Haim Rekam Kepiluan Ditinggal Teman dalam Lagu 'Hallelujah'

CNN Indonesia | Rabu, 20/11/2019 13:00 WIB
Haim Rekam Kepiluan Ditinggal Teman dalam Lagu 'Hallelujah' Haim merekam kepiluan salah satu personelnya, Alana, ketika ditinggal oleh sahabatnya yang meninggal dalam kecelakaan, melalui lagu anyar bertajuk 'Hallelujah'. (AFP Photo/Angela Weiss)
Jakarta, CNN Indonesia -- Band Haim merekam kepiluan salah satu personelnya, Alana, ketika ditinggal oleh sahabatnya yang meninggal dalam kecelakaan, melalui lagu anyar bertajuk "Hallelujah".

Trio kakak beradik asal Amerika Serikat ini merilis lagu tersebut lengkap dengan klip video yang diunggah di kanal YouTube resmi mereka pada Senin (18/11).

Dalam video tersebut, Este, Danielle, dan Alana berjalan-jalan di atas panggung Teater Los Angeles, California, sambil menyanyikan "Hallelujah".

Berbeda dengan kebanyakan lagu mereka yang lain, "Hallelujah" terdengar minim instrumen, hanya petikan gitar dan sedikit string section di bagian belakang.


Lagu tersebut didominasi suara ketiga personel yang memadukan harmonisasi di beberapa bagian hingga video berakhir seiring para personel Haim berjalan keluar gedung teater.

[Gambas:Youtube]
Sepekan sebelum merilis "Hallelujah", Alana menjelaskan makna mendalam di balik lagu tersebut melalui tulisan yang diunggah dalam satu kicauan di Twitter.

"Lagu ini mengenai keluarga, cinta, kehilangan, dan rasa syukur atas semua itu," demikian tulisan yang tertera dalam foto yang diunggah Alana.

Melampirkan fotonya bersama sang sahabat, Alana kemudian menjelaskan bahwa momen pilu ini terjadi ketika ia masih berusia 20 tahun.

"Saya bangun di satu pagi di Oktober yang kelabu dan mengetahui bahwa sahabat saya, Sammi Kane Kraft, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil yang tragis," tulis Alana.

Kala itu, Alana merasa putus asa karena Sammi merupakan sahabat tempat berbagi mimpi dan harapan dalam kehidupannya.

[Gambas:Video CNN]
Dalam keputusasaan tersebut, Alana bersyukur karena masih memiliki saudara-saudaranya yang siap membantunya meski hanya dengan menyediakan pundak untuk bersandar.

Hingga akhirnya, Alana dapat bangkit kembali dan dapat lebih menghargai arti kehadiran orang-orang di sekitarnya.

"Meski saya merindukan dia setiap hari, saya tahu dia akan terus ada, mengirimkan pesan-pesan kecil, pertanda-pertanda kecil ke manapun saya pergi," kata Alana. (has/has)