Review Film: Ratu Ilmu Hitam

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Jumat, 08/11/2019 19:00 WIB
Review Film: Ratu Ilmu Hitam 'Ratu Ilmu Hitam' hadir dengan cerita yang berbeda dengan versi 1981, namun dengan adegan teror yang mampu membuat ngilu. (dok. Rapi Film)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratu Ilmu Hitam menjadi salah satu film yang ditunggu-tunggu. Film yang disutradarai Kimo Stamboel dan ditulis Joko Anwar ini merupakan produksi ulang dari film bertajuk sama yang rilis 1981 silam.

Cerita Ratu Ilmu Hitam versi baru sangat berbeda dan tidak terkait dengan yang lama. Film versi 2019 ini mengisahkan tiga keluarga yang berkunjung ke panti asuhan di luar kota, daerah yang terpencil dan jauh dari keramaian.

Hanif (Ario Bayu) datang bersama istri yang bernama Nadya (Hannah Al Rashid). Mereka juga mengajak tiga anaknya, yaitu Sandi (Ari Irham), Dina (Zara JKT 48) dan Haqi (Muzakki Ramdhan).


Dua sahabat Hanif saat tinggal di panti asuhan, Anton (Tanta Ginting) dan Jefri (Miller Khan) turut hadir. Masing-masih membawa istri, yaitu Eva (Imelda Therinne) dan Lina (Salvita Decorte).

Tujuan kedatangan mereka untuk bertemu dengan pengasuh panti, Bandi (Yayu Unru), yang sudah tua dan sakit keras. Mereka berkunjung dengan niat memberikan penghormatan terakhir kepada orang yang mengasuh mereka sejak kecil.

Film mulai memasuki inti cerita ketika mereka semua sampai di panti asuhan. Kedatangan mereka disambut pasangan suami istri Maman (Ade Firman Hakim)-Siti (Sheila Dara) dan dua anak panti bernama Hasbi (Giulio Parengkuan) dan Rani (Shenina Cinnamon).

Pada panti asuhan itu terjadi kejadian yang sangat aneh, mereka semua kena santet. Mulai dari muncul kelabang yang berusaha masuk ke dalam tubuh, sampai bentuk santet sadis yang menyebabkan tumpah darah. Menonton film Ratu Ilmu Hitam sebenarnya seperti membaca komik siksa neraka.

Sebagai sutradara, Kimo Stamboel berhasil mengeksekusi adegan tersebut menjadi teror bagi penonton. Ia seperti tidak ingin memberikan 'napas' bagi penonton karena adegan teror diberikan secara terus menerus tanpa banyak jeda.

Semua adegan itu dibuat dengan baik, bukan sekadar untuk membuat penonton tegang atau agar mendapat label film horor yang meneror. Keseriusan Kimo bisa dilihat dari efek visual yang bagus, walau beberapa ada efek yang kurang halus tapi tidaklah mengganggu.

Review Film: Ratu Ilmu HitamSebagai sutradara, Kimo Stamboel berhasil mengeksekusi adegan 'Ratu Ilmu Hitam' menjadi teror bagi penonton. (dok. Rapi Film)

Sederet adegan tersebut berhasil membuat ngilu, merinding dan memicu adrenalin. Seperti ketika Lina bermain dengan pisau sembari bercermin atau ketika keluar serangga dari punggung Eva yang berlubang.

Selain melalui adegan yang sadis, sebenarnya teror juga berusaha disampaikan lewat penampakan hantu. Sayang penampakan hantu dengan metode jumpscare dalam film ini tidak cukup menakutkan.

Review keseluruhan, Ratu Ilmu Hitam memang meneror dan membuat ngilu, tetapi tidak menakutkan.

Sembari memberikan teror, penonton juga diajak berpikir untuk memahami cerita Ratu Ilmu Hitam yang bisa dibilang cukup rumit. Sampai separuh film berjalan, belum diketahui siapa yang menyantet mereka dengan ilmu hitam.

Gaya bercerita seperti itu sebenarnya sangat tipikal Joko Anwar. Joko kerap membuat film dengan cerita cukup rumit, seperti pada Perempuan Tanah Jahanam. Dalang di balik kejadian aneh baru ketahuan pada bagian akhir.

Giulio Parengkuan , Salvita Decorte , Hannah Al Rasyid , Zara JKT48 , Ade Firman HakimPara pemain 'Ratu Ilmu Hitam': Giulio Parengkuan , Salvita Decorte , Hannah Al Rasyid , Zara JKT48 , Ade Firman Hakim. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)

Mengajak penonton berpikir sembari menyajikan adegan teror sebenarnya sama sekali tidak salah. Namun ini membuat penonton berekspektasi akhir cerita yang klimaks, baik dari segi cerita atau pun dari segi visual yang lebih sadis.

Ekspektasi itu yang kemudian terasa gagal diwujudkan oleh duet Joko Anwar dan Kimo Stamboel di Ratu Ilmu Hitam. Cerita terkesan ingin diakhiri dengan cepat, padahal masih ada banyak hal yang bisa dieksplorasi. Jadinya, 'kentang' alias kena tanggung.

Kekurangan lain dalam film ini adalah ada beberapa cerita yang terkesan 'bolong'. Salah satunya alasan sifat Rani yang berubah. Bisa jadi, hal ini disengaja agar ada peluang film ini berkembang menjadi sekuel.

Selain itu, ada dua karakter yang kurang kuat dan sebenarnya tidak diperlukan, yaitu karakter Sandi dan Dina.

Cerita Ratu Ilmu Hitam yang tayang 7 November 2019 sebenarnya akan tetap berjalan baik tanpa keberadaan dua karakter itu. Nampaknya kemunculan mereka hanya untuk menjaring penonton, karena Ari Irham dan Zara JKT 48 memiliki banyak penggemar.

[Gambas:Video CNN] (end)