Massive Attack Garap Riset Emisi Karbon di Industri Musik

CNN Indonesia | Jumat, 29/11/2019 14:40 WIB
Massive Attack Garap Riset Emisi Karbon di Industri Musik Band duo Massive Attack tengah menggarap satu studi untuk meneliti emisi karbon dalam kegiatan di industri musik. (AFP Photo/Maya Hautefeuille)
Jakarta, CNN Indonesia -- Band duo Massive Attack tengah menggarap satu studi untuk meneliti emisi karbon dalam kegiatan di industri musik.

Bekerja sama dengan Pusat Tyndall untuk Riset Perubahan Iklim, Massive Attack bermaksud untuk "memetakan jejak karbon dalam satu putaran tur band."

Riset ini akan berfokus pada pemetaan ranah pertunjukan musik mana yang paling banyak meninggalkan jejak karbon, transportasi penonton, perjalanan band, produksi, atau emisi di arena acara.


Dengan pemetaan tersebut, band yang digawangi oleh Robert "3D" Del Naja dan Grant "Daddy G" Marshall ini berharap bisa mendapatkan opsi untuk pengurangan emisi karbon.

Melalui siaran pers, Massive Attack menjelaskan bahwa upaya pengurangan emisi selama ini hanya terbatas pada pembatasan karbon dan penanaman kembali hutan.

"Dalam konteks darurat, skema pembatasan dan kredit karbon sama sekali tak bermakna. Upaya itu tak mengurangi emisi karbon yang masuk atmosfer dan skema pembatasan tak bisa menanggulangi itu," demikian pernyataan Massive Attack yang dikutip Pitchfork.

Melanjutkan pernyataan mereka, Massive Attack menulis, "Bukti juga mengindikasikan efek samping negatif dari program-program tersebut bagi komunitas pribumi dan pinggiran. Pengurangan karbon tak berpengaruh dalam kondisi darurat iklim."

Dalam tulisan opininya di The Guardian, Del Naja bahkan menyatakan bahwa Massive Attack sendiri sudah mulai berpikir untuk berhenti tur. Namun, ia menyadari bahwa upaya Massive Attack akan sia-sia jika hanya dilakukan sendiri.

"Untuk membuat perubahan sistem, tak ada pilihan lain di luar tindakan kolektif," tulis Del Naja seperti dikutip Pitchfork.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, sejumlah musisi lain juga menyuarakan kepedulian mereka terhadap perubahan iklim. Coldplay, misalnya, mengumumkan bakal menunda tur hingga mereka mencapai tingkat karbon netral.

Musisi lain, seperti Thom Yorke dan Brian Eno, juga meneken surat terbuka yang menjawab tudingan bahwa mereka munafik dalam menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan.

"Para jurnalis yang menyebut kami munafik, kalian benar. Tanpa perubahan sistematis, gaya hidup kita akan terus menyebabkan kerusakan ekologi dan iklim," demikian bunyi surat terbuka yang juga ditandatangani oleh pentolan Talking Heads, David Byrne.

Menutup surat tersebut, mereka menulis, "Kami mengajak semua orang dari berbagai latar belakang untuk bergerak bersama kami tanpa takut, untuk menggunakan suara kita untuk menyuarakan kenyataan." (has/has)