUHP, sampai RUU KPK, datang dari komika Soleh Solihun.

"pak @jokowi mahasiswa sudah bergerak tuh. segera dengarkan aspirasi mereka dong, pak. jangan tunggu gelombang aksi mahasiswa makin membesar," kata Soleh Solihun.




"Hormat pada semua mahasiswa dan rakyat yang telah turun ke jalan hari ini. Panjang umur perjuangan. Saya makin percaya masih banyak mahasiswa dan rakyat yang kritis: tak terbeli kekuasaan." kata sutradara teater Agus Noor.



Komika Arie Kriting juga memberikan dukungan kepada para mahasiswa yang mengajukan protes di berbagai daerah, khususnya kepada sang adik yang ikut ambil bagian dalam aksi.

"Dikirimin adik saya yang sedang studi di Malang. Dia lagi ikut aksi di depan gedung Dewan, mengawal hal rakyat banyak. Jaga diri baik-baik ya dek. Abang bangga," kata Arie Kriting.



Dukungan dengan cara yang berbeda datang dari mantan personel band Banda Neira Ananda Badudu. Ananda bukan hanya memberikan dukungan secara moril, melainkan menggalang dana untuk mendukung gerakan mahasiswa.

Ananda juga melampirkan tangkapan layar yang menunjukkan perolehan dana sudah mencapai puluhan juta rupiah.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di laman tersebut, Selasa (24/9) pagi, perolehan dana bahkan sudah mencapai Rp95 juta, jauh lebih tinggi dari target dana sebesar Rp50 juta padahal masih ada 28 hari untuk mengumpulkan dana.

"Sedikit lagi donasi mencapai target, tapi kantong urunan tetap akan dibuka, prioritas selanjutnya setelah makan-minum-sound system, kita alokasikan untuk alat kesehatan (ambulans, tim medis, dll). Bangga banget sama kalian semua, kita buktikan aksi ini aksi tanpa bohir dan cukong," kata Ananda Badudu.



Berbagai protes dilakukan para mahasiswa di sejumlah daerah di Indonesia. Di Jakarta, ribuan mahasiswa mengepung gedung Dewan Perwakilan Rakyat untuk memprotes sejumlah rancangan undang-undang yang kontroversial, seperti KUHP dan KPK.

Pada Senin (23/9) malam, ribuan mahasiswa mencoba menembus pagar gedung DPR dan sempat terjadi kericuhan yang berujung tembakan gas air mata dari pihak kepolisian.

Mahasiswa di Bandung juga melakukan hal serupa. Ribuan mahasiswa mengepung Gedung DPRD Jawa Barat menyoroti sejumlah masalah, seperti pasal karet pada RKUHP, RUU Pertanahan, dan RUU Pemasyarakatan (PAS), hingga menolak revisi UU KPK.

Di Samarinda, ratusan mahasiswa di Samarinda melakukan aksi pawai (long march) ke gedung DPRD Kalimantan Timur, Senin (23/8) pagi. Ratusan orang dari sembilan universitas ini melakukan aksi menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

Koordinator Lapangan Aksi, Markus, mengatakan mahasiswa yang melakukan demonstrasi mendorong agar pemerintah beserta anggota legislatif untuk mencabut RUU KPK yang telah disahkan. Selain itu mahasiswa juga menolak peresmian RUU lainnya yang dinilai dapat melemahkan rakyat. (end)