Fariz RM Buka-bukaan Soal Tiga Kali Terjerat Narkoba

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Minggu, 05/01/2020 14:35 WIB
Fariz RM Buka-bukaan Soal Tiga Kali Terjerat Narkoba Fariz RM mengalami berbagai hal pahit yang tak diungkap ke publik semasa tiga kali menjalani hukuman kasus narkoba. (ANTARA FOTO/Julius Wiyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- 2 Mei 2019. Mengenakan kemeja putih bercelana hitam, Fariz Roestam Moenaf duduk di kursi kayu menghadap ke meja Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

Ia didakwa dalam kasus kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 0,9 gram, untuk ketiga kalinya dalam hal serupa. Fariz RM ditangkap pada 24 Agustus 2018 dan tiga hari kemudian dikirim ke Pusat Rehabilitasi BNN di Lido, Bogor.

"Menetapkan agar Terdakwa wajib untuk menjalani rehabilitasi medis dan sosial selama 1 (satu) tahun yang sebagian telah dijalani Terdakwa sejak tanggal 27 Agustus 2018," kata putusan Majelis Hakim PN Jakarta Utara.


Tak lama setelah putusan di bulan ke sembilan Fariz menjalani rehab tersebut, ia diperkenankan menjalani rawat jalan.

Akhir Desember 2019. Fariz RM duduk santai di suatu apartemen di Bintaro, Tangerang Selatan, bersama CNNIndonesia.com.

Fariz RM ditangkap polisi atas kasus narkoba pada Agustus 2018.Fariz RM ketiga kalinya ditangkap polisi atas kasus narkoba pada Agustus 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Tubuhnya kini sudah lebih gemuk dibanding kala difoto media di Pengadilan. Linting rokok masih terselip di tangannya yang keriput, tapi rona wajah menunjukkan Fariz dalam kondisi segar di usianya ke-61 meski rambutnya yang panjang sudah memutih.

"Rehab kemarin [2019] itu yang pertama buat gue. Waktu kasus narkoba pertama pada 2008 gue penjara empat bulan, dan kasus kedua pada 2015 penjara enam bulan," kata Fariz membuka obrolan soal pengalamannya dengan narkoba, tanpa diminta.

Musisi kelahiran 5 Januari 1959 itu secara terbuka mengisahkan momen kelam dalam hidupnya itu. Bahkan ia menyebut bersedia ditanya apa pun sebelum sesi wawancara bersama kami dimulai.


Katanya, ia hanya ingin jujur mengisahkan cerita hidupnya yang mungkin mampu menginspirasi orang lain. Dan itu terlihat kala setelahnya. Narkoba jadi topik yang membuat sorot mata Fariz fokus dalam perbincangan panjang kami.

Fariz RM mengaku tak mudah berjuang melawan narkoba. Ia sudah mengonsumsi barang-barang itu sejak lama, sejak Sekolah Menengah Atas (SMA). Ketika kariernya moncer di dekade '80-90an, ia terjebak dengan kokain dan heroin.

Satu per satu Fariz membuka pengalamannya menghadapi dan berhasil bangkit dari cengkeraman narkoba.

Polisi menunjukkan barang bukti saat merilis penangkapan Fariz RM, Agustus 2018.Polisi menunjukkan barang bukti saat merilis penangkapan Fariz RM, Agustus 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Kehilangan harta bukan satu-satunya nestapa Fariz RM. Selama masa rehabilitasi sejak Agustus 2018 di Lido, Fariz memutuskan tak berkomunikasi dengan anak-anaknya. Hal itu ia lakukan demi fokus bebas dari narkoba.

Namun pengorbanan itu terasa lebih pahit karena, berdasarkan penuturannya, sang istri juga tak pernah datang menengok. Bahkan, rumah tangganya di kemudian hari berakhir dengan perceraian.

Sebelum memutuskan cerai, Fariz sempat konsultasi dengan ketiga anaknya. Semua mendukung ia bercerai dan berjanji hubungan keluarga akan tetap solid.

"Waktu itu terberat buat gue, bener-bener enggak ditengok istri, dibiarin. Boro-boro dikasih duit, dikasih pakaian aja enggak," klaim Fariz. Suasana apartemen di Bintaro itu sunyi seiring dengan pengakuan yang Fariz lontarkan ini. 


CNNIndonesia.com sudah menghubungi Oneng, mantan istri Fariz RM, untuk mengonfirmasi klaim tersebut, namun ia menolak memberikan tanggapan.

Pengakuan Fariz RM itu tampaknya adalah 'batu' yang selama ini ingin Fariz ungkap. Ia jadi lebih rileks dan perlahan membuka sendiri kenangan perjalanan kelamnya dengan benda-benda haram itu.

"Gue enggak dendam atau apa-apa, gue ngerti," lanjutnya kalem.

Nestapa di Balik 3 Kali Fariz RM Terjebak NarkobaKehilangan harta bukan satu-satunya nestapa Fariz RM. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Rehabilitasi Kehidupan

Kini Fariz RM merasa lega. Hidupnya ringan tanpa dendam. Masa rehabilitasi yang ia jalani Agustus 2018 hingga Mei 2019 bukan hanya mengajarkan ia bebas dari narkoba, melainkan juga merehabilitasi kehidupannya.

Ia mengaku belajar menjadi orang yang lebih legawa, lebih tenang, tidak terburu-buru merespons sesuatu, dan tidak kompulsif.


Fariz RM menjelaskan ada 12 tahapan yang perlu dilakukan untuk pulih total dari narkoba. Dari 12 tahap itu ada tiga tahap yang paling penting dilewati, yaitu pengakuan tidak berdaya terhadap narkoba, percaya akan kekuatan, dan berserah diri.

"Sampai sekarang kami diajarkan untuk menyisakan ketakutan, jangan pernah kita sombong sudah pulih total. Bahwa kita bisa kembali kalau enggak hati-hati, ketakutan itu perlu," kata Fariz.

Kini Fariz mengaku merasa bodoh dan malu bila teringat masa lalu dirinya yang kelam. Dulu, ketika ia sedang sakau, Fariz selalu mencari 'barang' tanpa peduli waktu dan keadaan.

Nestapa di Balik 3 Kali Fariz RM Terjebak NarkobaMasa rehabilitasi yang Fariz RM jalani Agustus 2018 hingga Mei 2019 bukan hanya mengajarkan ia bebas dari narkoba, melainkan juga merehabilitasi kehidupannya. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Di usia 61 tahun kini, Fariz RM bersyukur diberi kesehatan oleh Tuhan, ia tidak mengidap penyakit yang biasa diidap oleh orang tua kebanyakan.

Ia juga senang masih banyak penggemar musik yang mengapresiasi karyanya dengan datang saat manggung dan membeli rilisan fisik.

"Gue bersyukur masih diberi kesempatan, 30 tahun hidup buat orang tua, 30 tahun buat keluarga. Masih cukupkah gue untuk membenahi diri agar bisa kembali pada yang Kuasa?" kata Fariz.

"Semua kesalahan yang lalu bisa gue perbaiki, cukupkah waktunya? itu pertanyaannya," lanjutnya sembari tersenyum.


Tulisan ini merupakan bagian dari FOKUS (serial artikel) CNN Indonesia yang bertajuk Secita Cerita Fariz RM.


(end)