Penonton 'Joker' Syok Dengar Lagu Karya Pelaku Pelecehan Anak

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 08/10/2019 16:46 WIB
Penonton 'Joker' Syok Dengar Lagu Karya Pelaku Pelecehan Anak Joaquin Phoenix sebagai Joker dalam potongan adegan yang membuat penonton terkejut. (dok. Warner Bros Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain jalan cerita tak terduga dan akting Joaquin Phoenix sebagai Arthur Fleck yang mendapat banyak pujian, film Joker tak kalah banyak menuai kontra. Yang terbaru, adalah penggunaan lagu tema dalam adegan yang menampilkan Joker berdansa sembari menuruni tangga.

Lagu itu berjudul Rock and Roll 2, merupakan buah karya dari artis bernama Glitter. Nama aslinya Paul Gadd. Sewajarnya seorang artis yang lagunya dipakai dalam film, maka si artis berhak mendapat royalti. Demikian pula dengan Paul Gadd.

Kontroversi menyeruak seketika usai diketahui Paul Gadd saat ini tengah berada di balik jeruji penjara. Ia diputus bersalah pada 2015 karena melakukan pelecehan seksual pada anak. Pria Inggris itu diyakini berusaha memperkosa seorang gadis di bawah 13 tahun, berhubungan seksual dengan gadis lain yang juga belum genap 13 tahun, serta empat tuduhan serangan pada gadis-gadis kecil.


Gadd dihukum penjara selama 16 tahun.

CNN melaporkan, pada 1999, Paul Gudd mengakui dirinya memiliki koleksi pornografi anak. Ia dipenjara selama empat tahun. Tujuh tahun kemudian, ketika tinggal di Vietnam, dia juga divonis bersalah atas tuduhan penyerangan terhadap gadis muda, diganjar hukuman penjara selama hampir tiga tahun.

Catatan tak terduga ini tak ayal membuat penonton turut berkomentar. Sebagian besar mempertanyakan moral para pembuat film yang memilih lagu Rock and Roll Part 2 dan dengan demikian, memberi keuntungan kepada seorang terpidana kejahatan seksual terhadap anak.

Paul Gadd, atau Glitter, diketahui ikut menulis lagu tersebut. Pengacara mengatakan Gadd mungkin memiliki sejumlah persentase untuk publikasi Rock and Roll Part 2.

Pada dasarnya, setiap lagu memiliki dua hak cipta, yakni hak cipta publikasi yang meliputi komposisi asli sebuah lagu termasuk lirik dan melodi, serta hak cipta untuk rekaman bunyi atau sound, yang dikenal sebagai master rekaman. Master rekaman umumnya dimiliki oleh perusahaan rekaman terkait, tetapi masih ada kemungkinan hak cipta itu telah dikembalikan pada Gadd. Semua tergantung perjanjian yang telah disepakati dengan perusahaan rekaman.

Di sejumlah negara di luar AS, bioskop-bioskop juga membayar royalti musik yang digunakan dalam film. Karena Joker telah diedarkan secara internasional, peluang Gadd menangguk untung jadi lebih besar. Pengacara mengakui uang yang didapat dari pembayaran itu tidak besar, namun 'cukup'.
Salah satu adegan yang membuat penonton terkesima, saat Joker berdansa seorang diri di tangga. (Foto: Dok. Warner Bros Pictures)
Lagu yang sama pernah akrab di telinga audiens AS, di sana lagu ini berjudul Hey Song, dan biasa diputar di pertandingan olahraga. Pada 2006, setelah Paul Gadd divonis bersalah atas kejahatan seksual di Vietnam, NFL atau National Football League meminta tim-tim yang berlaga di liga profesional football itu berhenti memutar Hey Song.

Beberapa orang penggemar mengklaim bahwa penggunaan Rock and Roll Part 2 bisa jadi merupakan pilihan yang disengaja oleh pihak pembuat film. Kebanyakan mengungkapkan keterkejutan mereka melalui media sosial.

"Sangat menyukai film Joker tapi salah satu urutan yang paling mengganggu buat saya adalah musik yang mereka pakai di adegan ini, Rock & Roll Pt 2 dari Gary Glitter. Terkejut mendengar musiknya sekarang ini, setidaknya di Inggris," tulis akun @ayadandrews.



"Awas ada bocoran - hal yang mengganggu tentang Joker adalah ada Gary Glitter di lagu tema 2019," kata akun @dinosaur_world.



"Bagian paling mengejutkan dari film Joker adalah keputusan untuk menyertakan lagu dari Gary Glitter. Menjijikkan. Keputusan yang semestinya dipertanyakan," ujar akun @dave_alter_ego.



Penggemar yang mengambil langkah serius soal penggunaan lagu Rock and Roll Part 2 ini langsung menyerukan pemboikotan Joker, seperti akun @BrianUkulele.



Sampai berita ini diturunkan, belum ada komentar apapun dari Warner Bros. 

[Gambas:Video CNN] (rea)