Music at Newsroom

Dukungan Semesta di Debut Tuan Tigabelas, 'Harimau Soematra'

Tim, CNN Indonesia | Senin, 28/10/2019 04:06 WIB
Dukungan Semesta di Debut Tuan Tigabelas, 'Harimau Soematra' Tuan Tigabelas merasa didukung semesta dalam pembuatan album debut 'Harimau Soematra'. (Foto: dok. Westwew Squad)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tuan Tigabelas tersenyum ketika diminta bercerita tentang Harimau Soematra, album debut solonya yang memiliki single unggulan Move, Last Roar, dan yang saat ini sedang hangat jadi pembicaraan, Faith berkolaborasi dengan Sailor Money.

Menurut rapper yang berangkat dari vokalis band Rebel Education Project atau REP, Harimau Soematra adalah album yang 'didukung semesta'. Banyak orang yang membantu, bahkan dari 13 lagu dalam album, 12 di antaranya memiliki produser berbeda.

"12 orang [produser] yang berbeda, terus ada dua penyanyi, ada satu rapper tambahan," kata Tuan Tigabelas kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.


"Gue rasa semesta yang nemuin gue sama mereka [produser yang membantu album]. Begitu gue mau mulai [bikin] album, gue nanya ke semua orang, 'gue lagi mau [bikin] album, ada sample musik nggak?'," lanjutnya.

Dari lontaran pertanyaan itu, tak susah bagi Tuan Tigabelas untuk mendapatkan 'pasangan' untuk menggarap album.

"Dari semua yang gue oper, orang-orang ini yang nyaut, dan begitu gue denger first impression-nya, langsung gue kerjain. Mereka enggak ngasih gue stok musik, ya macem cuma satu yang dikasih dan gue langsung tahu gue mau bikin ini itu," katanya.

Dari 13 lagu di dalam album, Tuan Tigabelas menyatakan tak semua bernuansa hip hop. Ia juga memasukkan unsur dub sampai elektronik, antara lain untuk menantang dirinya sendiri.

"Album ini diary gue, tapi juga media gue buat challenge gue, bisa enggak sih gue ke arah sana. Tapi tetap ngasih warna gue," tuturnya.

Dukungan Semesta di Debut Tuan Tigabelas, 'Harimau Soematra'Tuan Tigabelas dalam penampilan Music at Newsroom di redaksi CNNIndonesia.com. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Ia memberi contoh, beberapa produser yang terlibat tidak memainkan hip hop. Misalnya seperti Mardial dan Muzztang yang lebih dikenal di skena elektronik, juga duo High Therapy. Bagi Tuan Tigabelas, kolaborasi itu menjadi pelajaran mencoba dimensi baru.

Ikut terjun langsung dalam proses pembuatan Harimau Soematra, Tuan Tigabelas menyebut album tersebut menggambarkan perjalanan hidupnya. Ia menganggap debutnya ini bak anak pertama, yang mana dirinya sebagai seorang ayah akan berusaha memberi yang terbaik.

"Jadi gue enggak bakal mau ngasih yang abal-abal ke anak gue, kayak mixing mastering aja gue cari orang yang pakai hardware. Gue enggak mau tuh orang mixing pake software. Segitu protektif-nya gue sama anak gue," ujar mantan pebasket itu dengan serius.

"Terlepas orang suka apa enggak, minimal gue sudah lakuin ini sepenuh hati gue dan semaksimal yang gue bisa. Gue enggak mau yang cuma asal rilis," kata Tuan Tigabelas menegaskan. (rea)