Review Film: 'The Bad Guys: Reign of Chaos'

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 19:48 WIB
Review Film: 'The Bad Guys: Reign of Chaos' Film 'The Bad Guys: Reign of Chaos' menampilkan 'pesona' kuat Ma Deng-seok sebagai seorang aktor. (dok. CJ Entertainment via Hancinema.net)
Jakarta, CNN Indonesia -- The Bad Guys: Reign of Chaos menjadi salah satu film aksi asal Korea Selatan yang menyenangkan untuk ditonton. Karya terbaru sutradara Son Yong-ho ini merupakan film lepasan dari drama Bad Guys yang tayang di OCN lima tahun silam.

Film ini menarik ditonton sebab menghadirkan alur cerita yang sama-sama menarik seperti versi serial dengan memadukan aksi serta humor yang lebih menarik.

Kendati demikian, alur cerita film yang dibintangi Ma Dong-seok dan Jang Ki-yong ini sesungguhnya bisa ditebak. Seperti di awal film ketika sejumlah tahanan secara mendadak harus dipindahkan. Saya sebagai penggemar film aksi langsung mengetahui hal yang terjadi selanjutnya.



Ya, bus tahanan dibajak oleh sekelompok orang. Sejumlah tahanan yang hilang pascapembajakan tersebut menjadi awal permasalahan film.

Namun, permasalahan tak sesederhana itu. Kepolisian ternyata harus berhadapan dengan pengkhianatan, gerakan bisnis ilegal di bawah tanah serta pembunuhan.

Salah seorang detektif ternama pun akhirnya ditugaskan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan 'melepaskan' para tahanan yang diperankan Ma Dong-seok, Jang Ki-yong, dan Kim Ah-joong.

Sama seperti sejumlah film dan drama aksi asal Korea Selatan lainnya, The Bad Guys: Reign of Chaos juga tak melupakan beberapa hal 'wajib' seperti keterlibatan perempuan dan peredaran narkotika.

Review Film: 'The Bad Guys: Reign of Chaos'Sutradara Son Yong-ho memberi detail apik dalam 'The Bad Guys: Reign of Chaos'. (Foto: dok. CJ Entertainment via Hancinema.net)
Son Yong-ho menambahkan bumbu sensitivitas hangatnya hubungan Korea dan Jepang dalam film ini. Hal tersebut yang kemudian menjadi dasar perkembangan sejumlah karakter menjadi nuansa nasionalisme dalam film berdurasi 114 menit ini.

Meski terlihat serius, permasalahan tersebut dibungkus dengan narasi yang sangat ringan dan menghibur. Akting dari para aktor membuat film ini layak ditonton sebab membuat penonton ikut merasakan intensitas permasalahan.

Ma Dong-seok menjadi satu-satunya karakter yang paling menonjol di sepanjang film. Kekuatan besar yang ia miliki disertai selera humor 'receh' membuat Ma Dong-seok terlihat seperti pahlawan yang bisa menyelesaikan setiap masalah dalam film.

Hal tersebut memang tergambar jelas di sepanjang film yang berujung semua orang menghormati dan mau bekerja sama dengan Ma Dong-seok, seorang tahanan yang divonis 28 tahun penjara.

Sehingga, karakter lainnya benar-benar terasa hanya sebagai pendukung Ma Dong-seok, termasuk karakter Gu-tak yang sesungguhnya menjadi kunci dalam serial The Bad Guys.

Review Film: 'The Bad Guys: Reign of Chaos'Penampilan Ma Dong-seok dalam film 'The Bad Guys: Reign of Chaos' seolah menenggelamkan karakter-karakter lain. (Foto: dok. CJ Entertainment via Hancinema.net)
Hal itu pula yang sepertinya membuat latar belakang dari para tokoh lainnya tak dijelaskan mendetail di awal film. Kehidupan para tokoh itu hanya disebutkan sekilas oleh karakter-karakter pendukung lain.

Ketika menonton The Bad Guys: Reign of Chaos, studio bioskop sempat diramaikan dengan tawa penonton. Namun, film ini juga menampilkan detail visual yang mungkin agak sedikit menganggu bagi beberapa orang hingga membuat sejumlah penonton berteriak ngeri.

Visual tersebut ditambah dengan efek suara yang ciamik membuat penonton, salah satunya saya, sedikit mengernyitkan dahi bahkan menutup kuping karena seakan bisa merasakan benda tajam yang tertusuk ke kulit.

Dalam sebuah wawancara, Son Yong-ho mengatakan dirinya merupakan penggemar serial The Bad Guys. Namun, ia memang sengaja melebih-lebihkan aksi serta permasalahan dalam film.

The Bad Guys: Reign of Chaos mendapatkan dua juta penonton di Korea Selatan di pekan debutnya. Berdasarkan Dewan Perfilman Korea, film yang tayang sejak 11 September ini telah menjual lebih dari 4,5 juta tiket per 22 Oktober.

[Gambas:Youtube] (chri/rea)