Review Film: Kim Ji-young, Born 1982

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Sabtu, 23/11/2019 15:28 WIB
'Kim Ji-young, Born 1982' mampu menguras emosi penonton, terutama kaum Hawa, melihat standar ganda masyarakat atas seorang perempuan. 'Kim Ji-young, Born 1982' mampu menguras emosi penonton, terutama kaum Hawa, melihat standar ganda masyarakat atas seorang perempuan. (Dok. Lotte Entertainment via KoBiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak butuh waktu lama bagi saya untuk larut dalam emosi yang ditunjukkan Jung Yu-mi dalam 'Kim Ji-young, Born 1982'. Baru beberapa menit film dimulai, saya bisa merasakan betapa lelah menjadi seorang ibu rumah tangga.

Kim Ji-young, Born 1982 merupakan film yang diangkat dari novel berjudul serupa karya Cho Nam-ju. Film ini menceritakan tentang Ji-young, seorang ibu rumah tangga yang mulai kehilangan jati diri karena terjerumus dalam rutinitas.

Perasaan serta pikiran saya banyak bermain sepanjang film. Kim Ji-young, Born 1982 sekilas serupa dengan Parasite. Film ini menggambarkan kondisi sesungguhnya terjadi dalam kehidupan nyata.


Setelah menonton, saya menyadari trailer film ini sejatinya hanyalah puncak gunung es. Trailer Kim Ji-young, Born 1982 tidak menunjukkan inti permasalahan film sama sekali. Serupa dengan trailer Parasite.

Tak hanya itu, saya akhirnya mengerti mengapa buku Kim Ji-young, Born 1982 begitu ditentang namun dengan berani diangkat ke layar lebar. Para tokoh perempuan dalam film ini memang memiliki karakter yang sangat kuat.

Hal itu terlihat mulai dari Jung Yu-mi sebagai Kim Ji-young yang dengan mulus menunjukkan kejenuhan dan rasa lelah seorang istri, ibu, sekaligus menantu yang dituntut "sempurna". Meskipun, ia harus kehilangan 'jati diri'.

Karakter yang kuat juga ditunjukkan duo Kim Mi-kyung. Kim Mi-kyung pertama berperan sebagai Mi-sook, ibunda Kim Ji-young.

Ia sukses menjadi seorang ibu yang berani menerapkan cara asuh anak sedikit berbeda dari kebanyakan orang tua lainnya di Korea Selatan, yang mengistimewakan anak laki-laki.

Kemampuan akting Kim Mi-kyung sebagai orang tua tak perlu diragukan lagi. Ia sudah mendalami itu lewat sejumlah drama seperti Go Back, Couple, It's Ok, This is Love, serta The Heirs.

Review Film: Kim Ji-young, Born 1982'Kim Ji-young, Born 1982' mampu menguras emosi penonton, terutama kaum Hawa, melihat standar ganda masyarakat atas seorang perempuan. (Dok. Lotte Entertainment via KoBiz)

Sementara itu, Kim Mi-kyung yang lain berperan sebagai mertua Kim Ji-young. Ia berhasil mendalami dan menggambarkan seorang mertua yang mungkin menjadi momok bagi sebagian perempuan ketika akan memasuki dunia perkawinan.

Salah satu tokoh yang menarik perhatian adalah bos Kim Ji-young yang diperankan Park Sung-yeon. Meski hanya tampil sebentar, ia menjadi sosok 'wanita ideal' di mata Kim Ji-young.

Keempat karakter tersebut secara matang menunjukkan kesulitan bagi seorang perempuan menyeimbangkan keluarga dan pribadi, yang seringkali menuntut Kaum Hawa berkorban lebih.

Bukan hanya itu, cerita yang kuat serta kemampuan akting prima mereka dalam film 118 menit ini mampu menyuarakan beragam batasan yang kerap diterima perempuan di dunia kerja.

Meski terkesan rumit, sutradara dan ko-penulis Kim Do-young mengemas seluruh permasalahan tersebut dengan sangat sederhana dan membuat penonton larut dengan film ini.

Sejumlah humor gelap juga membuat Kim Ji-young, Born 1982 bisa makin mudah diterima pikiran saya.

Gong Yoo, bagi penonton terutama kaum Hawa, bagai penyegar di tengah segala pergumulan yang ditunjukkan sepanjang film. Karakter humoris nan menggemaskan seperti yang ia bawa dalam Goblin, bisa dilihat kembali dalam film ini.

Kendati demikian, Gong Yoo juga cukup menguras emosi penonton karena berhasil menggambarkan sosok anak lelaki yang kadang tak bisa lepas dari ketiak ibunya.

Hal tersebut jelas terlihat lewat ragam interaksi singkat Gong Yoo dan Jung Yu-mi sebagai pasangan dan orang tua muda yang berjuang melawan ego masing-masing.

Usai menonton, saya juga menyadari alasan Kim Ji-young, Born 1982 didukung sejumlah tokoh Korea Selatan seperti Presiden Moon Jae-in, RM BTS, serta Irene Red Velvet meski juga dilawan sekelompok pihak anti-feminisme.

Secara keseluruhan, Kim Ji-young, Born 1982 mendorong perempuan untuk berani buka suara dan berdiri untuk dirinya sendiri dalam menghadapi ketidaksetaraan juga perundungan berbasis gender dalam masyarakat.

Film ini juga memberi tahu bahwasanya wajar bagi seseorang untuk meminta pertolongan kepada ahli dalam menghadapi depresi dan beban kehidupan.

Film Kim Ji-young, Born 1982 resmi tayang di Indonesia pada Rabu (20/11). Film tersebut bisa disaksikan di jaringan bioskop CGV, Cinepolis dan Lotte Cinema.

[Gambas:Youtube]


Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.
(end)