Angelina Jolie Tunda Pindah ke Luar Negeri karena Brad Pitt

CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 08:22 WIB
Angelina Jolie Tunda Pindah ke Luar Negeri karena Brad Pitt Angelina Jolie mengungkapkan karena perjanjian perceraian dirinya dengan Brad Pitt, ia tak bisa menetap di luar negeri dengan anak-anaknya. (Frederick M. Brown/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angelina Jolie menyinggung sang mantan suami Brad Pitt dalam sebuah wawancara terbaru. Aktris berusia 44 tahun itu mengungkapkan bahwa Pitt jadi salah satu penghalang dirinya memenuhi keinginan untuk anak-anak mereka.

Jolie berbicara bahwa ia ingin putra-putri mereka bisa menjelajahi dunia, serta membawa enam orang anaknya pindah dan tinggal di luar negeri. Hanya saja, keinginan itu tak bisa diwujudkan karena terhalang kesepakatan perceraian dia dengan Pitt.

"Saya ingin tinggal di luar negeri dan akan melakukannya segera setelah anak-anak saya berusia 18 tahun," katanya kepada Harper's Bazaar edisi Desember-Januari 2019-2020.


"Saat ini saya harus berada di tempat ayah mereka memilih untuk tinggal," lanjut Jolie.

Sementara tak bisa pindah secara permanen ke negara lain, Jolie dan anak-anak menggantinya dengan bepergian ke luar negeri. Hal itu dilakukan juga sebagai bagian dari pekerjaan Jolie sebagai aktor dan utusan khusus PBB.

"Tempat favorit saya adalah tempat saya belum pernah singgahi. Saya suka berada di tengah-tengah sesuatu yang baru. Saya menikmati berada di sesuatu yang berbeda dari biasanya," kata Jolie.

"Saya ingin anak-anak tumbuh di dunia - tidak hanya belajar tentang itu tetapi menjalaninya dan memiliki teman di seluruh dunia. Tahun depan kami akan membangun rumah di Afrika," papar bintang film Maleficent tersebut.

Dalam wawancara yang sama, Jolie juga mengatakan bahwa dia dan anak-anaknya telah mengalami beberapa pengalaman sulit dalam beberapa tahun terakhir, termasuk perceraiannya yang sengit dengan Pitt.

"Mereka telah melalui banyak hal," ia mengakui kesulitan mereka, dikutip dari Aceshowbiz.

Meski demikian, bintang "The Eternals" itu menyatakan bahwa masa-masa sulit tersebut tidak berdampak buruk pada keenam anaknya.

"Saya belajar dari kekuatan mereka. Sebagai orang tua, (kami) mendorong anak-anak kami untuk merangkul semua diri mereka, dan semua yang mereka tahu dalam hati mereka benar, dan mereka juga melakukan itu kepada kami serta menginginkan hal yang sama untuk kami," katanya. (agn/end)