Laura Basuki Trauma Lihat Raket Usai Syuting 'Susi Susanti'

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 22/10/2019 20:45 WIB
Laura Basuki Trauma Lihat Raket Usai Syuting 'Susi Susanti' Laura Basuki mengungkap ragam pengalaman kala menjalani kehidupan sebagai atlet bulutangkis legendaris, Susi Susanti. (Foto: Time International Film)
Jakarta, CNN Indonesia -- Laura Basuki telah siap memamerkan aksi terbaru lewat fillm biopik tentang legenda bulutangkis Susi Susanti pada 24 Oktober mendatang. Dalam acara gala premiere yang diadakan Selasa (22/10) di Plaza Indonesia, Jakarta, Laura berbagi sejumlah kisah tentang keterlibatannya di film yang disutradarai Sim F ini.

Bintang berusia 31 tahun ini mengaku bahwa dirinya menjadi lebih respek akan profesi atlet, tapi di sisi lain ia juga mengalami trauma usai berperan di Susi Susanti: Love All.

"Saya jadi pemerhati badminton sekarang, suka banget menonton badminton, mendukung atlet-atlet karena saya tahu enggak mudah menjadi seorang atlet, mereka pisah dari keluarga, terus latihan gila-gilaan. Salut deh sama atlet Indonesia," katanya kepada sejumlah awak media.



Meski demikian, Laura mengaku tak tertarik untuk kemudian terjun menjadi seorang atlet seperti perannya di film.

"Capek, karena lihat raket aja trauma," ungkapnya.

Selain tentang perubahan yang dirasakan, Laura pun bercerita soal tantangan terberat selama syuting Susi Susanti: Love All. Menurutnya, ia paling syok kala tahu harus beradegan split.

"Saya paling takut adegan split, itu sampai mengulang empat kali untuk bisa pas di titik itu. Waktu pertama ditawarin casting ya casting aja, enggak tahunya keterima. Dan begitu keterima aku bongkar skenario, cari ada split enggak. Saat hari pertama itu, aku langsung ke pilates untuk melenturkan kaki," paparnya.

Laura Basuki Trauma Lihat Raket Usai Syuting 'Susi Susanti'Laura Basuki didapuk sebagai pebulu tangkis legendaris Indonesia dalam film biopik 'Susi Susanti Love All'. (Foto: Time International Film)
Susi Susanti (diperankan Laura Basuki) sudah mencintai bulutangkis sejak usia 14 tahun dan berkembang menjadi atlet paling dicintai di Indonesia. Di bawah bimbingan pelatihnya, Liang Chiu Sia dan didorong oleh janji kepada sang ayah, Susi berhasil mendapatkan pengakuan internasional usai memenangkan medali emas Olimpiade pertama untuk Indonesia.

Ketika terjadi gejolak ekonomi, Susi menggunakan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kepada negaranya dan dunia bahwa kepahlawanan tidak diukur oleh tingginya kesuksesan seseorang, tetapi oleh kedalaman pengorbanan seseorang.

Film ini menampilkan perjuangan Susi  kecil di Tasikmalaya, lalu berlatih keras di PB Jaya dan kemudian masuk Pelatnas PBSI. Digembleng dan bersaing bersama banyak atlet lain seperti Ardy B. Wiranata, Hermawan Susanto, Sarwendah di bawah asuhan pelatih legendaris Tong Sin Fu dan Liang Chu Sia, sampai pertemuan dengan Alan Budikusuma.

Selain itu diperlihatkan pula bagaimana Susi memenangkan berbagai ajang, salah satunya Olimpiade Barcelona 1992 yang historis.

Selain Laura Basuki, Susi Susanti: Love All menampilkan akting dari Dion Wiyoko sebagai Alan Budikusuma, didukung Lukman Sardi, Jenny Zhang, Rafael Tan, dan Nathaniel Sulistyo yang berperan menjadi orang-orang penting dalam karier dan kehidupan Susi. Biopik ini diproduksi Damn I Love Indonesia Movies bersama Oreima Films, East West Synergy dan Melon Indonesia.

Film Susi Susanti: Love All dijadwalkan tayang pada 24 Oktober mendatang. (agn/rea)