Bahkan bukan hanya dari masalah teknis, tetapi juga gangguan mistis.
Sutradara film Tuyul: Part 1 dan The Sacred Riana: Beginning, Billy Christian mengungkapkan bahwa setiap kali syuting film horor, ada saja kru atau pihak yang kemasukan roh makhluk halus atau kesurupan. Untuk itu, dia memilih menggunakan bantuan paranormal untuk menjaga kelancaran proses syuting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, biasanya tak lupa pula memastikan kepada produser film untuk penyediaan jasa pawang hujan serta paranormal sebelum syuting dimulai.
Pengalaman lain, ia mengaku kerap mendengar suara-suara 'aneh' atau alat-alat syuting yang tiba-tiba rusak tanpa sebab.
"Harus didoain dulu baru bisa [digunakan]. Jadi bagaimana kadang menjaga kru agar tidak sembarangan di lokasi," ujarnya.
Terlepas dari itu semua, hal yang paling 'horor' bagi Billy sebenarnya bukanlah gangguan mistis. Namun, justru ketika ia tak berhasil merampungkan tugas selaku sutradara jelang masa tenggat yang ditentukan produser.
Sutradara Billy Christian mengaku kerap mengalami gangguan mistis saat proses syuting film horor. (Foto: Dok. HBO) |
Serupa dengan Billy, sutradara Rumah Dara dan Ratu Ilmu Hitam, Kimo Stamboel memiliki pengalaman horor tersendiri. Dia juga kerap menggunakan jasa paranormal untuk membantu kelancaran proses syuting, bahkan tidak hanya untuk film horor.
Hanya saja, menurut Kimo, penggunaan jasa itu lebih untuk membantu menenangkan kru dan orang di sekitarnya yang terlibat.
"Sebenernya itu percaya enggak percaya. Karena gue di dua film ke belakang [termasuk] Headshot juga saat syuting di Batam [memakai jasa paranormal]. Memang sih sebenernya gue enggak terlalu pengen seperti itu gitu ya, gue percaya Maha Kuasa di atas untuk menjaga kita semua, tapi untuk ketenangan hati orang-orang di sekitaran kita dan segala macem itu biasanya ended up-nya pasti aja ada gitu loh," ungkapnya.
Tak terkecuali, lanjut Kimo, saat syuting Ratu Ilmu Hitam di Cirebon. Ia mendapat banyak cerita bahwa lokasi yang digunakan syuting memang terkenal horor. Alih-alih mundur, ia justru memanfaatkannya untuk membangun suasana tegang yang lebih nyata ke dalam film.
"Jadi fan-fannya, misalnya yang suka nyamperin ke hotel tuh fannya Zara dan Ari Irham, itu kan mereka nanyain ke aktornya 'Kakak syutingnya di mana?' gitu kan. 'oh kita syutingnya di pabrik ini', dan mereka kayak, 'hah kok berani? Itu kan horor banget'. Loh beneran horor," papar Kimo.
Dia menambahkan bahwa hal itu kemudian berhasil membuat para aktornya menjadi lebih takut.
Kimo Stamboel yang menyutradarai film horor 'Ratu Ilmu Hitam' menyebut memanfaatkan ketakutan asli para pemeran saat syuting. (Foto: Rapi Film) |
Kimo menjelaskan lebih lanjut, pihaknya selalu menyediakan bujet tersendiri agar proses syuting berjalan lancar.
"Jadi iya balik lagi kalau orang yang ngejagain, orang yang itu, pastinya sih kita mengalokasikanlah sedikit dana untuk orang setempat gitu ya, atau penjaganya rumah itu, ataupun yang kita minta datang buat ngejagain, spiritually," ujar sang sutradara.
"Karena percaya enggak percaya sih hal-hal seperti itu, kadang kita enggak boleh mengabaikan juga, terkadang kalau dinampakin ya sudah gitu. Hai-hai aja, halo," kata Kimo. (agn/kir/rea)
Sutradara Billy Christian mengaku kerap mengalami gangguan mistis saat proses syuting film horor. (Foto: Dok. HBO)
Kimo Stamboel yang menyutradarai film horor 'Ratu Ilmu Hitam' menyebut memanfaatkan ketakutan asli para pemeran saat syuting. (Foto: Rapi Film)