Billie Eilish, Melenggang 'Cuek' Sambut Grammy

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 09:59 WIB
Billie Eilish, Melenggang 'Cuek' Sambut Grammy Billie Eilish, salah satu nama yang paling dijagokan di Grammy Awards 2020. (Chris Delmas / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Billie Eilish Pirate Baird O'Connell, atau lebih dikenal sebagai Billie Eilish adalah penyanyi dan penulis lagu Amerika. Dia lahir pada 18 Desember 2001, dan dibesarkan di Highland Park, Los Angeles.

Billie tumbuh di tengah keluarga berdarah seni bersama sang kakak, Finneas. Ketika kecil, Billie didiagnosa mengidap sindrom Tourette.

Ia tak pernah menutupi sakit itu. Dalam salah satu Story di Instagram, Billie berkata, "Tourette membuat hal-hal mudah menjadi jauh lebih sulit. Beberapa hal meningkatkan atau memicunya [sindrom]. Tetapi saya tumbuh bersamanya dan jadi terbiasa... Keluarga dan teman-teman terdekat saya tahu itu [sindrom Tourette] adalah bagian dari diri saya."
Pada usia delapan ia bergabung dengan Paduan Suara Anak-anak Los Angeles. Tiga tahun kemudian, Billie mulai menulis musiknya sendiri, mengikuti contoh yang dilakukan kakaknya, Finneas yang saat itu punya band bernama The Slightlys.


Billie mendapat perhatian internet setelah ia merilis single kedua bertajuk 'Ocean Eyes' yang ditulis oleh Finneas di Soundcloud pada 2015. Setahun setelahnya, baru ia melepas video musik untuk lagu yang sama. Hari ini, video musik Ocean Eyes telah ditonton lebih dari 179 juta kali.

Di Billboard Hot 100, Ocean Eyes duduk di peringkat 84 dan mendapat sertifikasi platinum. Lagu itu lantas dirilis ulang oleh Darkroom dan Interscope Records pada November 2016. Melihat sambutan publik, Billie memberanikan diri merilis mini album berisi empat versi remix Ocean Eyes pada 2017.

Dari sana Billie merilis mini album 'Don't Smile at Me' pada 2017. Publik mulai menyadari keunikan gadis yang kerap berdandan dengan motif tabrak warna tersebut. Berkat mini album yang memuat 'idontwannabeyouanymoremore', 'Bellyache', 'My Boy', dan 'Copycat', Apple Music menyebutnya sebagai Up Next Artist.

[Gambas:Youtube]

Kritikus menggambarkan musik Billie sebagai 'dark pop'. Yang lain menyebutnya indie pop, juga rock alternatif. Ia dikenal karena vokal yang 'sangat halus'.

Dalam sejumlah wawancara, Billie mengaku terpengaruh oleh musik Childish Gambino, Lana Del Rey, Amy Winehouse, Earl Sweatshirt, dan Tyler, The Creator.
Billie Eilish dalam salah satu penampilan panggung. (Kevin Winter/Getty Images for RADIO.COM /AFP)
Menginjak tahun 2018, Billie menjalani tur bertajuk 'Where's My Mind'. Ia masih sempat berkolaborasi dengan Khalid di lagu 'Lovely' yang meraih sertifikasi double platinum. Ia juga melepas dua single baru, 'You Should See Me In a Crown' dan 'When the Party's Over'. Keduanya pun mendapat sertifikasi platinum.

Pada Januari 2019, Billie merilis 'Bury a Friend' yang lantas bertengger di peringkat 14 Billboard Hot 100. Ia kemudian mengumumkan judul album debutnya, 'When We All Fall Asleep, Where Do We Go?', menyusul melepas single keempat 'Wish You Were Gay'.

Akhirnya, 'When We All Fall Asleep, Where Do We Go?' rilis di Maret 2019. Album yang telah lama diantisipasi itu segera melejit di tangga-tangga lagu. Billie bahkan menjadi artis kelahiran tahun 2000-an pertama yang memiliki album nomer satu di AS, juga wanita termuda yang pernah menempatkan album di nomer satu di Inggris.

Tampaknya, kini Billie lebih banyak menghabiskan waktu di jalanan. Ia telah menjalani tur ketiga pada April sampai November 2019. Setelah beristirahat sejenak, ia dikabarkan bersiap untuk tur keempat bertajuk 'Where Do We Go: World Tour' pada Maret sampai Juli 2020.

Billie Eilish menjadi nominasi dari enam kategori  yang diumumkan pada Rabu (20/11), antara lain di Album of the Year, Record of the Year, Song of the Year, Artis Baru Terbaik, Penampilan Solo Pop Terbaik, dan Album Vokal Pop Terbaik. Di usia masih belasan tahun, masa depan Billie diprediksi masih akan cerah cemerlang.


[Gambas:Video CNN] (daf/rea)