Ponsel Diretas, Joo Jin Mo Jadi Korban Pemerasan

tim, CNN Indonesia | Kamis, 09/01/2020 11:45 WIB
Ponsel Diretas, Joo Jin Mo Jadi Korban Pemerasan Joo Jin-mo menolak menuruti keinginan peretas yang membobol data ponselnya dan memutuskan mengambil langkah hukum untuk mengatasi masalah ini pada Selasa (7/1). (screenshot via Instagram/@joojinmo_)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktor Joo Jin-mo mengungkapkan dirinya menjadi korban peretasan dan pemerasan pada Selasa (7/1). Namun ternyata ia tak sendiri. Pada Rabu (8/1) Dispatch mengungkapkan bahwa terdapat 10 artis yang ikut menjadi korban peretasan. 10 orang tersebut termasuk dua aktor selain Joo Jin-mo, seorang idol, seorang sutradara, dan koki terkenal. 

Kebanyakan dari para korban tersebut diketahui memakai ponsel Galaxy S series keluaran perusahaan konglomerat Samsung.

Dalam laporannya, Dispatch mengatakan bahwa peretas yang memanggil dirinya sendiri sebagai Black Hacker itu meretas ponsel selebriti melalui cloud, tempat penyimpanan data yang terdapat di perangkat. Dari situ ia mencuri data pesan teks, foto, dan video para korban.


Motif Black Hacker sendiri adalah uang. Dari data yang telah diretas, ia disebut mengancam para korban dan meminta uang dalam jumlah bervariasi, mulai 50 juta won sampai 1 miliar won, atau setara Rp594 juta sampai Rp11,8 miliar.

Cara Black Hacker melakukan pemerasan pun berbeda-beda terhadap tiap korban. Kepada aktor Joo Jin-moo, ia mengancam dengan pesan teks. Pada aktor lainnya, ia menggunakan pesan teks serta foto. Sedangkan kepada idol dan chef terkenal ia mengancam dengan pesan teks, foto, dan video.

Ia mengirimkan data tersebut untuk memeras korban agar mengikuti kemauannya. Jika tidak, ia mengancam akan menyebarkan data yang telah dicuri.

Aktor Joo Jin-mo sendiri menolak membayar uang yang diminta oleh Black Hacker, dan memutuskan untuk melapor ke pihak berwajib. Menurut Dispatch, tindakan itu dibalas oleh pelaku dengan menyebarkan potongan percakapan Jin-mo pada media-media lokal. Tetapi salah satu idol yang turut menjadi korban dikabarkan membayar uang yang diminta oleh hacker tersebut karena tidak ingin videonya tersebar.

"Kami menganggap memeras dan menuntut uang atau barang berharga dengan mengambil keuntungan dari status [Joo Jin-mo] sebagai tokoh terkenal adalah kejahatan kejam, dan kami meminta dengan sopan agar Anda untuk menahan diri agar tidak menafsirkan atau melaporkan fakta yang belum dikonfirmasi," ujar agen Joo Jin-mo, Huayi Brothers Korea dalam pernyataan resmi, Selasa (7/1).
Dispatch melaporkan, salah satu idol yang turut menjadi korban telah memenuhi permintaan Black Hacker karena tidak ingin videonya tersebar. Di sisi lain, bahasa Korea yang digunakan oleh peretas terlihat tidak lancar dan cenderung aneh. Ia menggunakan frasa-frasa yang tidak lazim digunakan pada percakapan sehari-hari. Dicurigai Black Hacker bukan orang Korea yang berdomisili di Korea, melainkan di luar negeri.

Sampai saat ini belum diketahui identitas asli dari Black Hacker.

[Gambas:Video CNN] (kir/rea)