Jalan Panjang Fariz RM Menemukan Kembali Iman

CNN Indonesia | Minggu, 05/01/2020 15:24 WIB
Jalan Panjang Fariz RM Menemukan Kembali Iman Fariz RM, dalam perjalanan hidupnya, pernah mengalami masa-masa yang membuat imannya rontok dan mempertanyakan eksistensi Yang Maha Kuasa. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ya Allah, Kau lihat, masih aku hadapkan wajah Difa ke hadapan-Mu. Tunjukkan lah aku Mukjizat-Mu, yakinkan diriku bahwa Engkaulah Sang Maha Kuasa, jika tidak, jangan suruh aku untuk percaya bahwa Engkau ada.

Fariz Roestam Moenaf masih ingat ketika ia memanjatkan kalimat-kalimat yang ia sebut sebagai doa itu kala menguburkan anak pertamanya, Ramanitya Khadifa atau Difa. Tepatnya pada 1989.

Hingga kini masih terekam jelas kenangan yang mengguncang imannya itu.


Saat itu ia amat mengharapkan kehadiran anak pertama, Difa, yang dilahirkan oleh wanita yang kini jadi mantan istrinya, Oneng Diana Riyadini.


Namun usaha dokter menyelamatkan Difa gagal. Anak pertama Fariz RM itu hanya bertahan 85 detik begitu keluar dari rahim. Paru-paru sang bayi gagal berkembang.

Fariz hanya bisa merasakan marah, kecewa, dan benci yang bergumul jadi satu di hari nahas itu. Imannya rontok.

"Saat itu gue ambek sama Tuhan. Setelah kejadian itu gue jarang banget ibadah, bahkan gue Ateis," kata Fariz gamblang kala berbincang dengan CNNIndonesia.com, di suatu apartemen di Tangerang Selatan.

Jalan Panjang Fariz RM Menemukan Kembali ImanFariz RM, dalam perjalanan hidupnya, pernah mengalami masa-masa yang membuat imannya rontok dan mempertanyakan eksistensi Yang Maha Kuasa. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Fariz tidak bisa segera memiliki anak karena dokter menyarankan Oneng untuk menunda dua tahun memiliki anak setelah kelahiran Difa. Tepat pada 1991 Oneng pun mengandung, tapi kandungan ini juga bermasalah.

Baru hamil empat minggu, Oneng mengalami pembukaan. Hal itu membuat ia hanya bisa beraktivitas di kamar rumah mereka di Bintaro.

Kejadian itu semakin membuat Fariz benci dan marah kepada Tuhan. Ia merasa dipermainkan. Ibadah pun semakin tak pernah ia lakukan. Sementara Oneng tetap menjalankan ibadah, bahkan ikut zikir dan mengaji.

Memasuki pekan ke-12 kandungan, kondisi Oneng semakin membaik. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan bahwa dia mengandung janin kembar.


Saat itulah iman kembali tumbuh di kalbu Fariz RM.

"Allah kayak ngomong, 'lo minta mukjizat? makan tuh mukjizat'. Anak gue sekarang cantik dan ganteng, yang kembar namanya Venski dan Venska dan yang paling kecil namanya Gio," kata Fariz, kini tersenyum.

Fariz tak bisa menutupi kebanggaannya akan ketiga anaknya itu. Si kembar ia sebut mendapat beasiswa belajar S1 dan S2 di Belanda. Sedangkan si bungsu tengah menempuh pendidikan kedokteran gigi di sebuah universitas negeri di Semarang.

Fariz bersyukur bukan kepalang. Ia pun memutuskan untuk umrah mengunjungi Baitullah. Kunjungan itu adalah kali kedua dalam hidup Fariz setelah pertama kali bersama orangtuanya.

Jalan Panjang Fariz RM Menemukan Kembali ImanKehadiran tiga anak dianggap Fariz RM merupakan mukjizat yang diberikan Tuhan kepada musisi itu. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)

Dulu, kala pertama kali umrah, sang ayah meminta Fariz salat di depan Hijr Ismail dan berdoa. "Ya Allah, undang kami kembali ke sini untuk alasan yang tepat", begitu doa yang dipanjat Fariz dulu.

"Ternyata benar, gue kembali ke sana dengan alasan yang tepat. Mulai dari gue Ateis dulu kemudian gue datang ke sana untuk menyesali perbuatan gue," kenang Fariz.

Kini, Fariz mengaku benar-benar percaya Tuhan itu nyata. Ia bahkan merasakan bahwa Tuhan hadir di mana pun dan melalui agama apa pun.

Pengalaman itu Fariz alami pada 2010 silam. Kala itu, teman dekatnya, pendeta Albertus Patty meminta Fariz bermain musik di Gereja Immanuel Bandung dalam Misa Natal. Secara spesifik, Fariz RM diminta memainkan lagu Hasrat dan Cita, serta Hati Yang Terang.


Fariz dan Bertus sama-sama pejuang toleransi dan keberagaman. Atas dasar itu, Fariz membawa sekelompok anak-anak yatim piatu untuk selawatan.

Kala itu Gereja Immanuel dikunjungi 4.000 ribu jemaat, jumlah pengunjung terbanyak selama sejak gereja itu ada.

Usai misa, hampir setiap jemaat bersalaman dengan Fariz untuk mengucapkan terima kasih. Mereka juga mengucapkan "Terima kasih atas pencerahannya, Mas Fariz, semoga Tuhan memberkati".

Jalan Panjang Fariz RM Menemukan Kembali ImanFariz RM bersyukur bisa melewati berbagai cobaan yang Tuhan berikan, mulai dari kasus narkoba sampai kehilangan anak pertama.(CNN Indonesia/Andry Novelino)

Namun ucapan manis itu hanya diterima Fariz di dalam gereja. Usai acara itu berakhir, Fariz RM menuai hujatan di media sosial karena menampilkan selawatan di dalam gereja. Selama tiga bulan, ia jadi bulan-bulanan netizen.

Awalnya Fariz tak ingin membalas ragam hujatan itu. Hingga kemudian, ia pun kehilangan kesabaran.

"Kalian semua yang menghujat gua sama dengan menghujat Tuhan. Memangnya gue ke gereja kira-kira karena kehendak gue atau kehendak Tuhan?" kata Fariz menirukan pernyataannya kepada warganet.

Hujatan mendadak berhenti.


Cacian yang diterima Fariz ini rupanya membuat ia semakin giat ibadah. Bahkan ia mengutamakan salat Subuh di masjid dan membaca Surah Yasin usai salat Magrib.

"Tuhan tunjukkan kepada gue bagaimana melihat Dia dari dua sisi, bukan sebagai Muslim saja. Selama hidup ini, gue merasa dilindungi Tuhan," kata Fariz.

Fariz RM bersyukur bisa melewati berbagai cobaan yang Tuhan berikan, mulai dari kasus narkoba sampai kehilangan anak pertama. Justru ia merasa seluruh hidupnya adalah anugerah dari Tuhan.

"Gue hapus kata musibah dari hidup gue. Musibah itu enggak ada," kata Fariz sembari mematikan puntung rokok di asbak mengakhiri pembahasan tentang hubungannya dengan Tuhan.


Tulisan ini merupakan bagian dari FOKUS (serial artikel) CNN Indonesia yang bertajuk Secita Cerita Fariz RM.
(adp/end)