Teater Koma Pentaskan Lagi Lakon 'J.J Sampah-sampah Kota'

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 29/10/2019 22:18 WIB
Teater Koma Pentaskan Lagi Lakon 'J.J Sampah-sampah Kota' Lakon 'J.J Sampah-sampah Kota' bakal dipentaskan lagi pada 8-17 November 2019 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Teater Koma telah siap untuk mementaskan kembali produksi terbarunya berjudul 'J.J Sampah-sampah Kota' dalam waktu dekat. Lakon yang menjadi produksi ke-159 ini akan dipentaskan pada 8-17 November 2019 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Lakon tersebut ditulis oleh N. Riantiarno dan telah dipentaskan oleh Teater Koma pada 1979. Setelah 40 tahun berlalu, Teater Koma kembali mementaskan J.J Sampah-sampah Kota dengan arahan Rangga Riantiarno yang berperan sebagai sutradara. Ini merupakan kali kedua penyutradaraan Rangga di Teater Koma setelah Antigoneo pada 2011 yang lalu.

"Saya memilih untuk mementaskan kembali lakon ini karena kisah para pemegang kekuasaan mempermainkan orang-orang kecil nyatanya, dan ironisnya tidak lekang oleh waktu. Selalu terjadi, terulang kembali, tak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia," kata Rangga dalam jumpa pers yang diadakan di Sanggar Teater Koma, Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa (29/10).

Rangga menambahkan bahwa dalam rentang waktu yang cukup lama untuk kembali mementaskan lakon tersebut, dia melakukan sejumlah tambahan dan perubahan.


"Para pemainnya tentu berbeda. Ada tokoh-tokoh yang dulu diperankan pria, kini dimainkan wanita. Multimedia juga jadi elemen baru dalam pementasan kali ini, karena ada satu tokoh yang hanya dimunculkan via multimedia. Menariknya, tokoh ini akan berinteraksi dengan tokoh lain, bahkan bernyanyi," papar Rangga Riantiarno.

Lakon J.J Sampah-sampah Kota ini berkisah tentang sepasang suami istri bernama Jian dan Juhro yang hidup di sebuah gubuk di kolong jembatan. Jian bekerja sebagai kuli pengangkut sampah. Ia digaji harian dan tidak punya jaminan masa depan. Meski begitu dia tetap bekerja dengan jujur, rajin, giat dan gembira. Bersama Juhro, yang tengah hamil tua, dia hidup bahagia.

Semua ini tak lepas dari pengawasan Mandor Kepala dan tiga mandor bawahannya, Tiga Pemutus. Mereka ingin melihat sampai sejauh mana kejujuran Jian bisa dipertahankan. Suatu hari, Para Pemutus menjatuhkan tas berisi uang yang amat banyak di sekitar tempat Jian bekerja. Jian panik. Apa yang sebaiknya dia lakukan?

"Bicara soal sampah dan penguasa korup memang seolah tak ada habisnya di setiap era. Namun bagaimana dengan kejujuran? Seperti apa rasanya mempertahankan nilai kejujuran pada era di mana ketidakadilan dan ketidakjujuran bisa dengan mudahnya ditemui di sudut kota mana pun?" demikian keterangan dalam siaran pers terkait kisah J.J Sampah-sampah Kota.

"Jawabannya, tentu tidak sesederhana itu. Sama halnya dengan, betapa tidak sederhananya mementaskan kembali lakon yang sudah dipentaskan puluhan tahun lalu di era sekarang."

Teater Koma Pentaskan Lagi Lakon 'J.J Sampah-sampah Kota'Jumpa pers lakon 'J.J Sampah-sampah Kota' oleh Teater Koma, Selasa (29/10). (Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Soal naskah ini, Nano mengatakan bahwa ia menulisnya 43 tahun yang lalu, kala menghadiri undangan seminar di Amerika Serikat selama enam bulan untuk menulis.

"Akhirnya membuat sebuah lakon, waktu itu saya sangat kagum pada dua orang Jian dan Juhro di Cirebon. J.J adalah mereka, sebelumnya saya menulis skenario film tentang Jakarta Jakarta dan mendapatkan Piala Citra pada 1978. Ada yang belum selesai dengan itu, butuh format naskah sandiwara. Ketika pulang keliling Eropa baru tiga per empat. Sisanya diselesaikan di sini dan dipentaskan [pada tahun] 1979," ungkapnya.

Lebih lanjut, Nano pun mengungkapkan bahwa naskah itu ia persembahkan kepada sang istri Ratna Riantiarno dan putranya Rangga, yang kala itu masih berada di dalam kandungan. Dalam cerita yang ia tulis, ia mencoba bercerita tentang kejujuran.

"Kita bicara soal kejujuran, ketika dikasih uang mau diapakan. Kejujuran orang-orang yang korupsi. Bagian itu yang penting," tambahnya.

Pementasan J.J Sampah-Sampah Kota kali ini didukung oleh aktor-aktor seperti Idries Pulungan, Budi Ros, Daisy Lantang, Ratna Ully, Ohan Adiputra, Tuti Hartati, Ade Firman Hakim, Raheli Dharmawan, Toni Tokim, Hengky Gunawan, Angga Yasti, Suntea Sisca, Bayu Dharmawan, Andhini Puteri Lestari, Sekar Dewantari, Febri Siregar, Dana Hassan, Radhen Darwin, Palka Kojansow, Pandu Pangestu, Zulfi Ramdoni, dan lainnya.

Produksi ke-159 Teater Koma dengan lakon J.J Sampah-Sampah Kota akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki setiap hari, 8 - 17 November 2019, pukul 19.30 WIB kecuali hari Minggu, 10 dan 17 November 2019, pukul 13.30 WIB.

Tiket pertunjukan dijual mulai harga Rp60 ribu hingga Rp500 ribu dalam enam kategori. (chri/rea)