WAWANCARA EKSKLUSIF

Terpincut Eric Nam yang Supel dan Tanpa Batasan

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Minggu, 26/01/2020 13:30 WIB
Terpincut Eric Nam yang Supel dan Tanpa Batasan Kala bertandang ke Jakarta untuk konser solo pertama, Eric Nam menunjukkan dirinya yang supel dan mampu berkomunikasi tanpa batasan dengan siapa pun. (CNN Indonesia/ Aulia Bintang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Matahari sudah berada di penghujung mega ketika tim CNNIndonesia.com duduk di sebuah lobi bangunan di kawasan bisnis di Jakarta Selatan, Senin (13/1), menanti panggilan untuk masuk ke suatu ruangan.

Tak lama, seorang pria berbaju hitam datang dan memberikan aba-aba. Tim kami bergegas masuk ke ruangan berdinding hitam. Itulah ruangan yang akan jadi lokasi kami berbincang dengan Eric Nam, musisi Korea Selatan-Amerika Serikat.

Hari itu, Eric Nam datang ke Jakarta untuk mengadakan konser solo pertama di Indonesia dalam rangka promosi album debut berbahasa Inggris penuh miliknya, Before We Begin.


Kala alat masih disiapkan, pintu sisi kiri ruangan itu terbuka perlahan. Sosok pria berbaju kaus dan beralas sandal jepit datang. Eric Nam tersenyum kepada kami. "Halo hai," sapanya.

Eric datang menghampiri kami, mengulurkan tangannya ke masing-masing dari anggota tim. Memperkenalkan dirinya kepada kami, yang mendapat kesempatan dari manajemennya untuk berbincang sesaat kepada musisi itu.

"Terima kasih sudah datang ke sini," kata Eric sebelum kembali ke ruang gantinya.

Terpincut Eric Nam yang Supel dan Tanpa BatasanKala bertandang ke Jakarta untuk konser solo pertama, Eric Nam menunjukkan dirinya yang supel dan mampu berkomunikasi tanpa batasan dengan siapa pun. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)

Ketika kami kembali menyusun set wawancara dibantu oleh tim Eric dan sejumlah penarinya yang ramah, musisi itu muncul lagi. Namun Eric tak langsung ke kursi wawancara. Ia justru ke meja yang berisi sejumlah menu makanan. Raut keingintahuan jelas terpancar dari wajahnya.

Ia memperhatikan makanan yang tersaji di atas meja. Sesekali ia dan timnya berbincang dalam bahasa Inggris, sesekali dalam bahasa Korea. Mereka tampak berdiskusi di depan meja hidangan itu.

"Guys, bisa minta tolong?" kata Eric tiba-tiba memanggil kami.

"Ini apa ya? Apakah pork [babi]?" lanjutnya sambil menunjuk makanan berlabel 'sate ayam' dari salah satu restoran di Jakarta yang disajikan dalam kotak makan bento hitam. Eric jelas kebingungan akan tulisan berbahasa Indonesia itu.

Setelah mendapat penjelasan kami, salah satu stafnya kemudian membuka Google dan mencari tahu soal makanan itu di internet berdasarkan nama restoran asal makanan tersebut.

Merasa cukup yakin, Eric kemudian mengatakan "Oh terima kasih ya, saya ambil ini deh," sambil mengambil kotak hitam dari tumpukan berlabel 'sate ayam' itu dan kembali ke ruangannya untuk makan.

[Gambas:Video CNN]

Tak lama kemudian Eric kembali muncul. Kali ini, ia sudah berganti pakaian dengan kemeja berwarna gading dengan motif tanaman. Nuansa tropis untuk aksi di negara tropis.

"Oke, saya siap wawancara," kata Eric ramah.

Perbincangan kami berjalan amat lancar. Eric menjawab semua pertanyaan, mulai dari soal musik terbarunya, bersedia dikorek soal kebiasaan sehari-harinya, hingga menjawab berbagai pertanyaan dari penggemar Indonesia.

Eric mengaku amat bersyukur dirinya bisa merilis album Before We Begin, penuh dalam bahasa Inggris, setelah debut di dunia musik sejak tujuh tahun lalu. Eric pun berharap dia bisa lebih aktif di Amerika Serikat di masa mendatang.

Pria kelahiran Atlanta, 17 November 1988 itu memang lebih banyak aktif di Korea Selatan. Selain bermusik, ia juga menjadi pembawa acara seperti After School Club dan Yang and Nam Show, dan menjadi salah satu anggota We Got Married bersama Solar MAMAMOO.

Selain itu, Eric juga ingin mengembangkan sisi kreatif dan cara berkomunikasi dengan penggemarnya di seluruh dunia. Sehingga, ia mulai aktif mengembangkan podcast.

[Gambas:Video CNN]

Satu hal menarik dari perbincangan kami dengan Eric adalah kala dirinya menunjukkan kepedulian akan iklim. Ketika pertanyaan pengandaian soal kekuatan super, Eric secara gamblang memilih untuk menyelamatkan Bumi karena perubahan iklim semakin parah.

"Kekuatan super saya yang sebenarnya adalah mampu menyelamatkan bumi dan menghentikan perubahan iklim," kata Eric.

Hal ini jadi menarik karena biasanya jawaban yang akan muncul adalah bak pahlawan super di film, mulai dari terbang hingga membaca pikiran orang lain.

Sifat supel Eric kembali muncul. Kala pertanyaan kosakata Bahasa Indonesia yang ia kuasai muncul, ia mengaku tak banyak mengetahui meski sudah tiga kali datang ke Indonesia.

"Saya cuma tahu sedikit seperti aku cinta kamu dan beberapa nama makanan seperti nasi goreng. Tolong ajari saya. Ajari saya Bahasa Indonesia," tutur Eric.


Ketika sesi terakhir tiba, Eric Nam kemudian mengucapkan terima kasih kepada penggemarnya alias Namnation. Ia berterima kasih kepada Namnation yang hadir dan meminta penggemar yang berhalangan hadir untuk tak bersedih.

Eric Nam berjanji akan berusaha kembali ke Jakarta dalam waktu dekat.

Wawancara 15 menit pun ditutup dengan sesi foto. Kali ini, ia dengan luwes menawarkan diri untuk memegang ponsel dan berswafoto. Ia pun tak malu menunjukkan ragam ekspresi, selayaknya anak muda lainnya.

Begitu wawancara dengan kami rampung, Eric Nam pun tampil di hadapan penggemarnya. Ia asik berkomunikasi dengan penggemar tanpa batasan.

Ia pun tak sungkan untuk berbaur dan bertingkah seperti kebanyakan orang lain. Sama seperti yang ia tunjukkan lewat sejumlah variety dan reality show Korea Selatan. Wajar banyak yang terpincut dengan Eric Nam.

[Gambas:Video CNN]

(end)