ULASAN KONSER

Membuka Mata dan Pikiran Lewat Konser The 1975 di Jakarta

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Senin, 30/09/2019 13:31 WIB
Konser The 1975 di Jakarta jadi paket komplet yang bukan hanya menghibur pecinta musiknya, tapi juga membuka mata dan pikiran lewat pesan positif. Konser The 1975 di Jakarta jadi paket komplet yang bukan hanya menghibur pecinta musiknya, tapi juga membuka mata dan pikiran lewat pesan positif. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musik, celoteh vokalis, koreografi, set panggung serta tata lampu mungkin telah menjadi bagian yang kerap ditemui pada sebuah gelaran konser. Namun, The 1975 yang menggelar konsernya kembali di Indonesia, Minggu (29/9) malam di kawasan Senayan Jakarta, menyuguhkan lebih dari itu.

Mereka tidak hanya memuaskan penggemar dengan lagu-lagu andalan dan pertunjukan yang memukau, tapi juga menyadarkan penonton tentang suramnya dunia yang terlihat bagi generasi muda.

Isu sosial, krisis iklim, hingga situasi politik menjadi poin-poin utama yang digaungkan band asal Inggris ini dalam konser bertajuk "A Brief Enquiry Into Online Relationships Tour".


Sejak konser ini dimulai, The 1975 cukup vokal menggemakan beragam masalah itu lewat lagu terbaru berjudul People.

Lagu ini sendiri merupakan seruan bagi masyarakat untuk bertindak melawan masalah dunia, termasuk kesenjangan generasi, konservatisme, dan masalah politik lainnya.
Membuka Mata dan Pikiran Lewat Konser The 1975 di JakartaIsu sosial, krisis iklim, hingga situasi politik menjadi poin-poin utama yang digaungkan The 1975 dalam konser bertajuk "A Brief Enquiry Into Online Relationships Tour". (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Di sisi lain, sang vokalis band, Matthew Healy juga muncul mengenakan kaos merah kebesaran bertuliskan 'Question Authority' yang dipadukan dengan rok ala nenek-nenek bermotif bunga seperti menjadi sebuah 'pernyataan' tersendiri.

Gaungan itu dilanjutkan lewat lagu-lagu seperti Love It If We Made It yang menyoroti gejolak masyarakat modern dan I Like America America & Likes Me tentang kekerasan senjata.

Remaja pejuang iklim Greta Thunberg pun jadi bagian dalam konser The 1975. Sebelumnya, The 1975 merilis kolaborasi dengan Thunberg dengan mengiringi seruan gadis berusia 16 tahun untuk mengajak keterlibatan semua orang dalam menangani krisis iklim dunia.

Selama pemutaran orasi Thunberg, seluruh anggota band duduk termenung, dengan vokalis yang kerap disapa Matty ini duduk menghadap layar dan meminta penonton mendengarkan dengan seksama.
Membuka Mata dan Pikiran Lewat Konser The 1975 di Jakarta
"We have to acknowledge that the older generations have failed. All political movements in their present form have failed. But Homo sapiens have not yet failed. Yes, we are failing, but there is still time to turn everything around," terdengar Thunberg berkata-kata diiringi musik instrumental dan sorak penonton yang setuju dengan pesan itu.

"We are facing a disaster of unspoken sufferings for enormous amounts of people. And now is not the time for speaking politely or focusing on what we can or cannot say. Now is the time to speak clearly."

"So, everyone out there, it is now time for civil disobedience. It is time to rebel."
Membuka Mata dan Pikiran Lewat Konser The 1975 di JakartaRemaja pejuang iklim Greta Thunberg pun jadi bagian dalam konser The 1975. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)

Meski konser ini cukup sarat akan ragam isu seperti yang menjadi tema utama dalam album "A Brief Enquiry Into Online Relationships", tapi The 1975 juga melengkapi konser ini dengan sejumlah hit andalan seperti Robbers, Chocolate, Sex, A Change of Heart, Fallingforyou, You serta Loving Someone.

The 1975 tak luput melengkapi pertunjukan dengan lagu-lagu yang berangkat dari pengalaman pribadi Matty dan cukup relevan bagi sebagian orang, seperti Somebody Else, I Always Wanna Die (Sometimes), Sincerity Is Scary, Give Yourself a Try, dan I Couldn't Be More In Love.

Selama satu setengah jam penampilan, The 1975 membawakan sekitar 23 lagu dengan tata panggung sederhana tapi megah berkat permainan cahaya lampu dan visual yang memukau serta memanjakan mata.

Belum lagi dengan aksi menggemaskan dan nyeleneh dari sang vokalis yang disambut hangat para penggemarnya.

Baru tampil membawakan beberapa lagu, dia sudah meminta agar penonton di festival B ikut bergabung ke bagian festival A.

"Saya tahu kalian membayar tiket, tapi saya tidak peduli," ucapnya ke arah penonton festival A sambil tertawa meledek.

Di tengah penampilan, Matty pun bercerita mereka tengah bersiap untuk meluncurkan album baru berjudul "Notes on a Conditional Form" dan berencana menggelar tur dunia selanjutnya untuk promosi album tersebut.

Sebelumnya, mereka telah mengumumkan mengadakan konser di Eropa dan Amerika.

"Halo, hai, saya sangat senang bisa di sini bersama kalian. Ini pertunjukan yang besar untuk kami, terima kasih sudah datang. Ini merupakan dua tur dunia pertama kami untuk masing-masing album, kami punya album baru dirilis tahun depan dan mungkin kami akan kembali," ucapnya disambut riuh penonton.

"Ini masih proses, kami akan pergi ke beberapa tempat jadi kalian bisa datang," tambahnya.

Pertunjukan konser The 1975 di Jakarta ini sebelumnya dibuka dengan aksi band Barasuara yang membawakan sejumlah lagu hitnya seperti Pikiran dan Perjalanan, Bahas Bahasa, Api dan Lentera, serta Guna Manusia.

Secara garis besar, konser The 1975 di Jakarta ini merupakan paket komplet yang tidak hanya menghibur pecinta musiknya tapi juga membuka mata dan pikiran lewat pesan positif. (end)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK