Cerita Mistik Sutradara Kala Garap Film Horor

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 30/10/2019 15:56 WIB
Cerita Mistik Sutradara Kala Garap Film Horor Ilustrasi rumah sebagai lokasi syuting film horor. (Foto: CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Langganan menggarap film horor membuat para sutradara memiliki cerita tersendiri akan pengalaman yang tak dapat dinalar. Sekalipun cerita yang diangkat fiktif, tetapi hal itu tak kemudian membuat mereka terhindar dalam situasi-situasi tak terduga.

Bahkan bukan hanya dari masalah teknis, tetapi juga gangguan mistis.

Sutradara film Tuyul: Part 1 dan The Sacred Riana: Beginning, Billy Christian mengungkapkan bahwa setiap kali syuting film horor, ada saja kru atau pihak yang kemasukan roh makhluk halus atau kesurupan. Untuk itu, dia memilih menggunakan bantuan paranormal untuk menjaga kelancaran proses syuting.


"Aku rasa kita sebagai orang Indonesia hidup di kebudayaan yang percaya dengan hal-hal spiritual, bagaimana agar syuting berjalan lancar, berdoa ke Tuhan, dan izin ke makhluk lain yang tempatnya kita pakai syuting karena takutnya mengganggu juga," katanya.

Ia menambahkan, biasanya tak lupa pula memastikan kepada produser film untuk penyediaan jasa pawang hujan serta paranormal sebelum syuting dimulai.

"Karena aku biasa kalau bikin film horor ada yang kesurupan. Kalau memang enggak ada yang jaga, bahaya juga bagaimana kita menangani orang tersebut. Terlepas percaya atau tidak, tapi pada saat ada yang kesurupan, panik juga sih kalau enggak ada yang jaga," ungkap Billy.

Pengalaman lain, ia mengaku kerap mendengar suara-suara 'aneh' atau alat-alat syuting yang tiba-tiba rusak tanpa sebab.

"Harus didoain dulu baru bisa [digunakan]. Jadi bagaimana kadang menjaga kru agar tidak sembarangan di lokasi," ujarnya.

Terlepas dari itu semua, hal yang paling 'horor' bagi Billy sebenarnya bukanlah gangguan mistis. Namun, justru ketika ia tak berhasil merampungkan tugas selaku sutradara jelang masa tenggat yang ditentukan produser.

Cerita Mistis Sutradara Kala Garap Film Horor [emb7]Sutradara Billy Christian mengaku kerap mengalami gangguan mistis saat proses syuting film horor. (Foto: Dok. HBO)
"Ketika kita syuting sudah mau kelar tapi adegan yang belum diambil masih banyak. Itu paling horor dan paling serem saat produser udah di samping [sambil melipatkan tangan ke depan]," katanya sembari tertawa.

Serupa dengan Billy, sutradara Rumah Dara dan Ratu Ilmu Hitam, Kimo Stamboel memiliki pengalaman horor tersendiri. Dia juga kerap menggunakan jasa paranormal untuk membantu kelancaran proses syuting, bahkan tidak hanya untuk film horor.

Hanya saja, menurut Kimo, penggunaan jasa itu lebih untuk membantu menenangkan kru dan orang di sekitarnya yang terlibat.

"Sebenernya itu percaya enggak percaya. Karena gue di dua film ke belakang [termasuk] Headshot juga saat syuting di Batam [memakai jasa paranormal]. Memang sih sebenernya gue enggak terlalu pengen seperti itu gitu ya, gue percaya Maha Kuasa di atas untuk menjaga kita semua, tapi untuk ketenangan hati orang-orang di sekitaran kita dan segala macem itu biasanya ended up-nya pasti aja ada gitu loh," ungkapnya.

Tak terkecuali, lanjut Kimo, saat syuting Ratu Ilmu Hitam di Cirebon. Ia mendapat banyak cerita bahwa lokasi yang digunakan syuting memang terkenal horor. Alih-alih mundur, ia justru memanfaatkannya untuk membangun suasana tegang yang lebih nyata ke dalam film.

"Jadi fan-fannya, misalnya yang suka nyamperin ke hotel tuh fannya Zara dan Ari Irham, itu kan mereka nanyain ke aktornya 'Kakak syutingnya di mana?' gitu kan. 'oh kita syutingnya di pabrik ini', dan mereka kayak, 'hah kok berani? Itu kan horor banget'. Loh beneran horor," papar Kimo.

Dia menambahkan bahwa hal itu kemudian berhasil membuat para aktornya menjadi lebih takut.

Cerita Mistis Sutradara Kala Garap Film Horor [emb7]Kimo Stamboel yang menyutradarai film horor 'Ratu Ilmu Hitam' menyebut memanfaatkan ketakutan asli para pemeran saat syuting. (Foto: Rapi Film)
"Tapi gue butuh itu. Jadi gue enggak apa-apa, gue seneng. Mereka all out aja takutnya, takut beneran," katanya.

Kimo menjelaskan lebih lanjut, pihaknya selalu menyediakan bujet tersendiri agar proses syuting berjalan lancar.

"Jadi iya balik lagi kalau orang yang ngejagain, orang yang itu, pastinya sih kita mengalokasikanlah sedikit dana untuk orang setempat gitu ya, atau penjaganya rumah itu, ataupun yang kita minta datang buat ngejagain, spiritually," ujar sang sutradara.

"Karena percaya enggak percaya sih hal-hal seperti itu, kadang kita enggak boleh mengabaikan juga, terkadang kalau dinampakin ya sudah gitu. Hai-hai aja, halo," kata Kimo. (kir/rea)