Gwen Stefani-Blake Shelton Ikuti Aturan Gereja Soal Menikah

tim, CNN Indonesia | Kamis, 12/12/2019 16:36 WIB
Gwen Stefani-Blake Shelton Ikuti Aturan Gereja Soal Menikah Meski sudah saling cinta, Gwen Stefani dan Blake Shelton tak bisa langsung menikah karena keyakinan yang berbeda dan ada aturan gereja yang mesti ditaati. (Christian Petersen/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan Gwen Stefani dan Blake Shelton memutuskan tak ingin terburu-buru mengesahkan hubungan asmara mereka di atas pelaminan. Bukan hanya karena keinginan pribadi, melainkan karena ada ganjalan agama yang berbeda.

Gwen Stefani diketahui merupakan penganut Katolik Roma dan gereja tidak mengizinkan dirinya menikah kembali setelah bercerai, kecuali perkawinan sebelumnya dibatalkan.

ET menyebut proses tersebut bisa memakan waktu lebih dari setahun untuk menyelesaikan hal tersebut. Namun seorang sumber mengatakan kepada ET ada sebab lain pasangan tersebut tak terburu-buru menikah.


Sumber juga mengatakan bahwa keduanya sudah memiliki kehidupan bersama yang sesuai dengan keinginan mereka.

"Keyakinan Gwen amat penting baginya namun itu bukan satu-satunya yang menghalangi mereka dari pernikahan impian itu," kata sumber tersebut.

"Mereka membuat sebuah kesepakatan untuk pelan-pelan setelah [masing-masing] bercerai. Tak satupun baik Gwen atau Blake yang ingin buru-buru menikah. Mereka telah hidup dalam kehidupan yang selalu diinginkan bersama-sama dan belum merasakan kebutuhan [untuk segera menikah]," lanjut si sumber.

"Agama amat penting bagi Gwen dan Blake amat menghormati hal tersebut," kata si sumber.

Sumber tersebut juga mengatakan Gwen Stefani sama sekali tak menganggap remeh aturan perkawinan dalam ajaran agama yang ia anut, namun ia juga sudah jatuh cinta dengan Blake Shelton dan keduanya ingin sama-sama menghabiskan masa tua bersama.

Meski terhalang aturan agama untuk segera menikah, teman-teman mereka disebut si sumber yakin bahwa kedua musisi itu pada akhirnya akan ke pelaminan.

"Sebuah pernikahan bukan jadi prioritas, namun ketika hal itu menjadi penting, mereka akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melakukannya secara layak dari sudut pandang gereja," kata sumber tersebut.

"Ini akan makan waktu namun mereka akan mengikuti aturan dan mewujudkan pernikahan itu. Mereka membuat keputusan penting hidup mereka bersama-sama, berbicara sepanjang hari setiap kali mereka terpisah." kata sumber itu, dikutip dari ET. (end)