7 Film Korea Legendaris dalam 100 Tahun

CNN Indonesia | Minggu, 13/10/2019 12:00 WIB
7 Film Korea Legendaris dalam 100 Tahun Ilustrasi: Film 'The Housemaid' (1960). (Dok. Korean Literature Films Co., Ltd via HanCinema
Jakarta, CNN Indonesia -- Industri perfilman Korea sudah berjalan tepat seabad pada tahun ini. Berbagai film pun telah dihasilkan sejak pertama kali The Righteous Revenge rilis pada 1919.

Menurut esai pengamat perfilman Korea Darcy Paquet, 'A Short History of Korean Film', film 'The Righteous Revenge' merupakan sebuah kino drama berupa para aktor berakting di balik layar yang disinari.

Sejak saat itu, berbagai film coba dibuat oleh bangsa Korea. Hingga pada 1935, film Chunhyang-jeon adalah film bersuara pertama di Korea dan The Women's Diary pada 1949 menjadi film berwarna Korea pertama.


Namun film legendaris Korea bukan hanya itu, ada beberapa di antaranya yang mengisi jejak 100 tahun perfilman Korea Selatan.

Chunhyangjeon (1955)

Kisah legendaris Chunhyang-jeon sempat dibuat kembali pada 1955, ketika perfilman Korea mulai mengalami masa keemasan.

Film ini mengisahkan gadis bernama Chunhyang yang kesetiaannya diuji kala tunangannya, Lee pergi meninggalkan desa untuk mengadu nasib ke kota.

Kala ditinggal kekasih, Chunhyang didekati oleh penguasa setempat yang berusaha merayunya. Chunhyang tetap bertahan dengan kesetiaannya meski kemudian dihukum penjara oleh penguasa tersebut.

Lee berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai investigator dan berhasil membongkar kasus korupsi si penguasa mesum itu kepada Raja, dan berhasil membebaskan Chunhyang.
7 Film Korea Legendaris dalam 100 TahunFilm The Housemaid mengisahkan pengalaman horor yang dialami sebuah keluarga saat kedatangan seorang wanita cantik yang melamar sebagai asisten rumah tangga. (Dok. Korean Literature Films Co., Ltd via HanCinema)
The Housemaid (1960)

Film The Housemaid mengisahkan pengalaman horor yang dialami sebuah keluarga saat kedatangan seorang wanita cantik yang melamar sebagai asisten rumah tangga.

Namun asisten tersebut justru memiliki niat tersendiri di keluarga itu. Ia mendekati sang tuan dan berhasil menggodanya. Setelah tuannya berada di bawah kendali dan skandal, ia kemudian menjadi mimpi buruk keluarga tersebut.

Film yang disebut sebagai salah satu film terbaik Korea sepanjang masa ini pernah dibuat lagi pada 2010 oleh Im Sang-soo.

The Housemaid versi 2010 bahkan menuai banyak pujian dan penghargaan, seperti nominasi Palme d'Or di Cannes Film Festival.
7 Film Korea Legendaris dalam 100 TahunThe March of Fools merupakan film komedi yang digarap oleh Ha Gil-jong dan adaptasi dari novel karya Choi In-ho. (Dok. Hwa Chun Trading Co., Ltd via HanCinema)
The March of Fools (1975)

The March of Fools merupakan film komedi yang digarap oleh Ha Gil-jong dan adaptasi dari novel karya Choi In-ho.

Kisah film ini menceritakan dua pria jurusan filsafat yang jatuh cinta kepada dua teman wanita mereka yang merupakan mahasiswa jurusan bahasa Perancis.

Kedua lelaki ini berniat melamar dua wanita tersebut namun ditolak karena dianggap tak memiliki masa depan yang cerah.

Film ini menuai sukses di eranya dan membuat nama Gil-jong menjadi salah satu sutradara terbaik di Korea Selatan.
7 Film Korea Legendaris dalam 100 TahunGood Windy Days mengisahkan tiga pria kelas pekerja yang saling bersahabat dan memikirkan masa depan mereka ketika berhadapan dengan kekasih yang mereka sayang. (Dok. Dong A Exports Co. via HanCinema)

Good Windy Days (1980)

Good Windy Days mengisahkan tiga pria kelas pekerja yang saling bersahabat dan memikirkan masa depan mereka ketika berhadapan dengan kekasih yang mereka sayang.

Suatu kali, ketiganya berkumpul untuk minum-minum dan saling mengisahkan perjalanan dan kekhawatiran mereka. Namun setelahnya, berbagai petualangan dijalani yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

Film ini diterima dengan baik dan menerima berbagai penghargaan, seperti dari Grand Bell Awards dan Baeksang Arts Awards untuk Sutradara Terbaik, Adaptasi Layar Terbaik, dan Penampilan Aktor Baru Terbaik.

7 Film Korea Legendaris dalam 100 TahunThe Day a Pig Fell into the Well mengisahkan perjalanan Tong-u, seorang pria yang menikah di usia 30-an saat menjalani kunjungan ke Chonju, empat jam perjalanan bus dari Seoul. (Dok. Dong A Exports Co., Ltd via HanCinema)

The Day a Pig Fell into the Well (1996)

The Day a Pig Fell into the Well mengisahkan perjalanan Tong-u, seorang pria yang menikah di usia 30-an saat menjalani kunjungan ke Chonju, empat jam perjalanan bus dari Seoul.

Setelah serangkaian insiden menunggu, ia mulai kehilangan keyakinan atas tujuannya sendiri dan frustrasi karenanya. Karena suatu sebab, ia terpaksa menginap di sebuah tempat yang asing.

Tak disangka, tempat itu adalah lokalisasi. Hidup Tong-u kemudian semakin rumit setelah mengalami insiden kebocoran kontrasepsi dengan salah satu pekerja lokalisasi itu.

Film yang diangkat dari buku karya John Cheever ini menuai banyak penghargaan, salah satunya Best Director untuk Hong Sang-soo di Korean Blue Dragon Film Award.
7 Film Korea Legendaris dalam 100 TahunKisah pembunuhan di Hwaseong pada dekade '80-an sempat diangkat menjadi film bertajuk Memories of Murder pada 2003. (Dok. Sidus via HanCinema)
Memories of Murder (2003)

Kisah pembunuhan di Hwaseong pada dekade '80-an sempat diangkat menjadi film bertajuk Memories of Murder pada 2003.

Film itu dibintangi Song Kang-ho jauh sebelum menjadi supir taksi dalam A Taxi Driver dan sebagai kepala keluarga miskin dalam Parasite.

Dalam Memories of Murder, Song Kang-ho berperan sebagai Park Doo-man, seorang detektif di kota kecil yang sedang berusaha memecahkan misteri pembunuhan berantai.

Saat itu, ia dibantu Seo Tae-yoon (Kim Sang-kyung), detektif muda asal Seoul yang lebih berpengalaman dibandingkan Park Doo-man.

Memories of Murder merupakan film kedua yang disutradarai dan ditulis langsung oleh Bong Joon-ho. Setelah tayang, film ini mendapat apresiasi dari penggemar film dan kritikus.

Hal itu berbuah serenteng penghargaan yang didapatkan Memories of Murder seperti sebagai Film Terbaik dalam Chunsa Film Art Awards, Grand Bell Awards, Korean Film Awards, serta Film Asia Terbaik di Tokyo International Film Festival.
7 Film Korea Legendaris dalam 100 TahunFilm Parasite karya Boong Joon-ho menjadi perbincangan usai memenangkan Palme d'Or, kategori tertinggi di ajang bergengsi Cannes Film Festival 2019. (Dok. CJ Entertainment/Korean Film Council)

Parasite (2019)

Film Parasite karya Boong Joon-ho menjadi perbincangan usai memenangkan Palme d'Or, kategori tertinggi di ajang bergengsi Cannes Film Festival 2019.

Kemenangan itu pun berdampak pada rasa penasaran penonton yang terus meninggi soal film ini, termasuk sinopsisnya.

Film ini memenangkan pujian dari berbagai kritikus, bukan hanya dari juri Cannes Film Festival, melainkan dari kritikus Hollywood. Laman agregator Rotten Tomatoes memberikan nilai 100 persen untuk film ini.

Parasite mengisahkan kehidupan keluarga Kim Ki-taek (Song Kang-ho), seorang supir cabutan yang menikah dengan istrinya Choong Sook (Jang Hye-jin) bersama dua anak mereka yang sudah berusia belasan tahun di sebuah apartemen bawah tanah yang tak layak huni.

Mereka semua pengangguran. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka menggantungkan diri pada pendapatan kecil dari melipat kotak piza yang kemudian mengantarkan mereka menjadi parasit bagi sebuah keluarga. (daf/end)